
" Sudahlah Ca, bukan kami yang jahat. Mungkin saja semua wanita yang kau temui bukan yang terbaik untuk mu. ucap David mencoba menghibur Caca.
" Huhuhuhhh....... lalu bagaimana kalau selalu seperti ini? tanya Caca yang masih menangis.
" Mungkin kau harus nya tidak mempertemukan wanita mu dengan Alex, agar mereka tetap mencintaimu. saran aneh dari David.
" Memang bisa seperti itu? tanya Caca dengan polosnya.
" Tidak, hahahahhhhh....... jawab David sambil tertawa terbahak-bahak, Alex pun ikut tertawa sementara sekertaris Aldo hanya bisa menahan tawanya dia tidak tega membully sahabat nya itu.
" Huhuhuhhhhhh..... kalian benar-benar jahat. tambah menangis kencang.
Sebenarnya Caca adalah orang yang gampang mabuk, jika sudah mabuk dia akan bertingkah seperti anak kecil dan menceritakan semua aibnya sendiri.
Mangkanya dia jarang minum dan mabuk-mabukan, kecuali dia sedang senang atau sebaliknya.
" Lihat saja, akan ku pastikan Avan menjadi istri ku. ucap Caca tiba-tiba.
" Apa kau bilang? tanya Alex memastikan apa yang dia dengar.
" Aku pasti akan menjadikan Javanka Lovato Mahendra menjadi istri kecil ku satu-satunya, dan kau akan jadi ayah mertua ku. kata Caca dengan lantang, dia benar-benar tidak merasa takut sama sekali pada Alex.
__ADS_1
Wahhhh..... kau benar-benar ingin mati sepertinya Ca, aku yakin Alex pasti akan menghajar mu habis-habisan.
pikir David setelah mendengar ucapan Caca.
Wah...wah....wah.... sepertinya kau memiliki nyawa cadangan yah, lihat saja wajah tuan muda sudah memerah seperti itu.
Aku juga kesal sih mendengar nya mana bisa nonaku yang berharga bersanding dengan pria pas-pasan seperti mu, namun aku berusaha memaklumi karena kau sedang mabuk, tapi berbeda dengan tuan muda.
pikir sekertaris Aldo.
" Mau mati yah kau. kata Alex yang sudah bangun dari duduknya dan bersiap menghajar Caca.
" Jika kau tidak takut, terima saja pukulan ku ini. kata Alex dengan bringas, Alex melempar tinjunya pada Caca dengan sangat keras.
Saking kencangnya Caca pun sampai jatuh terjungkal ke lantai, Alex pun berjalan menghampiri sahabatnya itu. Namun dengan cepat sekertaris Aldo menarik tuan mudanya, David pun membantu Caca untuk bangun.
" Tuan muda, ini sepertinya sudah larut malam. ucap sekertaris Aldo pada Alex yang emosi.
" Minggir kau, sebelum kau ku habisi juga. kata Alex yang masih belum menguasai emosinya.
" Tuan muda tolong tenang lah, beliau adalah sahabat tuan muda. Saya mohon tuan muda. kata sekertaris Aldo yang berusaha menahan Alex.
__ADS_1
" Kalau dia sahabatku kenapa? aku tidak perduli, siapa pun yang berniat mengambil Javanka dari ku harus mati di tangan ku. kata Alex dengan sungguh-sungguh bahkan wajahnya terlihat sangat menyeramkan.
" Jika tuan muda menghabisinya siapa yang akan membantu nona menjalankan operasi, tuan muda saya mohon tolong tenangkan diri anda. kata sekertaris Aldo yang berusaha mencari alasan agar tuan mudanya tidak menghajar Caca kembali.
Seketika Alex menjadi lebih tenang setelah mendengar ucapan sekertaris nya, Alex mendorong sekertaris nya pelan lalu dia pun duduk di kursi bersandar sambil menjambak rambutnya sendiri.
David pun membantu Caca naik ke sofa dan menidurkan nya di sana, karena Caca jatuh pingsan akibat satu pukulan diri Alex. Melihat Alex yang sudah mulai tenang sekertaris Aldo dan David saling pandang dan bernafas lega.
" Tuan muda mari kita kembali, nona pasti sedang menunggu tuan muda kembali. ucap sekertaris Aldo yang memakai Javanka sebagai senjata untuk melumpuhkan tuan mudanya.
Alex pun berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu, dia berjalan melenggang dengan santai seperti tidak terjadi sesuatu. Sekertaris Aldo pun mengikutinya setelah memberikan beberapa isyarat pada David.
Huhhhhh........ leganya, aku pikir akan terjadi sesuatu peristiwa mengerikan tadi, beruntunglah tuan muda masih bisa menguasai emosinya.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1