Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 79


__ADS_3

Pagi menuju siang, Clara sudah duduk di sebuah kursi. Dia hanya menatap Javanka penuh kebencian.


Dia merasa bahwa karena gadis yang ada di hadapannya saat ini adalah penyebab kehidupannya menjadi hancur,


dia juga sudah bertekad akan membalas semua yang dia alami pada gadis kecil itu.


Clara bangun dari duduknya, dia pun berjalan mengambil air lalu menyiramkan nya pada Javanka.


Gadis kecil itu pun perlahan membuka matanya, alangkah terkejutnya dia kala melihat Clara sudah ada di hadapannya.


" Bagaimana tidurmu nyenyak? tanya Clara dengan sinis nya sambil melempar ember yang dia pegang ke sembarang arah.


Javanka tidak menjawab gadis kecil itu hanya menundukkan kepalanya, dia tidak berani mengeluarkan suaranya sedikit pun.


" Aku sedang bertanya kepadamu. sudah marah sambil memukul pipi Javanka. " Mengapa kau tidak menjawab nya, dasar ja**ng. menyeret tubuh kecil itu dengan paksa.


" Ayo temani aku bermain, aku tidak mau kau harus lebih kuat lagi dari kemarin. ucap Clara pada Javanka.


Akhirnya Clara pun memulai permainannya, namun ketimbang di sebut sebuah permainan ini lebih seperti penyiksaan.


Sampai akhirnya tiba-tiba gadis kecil itu terjatuh karena lemas, karena semenjak kemarin Javanka belum memakan apapun.


Jalankan makanan minum pun tidak.


" Hammmm...... sepertinya kau lapar yah. ucap Clara, dia pun bangkit lalu berjalan dan terlihat dia mengambil sesuatu. " Nah, makan lah. ucap Clara lagi sambil membuang makanan itu ke lantai.

__ADS_1


Javanka yang melihat itu hanya diam dan menatap makanan yang sudah berceceran di lantai kemana-mana.


" Apa yang kau lihat, cepat makan. Karena aku ingin kembali bermain bersama mu, jangan pernah buat ku menunggu karena aku tidak memiliki kesabaran yang banyak. ucap Clara dengan suaranya yang dingin.


Gadis kecil itu tetap diam di tempatnya, dia tahu jika makanan itu sudah tidak layak makan mangkanya dia tidak berani memakannya.


Clara yang melihat Javanka hanya diam saja, dia pun merasa geram. Dia pun menarik paksa gadis kecil itu lalu menjejalkan makanan itu ke mulut Javanka.


" Cepat makan, aku sudah mengatakannya pada mu. Bukannya kau tadi lapar. bentak Clara sambil terus menjejalkan makanan itu ke mulut Javanka.


Gadis kecil itu hanya bisa menangis tanpa suara, air matanya berlinang membasahi seluruh wajahnya.


Begitulah Clara menyisakan si gadis kecil Javanka dengan sadis dan tidak berprikemanusiaan, gadis kecil hanya bisa menangis menerima semua perlakuan dari Clara.


Sudah empat 6 hari Javanka di culik oleh Clara,


Pagi ini tiba-tiba Clara datang bersama dengan seorang wanita muda.


" Kakak, apa-apaan ini? terkejut kala melihat gadis kecil yang meringkuk di lantai yang dingin dan kotor, tubuhnya penuh dengan luka dan memar.


" Ha ha ha....... bukannya menjawab Clara hanya tertawa terbahak-bahak.


" Kau gila kak, cepat lepaskan dia. Tolong jangan lakukan ini kak. ucap perempuan itu lalu berjalan menghampiri Javanka.


" Jangan sentuh dia, dia adalah tawanan ku. bentak Clara pada wanita itu.

__ADS_1


" Tidak aku tidak akan membiarkan kau melakukan hal seperti ini lagi pada gadis malang ini. balik membentak Clara.


Karena suara yang begitu keras dan berisik Javanka pun terbangun, matanya pun menatap ke depan. Gadis kecil itu pun melihat dua wanita yang ada di hadapannya, yang satu adalah Clara sedangkan yang satunya dia tidak mengenalnya.


Tatapan mata mereka bertemu, alangkah terkejutnya wanita itu kala melihat sosok gadis kecil itu.


Bukannya dia gadis flamingo, putri si pria tampan itu. Mengapa dia bisa bersama dengan kakak, dan apa yang telah kakak lakukan pada gadis kecil ini.


Sampai-sampai dia terlihat begitu menyedihkan dan keadaan pun berantakan, bahkan seluruh tubuhnya penuh dengan luka.


Tanpa banyak berpikir wanita itu pun bergegas menghampiri Javanka, Javanka yang melihat itu pun hanya menundukkan kepalanya ketakutan.


" Aku bilang jangan menyentuhnya, dia milikku. teriak Clara lagi pada wanita itu.


Wanita itu menghiraukan ucapan Clara dia tetap berjalan menghampiri Javanka, lalu dia pun berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat kaki Javanka.


Clara dengan melihat itu pun, dengan terburu-buru mengambil sebuah botol kaca lalu.


Prakkk........ suara pecahan botol kaca yang nyaring menggema di seluruh ruangan itu, darah segar pun akhirnya mengalir....


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2