
Sesampainya di rumah sakit orang-orang yang berada di lobby utama terpana dengan kemewahan mobil yang ada di hadapan mereka.
Lalu Alex pun turun dari mobil dengan menggendong putrinya, sementara sekertaris Aldo memberikan kunci mobil pada penjaga agar di letakkan di parkiran khusus.
Alex dengan santai dan cool berjalan melewati beberapa orang yang sedang tadi memperhatikan dirinya, sambil masih menggendong putrinya. Sementara sekertaris Aldo mengekor di belakang.
Sesampainya di left Javanka meminta turun, gadis kecil itu ingin berjalan sendiri. Tentunya Alex sempat menolak namun Alex tidak akan pernah menang melawan putrinya sendiri.
Gadis kecil itu berjalan perlahan sambil dituntun oleh papahnya, mereka berjalan melewati tiap lorong rumah sakit.
Sampai tiba lah di depan ruang dan di sebelahnya ada sebuah ruang tunggu yang cukup ramai, dengan cepat Alex masuk ke ruangan itu, setelah sekertaris Aldo menyerahkan kartu VVIP miliknya.
Lalu dengan patuh Javanka di periksa oleh dokter, gadis kecil itu pun di tanyain beberapa pertanyaan oleh sang dokter. Dengan sopan Javanka menjawab semua pertanyaan itu sambil tersenyum manis.
Setelah memastikan semuanya kondisi Avan sehat dan tidak ada masalah, Alex pun membawa putrinya ke luar dari ruangan itu.
Tiba-tiba ada satu anak laki-laki berjalan menghampiri Javanka, Alex dengan juga sekertaris Aldo yang baru keluar dari ruangan pemeriksaan.
" Hay? I'm Galang, what's your name, little girl? ucap bocah kecil itu pada Javanka.
__ADS_1
" Ohhh ..... hay Galang, I'm Javanka. jawab Javanka sedikit bingung.
" Will you marry me? tanya bocah kecil itu tiba-tiba.
Alex yang mendengar ucapan bocah kecil itu hanya membelalakkan matanya, sekertaris Aldo pun tak kalah kaget.
" sorry I don't understand what you're saying? jawab Javanka kebingungan, gadis kecil itu sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh orang yang ada di hadapannya.
" I know it might be too soon for you but I really fell in love for the first time when I saw you in front of me. ucap si bocah yang bernama Galang itu menggombal pada Javanka.
Javanka hanya menunjukkan raut wajah yang kebingungan, sementara Alex belum juga bereaksi dengan apa yang terjadi.
Sekertaris Aldo yang sudah sadar pun dengan cepat bereaksi, sementara Javanka hanya diam tersenyum kebingungan.
" Hemmmm...... Ade sepertinya mamahmu mencari mu deh? ucap sekertaris Aldo, dengan cepat Aldo membawa bocah kecil itu menjauh dari Alex dan juga Avan.
Alex yang baru tersadar pun baru bereaksi, pria itu mengepalkan tangannya dan memasang wajah dingin urat-urat syarafnya menegang dan wajahnya memerah padam karena marah.
" Papah. panggil Javanka lirih sambil menggoyangkan tubuhnya yang ada di genggaman tangan papahnya.
__ADS_1
" Yes sayang. jawab Alex cepat sambil berjongkok di hadapan putrinya.
" what is marriage? tanya Javanka dengan polosnya, gadis kecil itu sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti sama sekali.
" Itu bukan sesuatu yang penting sayang, kamu tidak usah memikirkan nya. jawab Alex dengan suara seraknya.
" Hemmmmm....... is it a new game? gumam Javanka sendiri.
Benar-benar yah bocah tengik itu, berani-beraninya dia melamar putriku yang berharga. Memang siapa dia? sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga putri semata wayangku ini, jangan sampai ada serangga-serangga yang mendekatinya apa lagi sampai menempel padanya.
Aku harus lebih ekstra lagi kedepannya, tidak akan pernah ku berikan putri kecil ku pada siapapun, jika sampai ada yang berani atau nekat akan ku habisi dia.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1