Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 77


__ADS_3

Karena Javanka dalam keadaan tidak sadarkan diri, si penculik pun dengan leluasa membawa gadis kecil itu.


Selama mengendarai mobilnya si penculik tak henti-hentinya menatap tajam ke arah gadis kecil itu, tak berselang lama dia pun tertawa puas.


" Ha ha ha....... akhirnya Tuhan memberkati ku, dan memberikan kesempatan kepada untuk balas dendam. ucap si penculik sambil tertawa-tawa dan mobil pun melaju semakin menjauh.


Akan ku pastikan tidak hanya tubuh mungil mu saja yang menderita tapi juga mental mu,


sampai-sampai semua kejadian yang kau alami tertanam di hati dan pikiran mu itu.


Si penculik itu pun


membawa Javanka ke sebuah bangunan yang cukup usang, dia pun meletakkan tubuh Javanka begitu saja di lantai yang kotor.


Lalu dia mencari sebuah tali, lalu mengikatkan tali itu pada tiang yang cukup kokoh.


dan dia pun dengan kasar dan kuat mengikat pergelangan kaki gadis kecil itu.


Setelah memastikan semuanya berjalan sesuai harapan nya, dia berjalan mengambil air lalu menyiramkan nya pada gadis malang itu.


Perlahan-lahan gadis kecil itu pun terbangun dari pingsannya, dia pun menatap ke arah sekelilingnya dan berakhir pada sosok yang tepat berada di hadapannya.


Namun orang itu membalikkan badannya membelakangi Javanka.


Tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat, dia tahu bahwa dirinya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Apalagi dengan kakinya di ikat,


dengan keberanian yang dia kumpulkan


gadis kecil itu pun bertanya.

__ADS_1


" who, who are you! and where is this? tanya Javanka pada sang penculik.


" Ha ha ha....... penculik itu hanya tertawa terbahak-bahak.


"Please whoever you are, please let me go. ucap javanka lagi dengan suara yang tertahan karena ketakutan.


" Apa keuntungan yang akan ku dapatkan setelah berhasil melepaskan mu adik manis? tanya sang penculik yang akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Javanka.


Seketika tubuh dan wajah gadis kecil itu terpaku melihat sosok yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah Clara,


orang yang menampar wajahnya sewaktu di kantor sang papah.


" Mengapa kau hanya diam saja gadis kecil? tanya Clara sambil berjalan menghampiri Javanka.


Karena takut, reflek tubuhnya beringsut mundur sedikit menjauh.


Namun karena kakinya di ikat dia pun mundur hanya secukupnya saja.


padahal aku di sini hanya ingin bermain bersama mu. ucap Clara sambil tertawa lalu secepat kilat dia berubah murah dan sedih.


Javanka tidak menjawab, gadis kecil itu


terus berusaha untuk pergi dan menarik-narik tali yang mengikat kakinya.


Clara dengan kasar memegang dagu Javanka lalu menampar wajah gadis kecil, dimana tempat dia dulu menampar Javanka.


Plakkkk..... sangat keras dan nyaring,


sampai pipi tembem itu terlihat merah matang sampai-sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah.


" Ini baru pemanasan sayang,

__ADS_1


Tante masih memiliki permainan yang lebih seru. Kamu cukup nantikan saja permainannya


Ha ha ha...... ucap Clara dengan sinis mendorong gadis kecil itu hingga tersungkur.


Lalu Clara pun memulai aksinya,


dia mengajak Javanka memainkan permainan. Jika Javanka tidak berhasil menjawabnya maka Clara akan memukul dan membenturkan kepala gadis kecil itu.


Sampai-sampai gadis kecil itu hanya bisa merintih kesakitan, dia tidak berani mengeluarkan tangisannya.


Karena jika dia menangis Clara akan terus menampar wajahnya.


Setelah beberapa jam dan berbagai penyiksaan yang Clara lakukan pada Javanka,


akhirnya gadis kecil itu pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Entah karena rasa sakit yang tak tertahankan, atau memang tubuhnya sudah tidak sanggup menerima penyiksaan yang Clara berikan.


" Hey... kau bangun.... ayo kita bermain lagi. ucap Clara sambil menendang kaki Javanka, kala melihat gadis kecil itu tergeletak tak berdaya.


" Yahhh...... tidak seru, pada hal aku masih ingin bermain dengan mu.


Tapi untuk sekarang, aku akan berbaik hati dan mengijinkan mu untuk istirahat karena besok kita akan bermain permainan yang lebih seru lagi. ucap Clara pada Javanka yang sudah pingsan, dia pun pergi meninggalkan gadis kecil itu begitu saja.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2