
Sesampainya di ruang rawat putrinya, Alex langsung menerobos masuk kedalam. Terlihat putrinya sudah sadar dan sedang duduk bersandar di tempat tidur.
" Papah. ucap Javanka dengan suara lemah namun matanya berbinar kesenangan kala melihat kedatangan sang papah.
Tanpa basa-basi Alex langsung berjalan cepat menuju putrinya, dia langsung mendekap erat tubuh mungil putrinya. Cukup lama Alex tenggelam memeluk putrinya tanpa mengatakan apapun.
Pak Rudi dan mba Nani pun langsung keluar ruangan begitu melihat kedatangan tuan besar nya, mereka ingin membiarkan tuan dan nona nya melepaskan rindu bersama.
" Pah, is papah okay? kata Javanka yang masih berada dalam pelukan sang papah, gadis kecil itu tampak bingung karena sang papah hanya diam saja sambil memeluk nya tanpa mengatakan apapun.
Namun tidak bisa di pungkiri Javanka sangat merasa bahagia dengan kedatangan sang papah.
" Papah baik-baik saja sayang, papah hanya merindukan mu saja. Jadi biarkan papah memeluk mu seperti ini sayang. kata jawab Alex tanpa melepaskan pelukannya dari putrinya.
Javanka hanya tertawa kecil karena tingkah sang papah, tapi gadis kecil itu tetap membiarkan sang papah memeluk nya karena sejujurnya dia pun sangat merindukan kehadiran sang papah.
__ADS_1
Ini kali pertama Javanka di tinggal oleh sang papah dalam waktu yang sangat lama, pasti lah gadis kecil itu sangat menantikan saat-saat seperti sekarang.
" Papah can you let go first? Avan can't breathe papah. ucap Javanka akhirnya meminta sang papah melepaskan pelukannya.
" Akhhh.... papah kan masih kangen sama kamu sayang. ucap Alex dengan manja namun dia tetap melepaskan pelukannya.
" can you hug Avan again later, papah. kata Javanka dengan suara lemahnya tapi gadis kecil itu tetap tersenyum manis pada sang papah.
" bener yah? nanti boleh peluk lagi. ucap Alex pada putrinya, Javanka hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
" Sayang apakah ada yang tidak terasa nyaman? tanya Alex dengan cemas sambil menciumi tangan mungil milik putrinya.
" Kamu tidak bohong kan sayang? tanya Alex lagi yang tidak percaya dengan ucapan putrinya yang selalu menyembunyikan perasaannya sendiri.
" Avan no lie papah, Avan is fine. Even Avan really wants to go back home, Avan doesn't like it here, papah. jawab Javanka berubah mengalihkan pembicaraan nya dengan sangat papah.
__ADS_1
Sebenarnya Javanka merasa sangat tidak enak di seluruh tubuh nya, tapi gadis kecil itu berubah menahan nya. Senyaman apa pun ruang rawat di rumah sakit ini, tapi tetap saja tempat yang paling nyaman adalah rumah sendiri.
" Tidak bisa sayang kamu harus di sini dulu, sampai kamu sembuh. tolak Alex
" but papah never promised never to bring Avan to this place again. masih berusaha membujuk sang papah agar membawa nya pulang ke rumah.
" Javanka dengarkan papah, jika papah bilang tidak bisa, yah jawaban nya akan tetap sama sayang. kata Alex namun ucapnya sedikit ada penekanan di setiap katanya.
Mendengar sang papah sudah memanggil nama nya seperti itu, Javanka langsung diam dan tidak merengek meminta pulang lagi.
Gadis kecil itu sudah tahu kalau sampai papah nya memanggil namanya seperti itu, pasti itu sebagai sebuah peringatan dari sang papah untuk diri nya. Agar dirinya tidak membantah lagi dan patuh akan kata-kata sang papah.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐