
Alex terbangun lebih awal dari putrinya, pria itu mengelus rambut putrinya dengan lembut lalu beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai menggosok gigi dan mencuci wajah nya, Alex pun keluar dengan wajah yang segar. Lalu pria tampan itu pun membuka laptop sambil memegang ponselnya.
" Mumpung masih pagi lebih baik aku kerjakan beberapa pekerjaan ku sambil menunggu tuan putri bangun dari tidurnya. ucap Alex pada dirinya sendiri.
Alex duduk menghadap ke arah tempat tidur sesekali dia melirik putrinya yang masih tertidur, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
Dengan kacamata yang terpasang dan wajah yang serius itu, semua wanita akan tergila-gila padanya bahkan mungkin ada berkarung-karung wanita di luar sana yang ingin menjadi istri sekaligus mamah untuk Javanka.
Pria yang begitu tampan, penyayang, pekerjaan keras, mapan dan memiliki tubuh atletis, namun keras kepala cenderung dingin acuh tak acuh dan merasa paling benar.
Begitulah Alex si duda satu anak itu, walaupun dia harus menjadi papah sekaligus mamah untuk putri semata wayangnya, Alex tidak pernah mengeluh sama sekali, dia justru menikmati semua momen berharga putrinya.
Karena bagi dirinya putrinya adalah jantung dalam kehidupannya, jadi jika putrinya tidak bahagia dia pun akan merasakan nya juga.
Tak berselang lama seorang suster masuk ke dalam ruangan, tentunya setelah Alex membukakan pintu untuknya. Suster itu sempat terpesona melihat Alex namun dengan cepat dia tersadar.
__ADS_1
Sang suster datang ke ruangan Avan karena harus memasang jarum infus pada lengan gadis kecil itu, selama suster itu mengerjakan tugasnya, Alex hanya memperhatikan dari tempat dia duduk sambil mengerjakan pekerjaannya.
Sesekali suster itu melirik ke arah dimana Alex duduk, sementara Javanka masih tertidur nyenyak. Mungkin karena kemarin gadis kecil itu tidak tidur siang di tambah semalam dia tertidur sangat larut.
Ya Tuhan......... tuan Alex benar-benar sangat tampan, sedari tadi jantung ku ribut terus menerus. Jantung ini mengetahui pria bermerek dan tidak, tapi aku cukup tahu diri kalau aku tidak pantas dan tidak mungkin namun jantung ku tidak mau sadar..... bagaimana dong????........
Sementara selesai membereskan pekerjaannya si suster pun dengan gugup pamit pada Alex, lalu berlari keluar ruangan.
" Ada apa dengannya? ucap Alex sendiri bingung dengan tingkah si suster barusan.
Alex pun langsung menutup laptopnya dan mengikuti kemana putrinya dibawa, ada perasaan takut yang menjalar namun Alex berusaha untuk tenaga dan pikiran positif.
Berbeda dengan Javanka, gadis imut itu masih saja tertidur dengan tenang. Walaupun sempat di gendong berpindah ke ranjang dorong dia hanya bergumam kecil lalu kembali tertidur, Alex yang melihat itu hanya tersenyum gemas begitu pula dengan para petugas itu.
Sesampainya di depan ruang operasi Caca sudah ada dan sedang berbicara dengan beberapa dokter yang akan menangani Javanka, sekertaris Aldo dan David pun muncul berbarengan.
" Memang akan dilakukan sekarang operasinya Lex? tanya David yang sudah ada di hadapan Alex.
__ADS_1
" Operasinya di lakukan siang ini namun karena ada beberapa pemeriksaan Avan harus masuk lebih awal. jawab Alex apa adanya sambil melihat putrinya masuk ke dalam ruang operasi.
David pun mengangguk-angguk kepalanya lalu menepuk pelan pundak Alex seakan memberikan kekuatan pada Alex.
" Nona pasti bisa menghadapi semuanya tuan muda, dan dokter pun pasti akan melakukan yang terbaik untuk nona tuan muda. ucap sekertaris Aldo yang mencoba menghibur tuan mudanya yang terlihat gusar.
Padahal dirinya sendiri pun merasakan nya juga jantung nya berdetak kencang tidak karuan karena gusar dan cemas, Alex yang mendengar itu pun menatap ke arah sekertaris nya lalu tersenyum tipis.
Caca yang melihat Alex, David dan juga sekertaris Aldo berdiri di depan ruang operasi, dia pun berjalan menghampiri ketiga sahabatnya setelah berpamitan pada rekan-rekannya.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1