
Di sela-sela pembicaraan ayah dan putri kecilnya yang terlihat harmonis itu, semua para pelayan yang berdiri tegak tak jauh dari keduanya mereka dengan susah payah menahan untuk tidak tertawa.
*Ya Tuhan.... apa yang terjadi pada tuan hahahahhaha..... tolong aku mohon jangan sampai aku tertawa.....
kenapa tuan berpakaian seperti itu sih hahahahah....... kan jadi keliatan belum siap nya.
hahhahahhha........ ini pasti karena nona mangkanya tuan berpakaian seperti itu*.
Semua para pelayan hanya bisa menggigit bibir nya agar tidak tertawa, bagaimana tidak melihat tuan nya yang berpakaian formal namun tidak dengan celana nya.
Alex sampai tidak ada pikiran yang terlintas sedikit pun untuk mengganti bajunya, dia langsung berlari turun ke lantai bawah untuk mencari putri semata wayangnya.
Dan dia pun sudah menyadari kalau semua para pelayan sedang bekerja keras untuk tidak tertawa karena nya, Alex bahkan tidak memperhatikan soal itu yang ada di pikirannya sekarang hanya putrinya yang paling penting.
" Sayang apakah kamu mau liburan, kan sudah lama sekali kita tidak liburan. tanya Alex tiba-tiba pada putrinya yang sedang asyik bermain air sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
" Hemmmmmm....... Avan wants to go on vacation but Avan doesn't want to go alone. jawab Javanka dengan mulut yang di penuhi makanan sambil menatap kearah papah nya.
__ADS_1
" Memang siapa yang bilang kamu akan pergi liburan sendiri? tanya Alex dengan tersenyum devil dan menarik pipi gembul putrinya dengan gemas.
" Indeed, no one told Avan, but Papah certainly couldn't come with Avan. jawab Javanka lalu menepuk pelan tangan papah nya dengan mencubit pipinya.
" Kenapa papah tidak bisa ikut bersama mu? tanya Alex lagi sambil kedua tangannya menarik pipi kanan dan kiri putrinya secara bersamaan.
" papa is sick.......... ucap Javanka sambil mencubit tangan papahnya agar berhenti mencubit pipinya.
" Aduhhh..... duhhh....... yang mana yang sakit sayang? tanya Alex dengan manjanya namun wajahnya memperhatikan senyuman nakal.
" Hahahahahahhahha......... kok kamu galak banget sih sayang sama papah. ucap Alex sambil tertawa terbahak-bahak merasa puas mengerjai putrinya.
Javanka yang melihat papahnya menertawai dirinya pun merasa sakit hati, dia pun mulai berpikir untuk membalas perbuatannya papahnya.
Setelah beberapa saat gadis kecil itu berpikir, akhirnya dia pun menemukan cara untuk membalas dendam kepada papah dengan senyuman misterius gadis kecil itu berjalan ke menuju dapur.
Tak berselang lama dia kembali membawa sesuatu di balik tangan nya, lalu dia memasukkan kedalam kopi milik papah nya.
__ADS_1
Dengan senyum devil nya gadis kecil itu mengaduk kembali kopi itu, lalu dia serahkan pada papahnya yang masih saja tertawa.
" Papah is drinking the coffee, Papah must be thirsty from laughing all this time. kata Javanka sambil menyerahkan kopi pada papahnya.
Alex pun menerima nya tanpa mencurigai putrinya sedikit pun, dengan senyuman yang mengembang dia pun menyeruput kopi itu.
" Bresssssssss..... Alex menyemburkan kopi yang ada di mulutnya ke kolam ikan, di saat itu pula Javanka tertawa terbahak-bahak sambil berjalan menghampiri papah nya.
" Hahahahhaha........ I'm sure it tastes really good papah. ucap Javanka sebelum dia meninggalkan papah dengan tawa yang begitu renyah dan puas.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1