
Hari-hari berlalu begitu saja, kado yang di beli oleh Javanka untuk sang papah pun sudah di terima oleh pak Rudi, beliau langsung menyiapkannya dengan baik.
Begitu juga dengan Sekertaris Aldo pun sudah menemukan akademi yang cocok untuk nonanya, beserta dengan supir barunya. Tak lupa dia juga memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menyamar menjadi seorang pengajar di akademi tersebut.
Sekertaris Aldo hanya ingin memastikan jika nonanya tetap aman dan baik-baik saja, dan semuanya berjalan sesuai yang diinginkan oleh tuan mudanya.
Dalam satu waktu itu juga sekertaris Aldo telah menyiapkan pesta ulang tahun untuk tuan mudanya, yang akan di selenggarakan di taman yang telah selesai di bangun oleh Alex untuk masyarakat umum.
Dia juga sudah menyebarkan beberapa undangan resmi untuk beberapa kolega bisnis tuan mudanya beserta para pekerjanya dan walikota setempat, tak lupa sekertaris Aldo juga sampai membuat iklan di televisi yang mengumumkan bahwa siapapun boleh hadir dalam acara peresmian dan ulang tahun tuan mudanya.
Karena itu permintaan Alex sendiri pada sekertaris nya, Alex ingin di hari peringatan dirinya di lahirkan ke dunia ini bisa berbagi kebahagiaan untuk semua orang.
Pagi-pagi saat sebelum acara di mulai, Javanka sudah bangun dari tidurnya, gadis kecil itu sudah memasang banyak alarm karena dia tidur di kamarnya bukan di kamar sang papah.
Semalam Alex yang memang pulang sangat terlambat, karena banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan. Jadi dia memutuskan untuk tidur sendiri dan tidak menganggu putrinya yang sudah tertidur pulas.
Javanka langsung bergegas mandi di bantu oleh beberapa pelayan, setelah selesai dengan kerepotan nya. Kini gadis itu sudah tampil cantik, manis, imut dan menggemaskan.
Begitu dia keluar pak Rudi sudah ada di depan pintu diikuti oleh tiga pelayan yang membawa kue ulang tahun, melihat Javanka pun tersenyum sambil mengacungkan kedua jempol nya.
Perlahan-lahan Javanka masuk ke dalam kamar papahnya, kamar itu begitu gelap dan sunyi. Javanka pun melihat kearah tempat tidur dimana sang papah masih terlelap dalam tidurnya.
Dengan instruksi dari pak Rudi beberapa pelayan dan penjaga pun mendekorasi kamar tuan mudanya dengan sangat cepat dan hati-hati agar tidak menggangu tuan mudanya yang sedang terlelap.
__ADS_1
Setelah selesai Javanka pun berjalan dengan perlahan mendekati papahnya, sambil membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang sudah menyala.
Pak Rudi pun memencet tombol remote control untuk menyalakan semua lampu yang ada di dalam kamar tuan mudanya, seketika lampu pun langsung menyala dengan diiringi oleh suara nyanyian.
" Happy birthday to papah.......... begitu lah kira-kira nyanyian nya, sontak Alex pun langsung bangun dari tidurnya karena suara yang begitu gaduh.
Matanya terbelalak melihat sesuatu yang ada di hadapannya, kejutan yang begitu manis dari putri tercintanya dan orang-orang yang ada di Mansion.
" happy birthday papah. kata Javanka sambil tersenyum manis pada sang papah.
" Selamat ulang tahun tuan muda. ucap para pelayan, penjaga, dan pekerja lainnya serta pak Rudi.
Alex masih diam mematung menatap ke arah depan dia masih belum bisa sadar sepenuhnya dari tidurnya, pria itu hanya bengong saja.
Alex pun buru-buru berdoa menutup matanya lalu meniup lilinnya yang sudah mulai meleleh, setelah itu dia baru sepenuhnya sadar jika ini bukan mimpi.
Pak Rudi pun berjalan menghampiri nonanya lalu memberikan sebuah kotak yang begitu besar, sementara Alex masih belum bereaksi pria itu hanya diam memperhatikan.
" Papah this is a gift from Avan for papah. kata Javanka sambil menyerahkan kotak besar tersebut pada sang papah.
" Terima kasih sayang. ucap Alex pada putrinya sambil memeluk dan menciumnya.
" Cut the cake papah. ucap Javanka yang tidak sabar lagi mencicipi kue buah itu.
__ADS_1
Lalu Alex pun memotongnya setelah pak Rudi menyerahkan pisau kue, lalu dia pun menyuapi putrinya yang sedari tadi sudah membuka mulutnya.
" Aaaaaaaa....... ucap Alex menyuruh putrinya membuka mulut lebar-lebar.
" Aaaaaaaa....... ammmmm. potong pertama kue itu pun masuk ke dalam mulut Javanka.
" Emmmmmmmmm....... very delicious. ucap Javanka kegirangan sambil tersenyum manis dan mengacungkan kedua jempol nya.
Sontak semua orang pun tertawa melihatnya, sementara Alex hanya tertawa simpul dengan kelakuan putri semata wayangnya. Lalu dia pun mencicipi kue itu, baru setelah nya Alex memberikan pada pak Rudi untuk di bagikan pada semua para pekerjanya yang ada di Mansion.
Pak Rudi pun mengambil alih kue itu dan membawanya ke luar kamar, para pelayan dan pekerja lainnya pun ikut keluar dari kamar tuan mudanya. Kini tinggal Alex dan putrinya lah yang ada di dalam kamar itu, sementara Javanka masih asyik makan kue di samping sang papah.
" Kok sih nak yang keenam makan kuenya. ucap Alex menegur putrinya.
Javanka hanya tersenyum malu-malu tapi tetap melanjutkan makannya.
" Jangan terlalu banyak memakan makanan manis, nanti gigi mu bisa rusak sayang. ucap Alex sambil menarik hidung putrinya gemas.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐