
Karena pikirannya berantakan, Alex pun berusaha untuk fokus pada pekerjaannya. Dia mengurung dirinya di dalam ruangan nya, pria itu berusaha keras untuk tidak memikirkan tentang kondisi putrinya.
Sampai sekertaris Aldo pun masuk ke dalam ruangan tuan mudanya, dia pun melirik ke atas meja dimana makan siang tuan mudanya masih utuh tanpa di colek sedikit pun.
" Tuan muda. panggil Aldo pelan.
" Oh kau, sudah berapa lama kau berdiri di situ? tanya Alex yang baru sadar dengan kehadiran sekertaris nya.
" Belum lama tuan muda. jawab Aldo sopan.
" Sepertinya sudah waktunya yah kita meeting? tanya Alex lagi sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Iya tuan muda. jawab sekertaris Aldo.
" Baiklah, Ayo kita ke ruang meeting. kata Alex lalu bangkit dan duduk nya.
" Tuan muda, apakah tuan muda tidak akan makan siang terlebih dahulu? tanya sekertaris Aldo yang khawatir dengan kondisi tuan mudanya.
" Tidak perlu, aku tidak lapar. jawab Alex singkat lalu berjalan keluar ruangan nya, sekertaris Aldo pun hanya menghela nafasnya lalu mengikuti tuan mudanya.
__ADS_1
Begitu Alex masuk dan duduk di kursi kebesarannya, saat itu juga meeting pun di mulai. Dengan serius Alex mendengarkan penjelasan dan juga proposal yang diajukan oleh karyawan nya, sementara sekretaris Aldo hanya berdiri di samping tuan mudanya dan ikut mendengarkan.
Tanpa terasa waktu meeting selama kurang lebih tiga jam lamanya akhirnya terlihat selesai, Alex langsung keluar dari ruang meeting dan berjalan kembali ke ruangannya.
" Sepertinya nona masih belum sadarkan diri yah? ucap salah satu karyawan yang masih ada di dalam ruang meeting pada rekannya.
" Iya, aku juga berpikir begitu. Kasihan tuan muda, kalau aku boleh memilih mendiang tuan muda yang sekarang atau yang dulu. Aku akan memilih yang dulu, biar saja aku di marahin habis-habisan kan ada nona yang akan selalu membela ku, tapi kalau saat ini tuan muda sudah seperti mayat hidup yang sudah enggak menjalani kehidupan nya. ucap karyawan yang lain ikut menimpali.
" Iya bener, jika dulu kita melakukan kesalahan sedikit saja. Tuan muda pasti akan memarahi semua departemen, namun nona akan datang dari membela kita, tapi sekarang jalankan kesalahan kecil, kesalahan yang besar saja tuan muda sudah tampak tidak begitu perduli. ucap yang lain menambahkan.
Memang semua pun hanya bisa terduduk lesu, dengan menarik nafas panjang. Mereka tidak tahu harus berbuat apa agar tuan muda bisa kembali seperti dulu lagi, minimalis bisa menjalani hari-harinya yang lumayan baik.
" Hemmmmmm...... sepertinya boleh juga. kata rekannya.
" Baiklah kalau begitu kita akan bagi-bagi tugas sesuai dengan departemen masing-masing, ingat yah jangan sampai bocor. Karena kita ingin memberikan surprise pada tuan muda, walaupun tidak seberapa. jawab yang lain dengan bersemangat.
Mereka pun mulai membagi-bagikan tugas, dan mulai merencanakan apa yang akan mereka lakukan di luar setelah pulang kantor.
Di sisi lain Alex yang sudah berada di perjalanan menuju rumah sakit, hanya duduk diam di kursi belakang, sesekali terdengar helaan nafasnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Alex langsung bersih-bersih, karena dia sudah sangat ingin menemui putrinya. Semua yang di lakukan oleh Alex tidak pernah lepas dari perhatian sekertaris nya, pria itu tampak begitu sedih melihat tuan mudanya, dia juga tidak tahu harus berbuat apa karena ini diluar dari kemampuan nya.
" Selamat malam sayang. sapa Alex lembut begitu dia masuk ke dalam ruangan putrinya sambil tersenyum manis.
" Apa kabar hari ini sayang? semoga kamu baik-baik saja yah, apakah kamu bosan karena seharian di tinggal sendiri oleh papah? tanya Alex yang seakan-akan mengobrol dengan putrinya yang tidak sadarkan diri.
" Pasti bosan yah? maaf yah sayang, tadi papah ada meeting penting. Jadi papah tidak bisa pulang cepat, maaf yah? kamu tidak marah pada papah kan sayang? tanya Alex sambil menggenggam tangan putrinya.
" Ha ha ha....... papah lupa, anak papah kan tidak pernah marah pada papah. Kalau sudah menyangkut pekerjaan, kamu adalah anak paling pengertian sedunia sayang. ucap Alex sendiri sambil tertawa sendiri juga.
Aldo dan Caca yang melihat itu pun hanya bisa meremas tangannya frustasi, mereka benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Melihat mu yang sudah seperti orang gila, hatiku sakit sekali Lex. Aku tahu Avan adalah sosok yang berharga dalam hidup mu, tapi dia juga sudah seperti racun untuk dirimu juga.
Ohhhh....... my princess, lekas lah bangun dari tidur panjang mu. Kasihan papah mu sayang, beliau sudah seperti sepotong kayu yang enggan hidup karena tanpa sengaja akarnya telah terpotong.
Tuan muda, kumohon maaf saya atas ketidak becusan saya, saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa agar nona bangun. Tolong maafkan sekertaris mu ini tuan muda.
Nona, apakah anda tidak merasa lelah terus menerus berbarengan di atas ranjang pasien, apakah anda tidak ingin berlari keluar untuk menghirup udara segar.
__ADS_1
Lekas lah bangun nona, kami semua sudah tidak sanggup lagi berada di dalam kegelapan ini. Kami benar-benar membutuhkan nona yang sudah seperti cahaya mentari pagi yang cerah dan hangat.