
Javanka terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu hanya memandangi langit-langit kamar nya. Dia hanya diam tanpa mengeluarkan suara nya sepatah kata pun, bahkan dia tidak mencari keberadaan papah nya.
Setelah beberapa saat lamanya dia dia, akhirnya dia pun bergerak lalu berjalan menuju kamar mandi. Entah kenapa gadis itu melepas paksa jarum infus yang menempel di tangan nya, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Alex yang berada di balkon kamar pun dengan cepat bergegas masuk, begitu dia mendengar suara pintu terbuka lalu tertutup.
Lalu matanya sibuk mencari keberadaan putrinya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat darah yang berceceran di lantai. Dan pandangan nya tertuju pada tiang infus yang di pakai oleh putrinya.
Tokkk....tokkk.....tokkk...... sayang apakah kamu di dalam, sayang jawab papah. Tolong cepat buka pintu nya sayang. ketukan pintu berulang terdengar suara Alex yang sudah khawatir dengan keadaan putrinya.
" Sayang cepat buka pintu nya, kenapa kamu melepas jarum infus nya sayang. suara Alex semakin bertambah, apalagi dari dalam kamar mandi putrinya tidak menjawab pertanyaan dari nya.
Alex semakin bertambah khawatir, karena di dalam kamar mandi tidak ada suara apapun. Apa lagi jawaban dari putrinya.
Alex terus menggedor-gedor pintu kamar mandi, sambil memanggil-manggil nama putrinya. Namun usahanya nihil tidak membuahkan hasil sama sekali.
__ADS_1
Karena sudah panik sekaligus khawatir dengan keadaan putrinya, Alex pun dengan segera mendorong pintu kamar mandi.
Brakkk..... suara pintu kamar mandi yang berhasil Alex buka dengan paksa, dengan cepat matanya Alex mencari keberadaan putrinya, di setiap sudut kamar mandi.
Terlihat lah sosok yang dia cari-cari, gadis kecil itu hanya duduk membungkuk memeluk lutut nya dan membenamkan wajahnya di pojokan.
Tubuhnya bergetar hebat, seakan-akan dia sedang kedinginan, kenyataan nya gadis kecil itu sedang menangis dengan tangan yang bercucuran darah.
Alex pun langsung bergegas menghampiri putrinya lalu memeluk nya, dia tahu pasti ada yang tidak beres dengan putrinya. Apa lagi sampai putrinya menyakiti dirinya sendiri.
Tanpa berkata sepatah kata pun, Alex menggendong tubuh mungil putrinya, keluar dari kamar mandi. Dengan cepat dia membersihkan dan mengobati luka di tangan putrinya.
Alex hanya menatap wajah putrinya, sedangkan pandangan Javanka terlihat kosong tak tentu arah bahkan mungkin seperti orang yang sedang melamun.
Aku tahu ini pasti akan terjadi lagi..... sial apa yang sebenarnya terjadi pada mu sayang.....
__ADS_1
Dengan tidak sabar Alex memencet beberapa kali tombol itu, lalu dia pun keluar dari ruangan putrinya. Alex langsung meninju dinding di depan ruangan putrinya, yang membuat tangan nya terlalu dan mengeluarkan darah.
Tak berselang lama, perawat dan dokter pun datang Alex langsung meminta mereka masuk. Tak lupa Alex juga meminta agar dokter menyuntikkan obat tidur pada putrinya.
*Aku harus mencari penyebab nya, tidak mungkin karena dia hanya ingin pulang sampai-sampai dia melukai dirinya sendiri.
Pasti ada yang tidak beres, selama aku tidak ada di samping nya, aku harus mencari tahu kebenaran nya*.
Javanka pun akhirnya tertidur kembali setelah di suntikan obat tidur oleh dokter, ketika sang dokter hendak memasangkan kembali jarum infus di yang nya tangan. Alex menghentikan dan berkata tidak perlu memasang nya lagi, sang dokter hanya mengangguk dan menuruti keinginan Alex.
Setelah selesai dengan tugasnya, dokter dan perawat itu pun keluar dari ruangan Javanka. Tangan Alex pun sudah di obati oleh dokter tadi.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐