Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 207


__ADS_3

" Apa kau bilang? sok pintar, ku beri tahu yah anak dungu seperti mu. Kecerdasan ku itu sangat jauh melebihi dirimu yang bodoh itu. ucap sisi dengan marah pada Lala.


Javanka pun terus berusaha untuk memisahkan mereka berdua, karena mereka para guru sedang istirahat makan siang.


" That's enough, don't fight anymore Lala sisi. ucap Javanka dengan wajah panik memisahkan kedua temannya.


" Jangan ikut campur kau Javanka, dasar anak manja. ucap sisi lalu mendorong tubuh mungil Javanka hingga jatuh tersungkur di lantai.


" Javanka kamu baik-baik saja. tanya Lala dengan panik, dia langsung menghampiri Javanka dan membantunya berdiri.


" Kau yah sisi? benar-benar anak nakal. teriak Lala dengan marah pada sisi. " Lihat ini, gara-gara kau lutut Javanka terluka. ucap Lala makin murka pada sisi.


" Ha ha ha....... itu karena salah nya sendiri lah, siapa suruh dia jadi anak sok suci. ucap sisi menyeringai penuh kemenangan di iringi dengan suara tawanya dan teman-temannya.


" Kau juga Javanka, kenapa sih mau berteman dengan nya. Padahal kan orang tua Lala itu mantan narapidana, karena terjerat kasus penggelapan uang. ucap sisi yang menyebarkan aib keluarga Lala. " Kalau jadi kamu sih, ogah berteman dengan nya yang anak dari mantan narapidana. langsung sisi lagi dengan nada yang menyindir Lala.


Mendengar ucapan sisi, seketika suasana kelas menjadi riuh. Anak-anak lain sibuk berbisik-bisik satu sama lain, sementara Lala terlihat begitu tertekan dengan keadaan itu.


Melihat reaksi Lala yang hanya diam saja dan tubuhnya bergetar hebat, Javanka pun langsung membawanya untuk duduk di kursi.


" Hey sisi, what's wrong with you? Is your life not getting enough attention? or is your nature like this? beruntung pertanyaan yang Javanka lemparkan pada sisi.


" Apa maksud mu? tanya sisi dengan marah.


" Let's compete like what you want then? ucap Javanka akhirnya menerima tantangan dari sisi beberapa waktu silam.

__ADS_1


" Oke, siapa takut. jawab sisi makin marah. " Aku ingin kompetisi ini di lakukan hari ini juga. lanjut sisi lagi dengan mata tajam menatap Javanka.


Mendengar ucapan Javanka Lala langsung berjalan menghampiri Javanka, dia langsung menggelengkan kepalanya minta agar Javanka tidak melakukan hal itu.


Javanka hanya tersenyum simpul pada Lala lalu berjalan menghampiri sisi.


" But I want two conditions that you must fulfill. ucap Javanka pada sisi.


" Katakan lah, lagi pula aku sangat yakin jika kau tidak akan pernah bisa menang dari ku. jawab sisi mengejek Javanka.


" I want this competition to be held in front of all the misses, and I also want if I win this competition I hope you don't disturb anyone? ucap Javanka pada berani.


" Oke ku terima syarat mu. jawab sisi sambil menyeringai dan berjalan meninggalkan mereka.


Lalu Javanka pun dengan tenang mengajak teman-teman nya makan siang termasuk Lala, selama makan siang Lala terlihat tidak nyaman dan gugup.


Lalu sisi pun berjalan menghampiri Miss isyka, dan terlihat dia seperti mengatakan sesuatu. Setelah mendengar ucapan sisi Miss isyka pun tampak terkejut, dan berjalan menghampiri Javanka.


" Javanka sayang, apakah benar kamu mengajak sisi berkompetisi? tanya Miss isyka pada Javanka.


" That's right Miss. jawab Javanka dengan pasti.


" Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kamu mengajaknya berkompetisi? apakah kalian bertengkar? beruntun pertanyaan yang Miss isyka lempar pada Javanka.


Mendengar pertanyaan itu Javanka pun mengerutkan keningnya, sementara sisi terlihat tersenyum jahat.

__ADS_1


" Miss sebenarnya Javanka tidak mengajak sisi bertanding, justru sisi lah yang dulu menantang Javanka. jawab Lala berusaha membela Javanka.


" Lala tolong diam, Miss sedang berbicara dengan Javanka bukan dengan mu. ucap Miss isyka yang tampak marah.


" Tapi Miss ..... belum sempat Lala menyelesaikan ucapannya, Javanka hanya menggelengkan kepalanya. Melarang Lala untuk terlibat apa lagi membela dirinya, melihat itu akhirnya Lala pun diam.


Sementara Miss yang lain hanya diam memperhatikan termasuk Miss Mona yang tidak tahu apa-apa, sedangkan sisi diam-diam tertawa jahat.


" Jawab Javanka, jangan diam saja. Apa benar begitu? tanya Miss isyka makin marah karena melihat Javanka hanya diam saja.


Javanka terlihat menarik nafas dalam-dalam, gadis kecil itu berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif.


" Miss can check directly into the cctv room in the surveillance room, is it true that I said that or not. jawab Javanka santai sambil menunjuk cctv yang ada di pojok kelas nya.


Mendengar ucapan Javanka sisi tampak terkejut sekaligus panik, gadis kecil itu berusaha berpikir agar para guru tidak mengecek cctv.


" Papa always said to Avan, it's not good if we listen to stories from only one source and we immediately conclude what we hear without looking for the real truth. ucap Javanka lagi yang membuat Miss isyka tidak bisa membantah apa yang di katakan oleh gadis kecil itu.


Miss Mona yang mendengar ucapan Javanka pun seketika terpana dibuat nya, dia benar-benar semakin merasa takjub dengan gadis cantik nan mungil itu.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2