Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 125


__ADS_3

Sesampainya di dalam rumah Javanka langsung meneguk segelas air putih dalam sekali tenggak, Alex yang melihat tingkah putrinya pun hanya tertawa renyah.


" Haus yah Bu? ucap Alex dengan iseng.


Javanka yang mendengar ucapan sang papah hanya melengos.


Alex pun tertawa terpingkal-pingkal melihatnya, dia pun terus menggoda putrinya sampai dimana wajah Javanka berubah memerah seperti akan menangis.


" Avan don't want to sleep with papah. ucap Javanka dengan marahnya dan mengancam papah nya.


" Ja jangan begitu dong sayang, papah minta maaf deh. Papah hanya bercanda tadi beneran deh. ucap Alex yang langsung berubah.


Javanka mengabaikan apa yang di katakan oleh papah nya itu, gadis kecil itu tahu betul sifat jahil sang papah. Papah tidak akan berhenti meledeknya, sampai dirinya menangis barulah papah nya akan berhenti.


Aldo yang sedari tadi mengikuti mereka dari belakang bersama dengan pak Rudi hanya bisa menahan senyum nya.


Javanka langsung berjalan meraba-raba meninggalkan papah yang terus memanggilnya dan minta maaf pada dirinya.


Lagian tuan mudanya sih yang cari masalah, sudah mengganggu nona bermain sepeda di tambah meledek nona habis-habisan.

__ADS_1


pikir sekertaris Aldo.


Tidak dulu atau saat ini, tuan selalu saja senang menjahili nona Javanka sampai marah. Kalau sudah seperti ini kan tuan sendiri yang akan repot membujuk nona.


pikir pak Rudi yang tidak habis pikir dengan kelakuan tuan mudanya.


Javanka langsung naik ke lantai atas di bantu oleh pengasuhnya, Alex hanya mengikuti putrinya dari belakang. Sesampainya di kamarnya gadis kecil itu langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


Alex pun langsung buru-buru mengetuk pintu dan meminta maaf pada putrinya, namun Javanka tetap menghiraukan papah nya.


Gadis kecil itu meminta untuk membersihkan tubuhnya karena hari sudah mulai malam, tentunya di bantu si pengasuh yang selalu setia menemaninya.


Dengan bermain air dan berendam di bathtub yang berisi air busa, Javanka pun kembali ceria gadis kecil itu kembali tersenyum dan bermain-main air.


Pria itu memilih bekerja terlebih dulu baru lah ia akan mencari cara bagaimana dia akan merayu agar bisa mendapatkan maaf dari putri semata wayangnya.


Setelah beberapa saat lamanya waktu pun sudah menunjukkan pukul 19:15 malam hari, Alex langsung keluar dari ruangan nya dia hendak mengajak putrinya makan malam.


" Sayang buka dong pintunya? ucap Alex sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar putrinya.

__ADS_1


" Sayang, Ayo buka dong pintunya. Ini sudah waktunya makan malam lho, apa kamu tidak lapar? kata Alex yang masih berusaha membujuk putrinya.


" Permisi tuan muda. ucap pelayan yang tiba-tiba menghampiri Alex dengan menundukkan kepalanya.


" Ada apa? tanya Alex.


" Anu tuan muda, hemmmm...... sebenarnya nona sudah selesai makan lagi tadi. ucap si pelayan dengan gemetar ketakutan.


" Kapan? tanya Alex kembali.


" Se sekitar dua puluh menit yang lalu, di dalam kamar tuan muda. jawab nya jujur dengan masih gemetaran.


Alex yang mendengar itu langsung mengibaskan tangannya, tanda menyuruh pelayan itu untuk pergi. Si pelayan yang melihat itu langsung menunduk dan pergi dengan cepat.


" Hahhhhhhhh........ panjang nih urusannya. gumam Alex sambil menjambak rambutnya, lalu dia pun masuk ke dalam kamar pribadinya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2