Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 34


__ADS_3

Dari pagi Alex sengaja tidak menghubungi putrinya karena dia ingin memberikan kejutan pada putri tercinta nya, Namun malah dia yang lebih dulu di berikan kejutan oleh berita jatuh sakit nya putrinya tercinta nya.


Pantas saja sedari kemarin Alex kekeh meminta pulang seperti anak kecil, entah kenapa dia sudah sangat merindukan putrinya.


Alex bahkan rela tidak tidak untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya, agar hari ini dia bisa pulang.


Sepanjang perjalanan Alex hanya diam saja dengan wajah datarnya dia terus mengepalkan tangannya, sesekali dia membentak dan memaki pada sekertaris Aldo yang menyetir mobil dengan kecepatan yang terlalu rendah padahal kenyataannya kecepatannya sudah di atas rata-rata.


Namun dengan sabar sekertaris Aldo memaklumi kondisi hati atasnya nya yang tengah gelisah akan keadaan putri semata wayangnya.


Setelah sampai di rumah sakit milik nya, Alex langsung turun. Begitu mobil berhenti, tanpa menunggu sekertaris Aldo membukakan pintu mobil untuk nya. Dia langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit tanpa menutup pintu mobil, dengan segera sekertaris Aldo menutup nya dan mengejar atasnya.


" Cepat cari di ruangan mana putriku di rawat? perintah Alex dengan suara dingin nya pada petugas penjaga layanan.


" Mohon maaf tuan, Memang siapa nama Putri tuan? tanya salah satu petugas karena tidak mengenal siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


" Kau tidak mengenal ku. menggertak dengan marah Alex membanting semua benda yang ada di atas meja pelayanan, sampai kedua petugas pelayanan itu berdiri gemetar di pojokan.


" Tuan, nona di rawat di lantai mawar. Lantai paling atas yang dulu di pakai oleh nona. Kata sekertaris Aldo yang baru saja datang.


Mendengar ucapan sekertaris Aldo Alex langsung berjalan menuju lift untuk ke ruangan putrinya, tanpa mengatakan sepatah kata pun pada sekertaris Aldo.


Seharusnya Alex tahu dimana putrinya akan di rawat, karena memang Alex sendiri sudah menyiapkan ruangan khusus di rumah sakit ini. Namun entah karena panik atau khawatir Alex seperti orang bodoh yang hanya bisa marah-marah pada semua orang.


" Sebelumnya maafkan perlakuan tuan ku yah nona-nona? ucap sekertaris Aldo tersenyum manis pada kedua petugas yang ketakutan sambil merapikan semua yang terlah di kacau kan oleh atasannya.


ya Tuhan jadi yang tadi itu pak Alexander Graham Mahendra yang di juluki sebagai dewa pembisnis, sang pemilik rumah sakit xx dan perusahaan xx yang sudah maju.


Kedua petugas itu sangat bersyukur sekaligus ngeri bisa bertatap muka dengan orang penting seperti Alex.


Sekertaris Aldo hanya bisa tersenyum tipis melihat kedua petugas itu yang seperti kesenangan karena mendengar ucapan nya yang memberi tahu siapa Alex itu.

__ADS_1


Dasar ciwi-ciwi, begitu sudah mendengar siapa tuan yang baru saja mengamuk di sini. Langsung ngempet pada hal tadi sudah ketakutan setengah mati.


Sekertaris Aldo langsung menelpon seseorang untuk merapikan semua kekacauan ini, dan tak lupa dia juga memberi tahu pada kedua petugas itu untuk merahasiakan tentang kejadian yang baru saja terjadi.


Kedua petugas itu pun mengangguk mengerti, setelan selesai sekertaris Aldo pun bergegas menuju ruangan nona nya. Tak lupa dia pun memberikan uang pada kedua petugas itu dan orang yang merapikan kekacauan.


hemmmm..... sepertinya sudah selesai, kalau seperti ini nama baik tuan akan tetapi cemerlang seperti cermin ini. Sebaiknya aku bergegas menuju ruangan nona, aku sangat cemas dengan kondisi nona Javanka.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2