
📞 Sosok hitam? seperti apa sosok itu? tanya Alex pada putrinya.
📞 Seluruh wajah dan tubuhnya berwarna hitam papah namun matanya berwarna merah menyala, dia tiba-tiba datang ke rumah kita lalu dia mengambil dan membawa papah pergi jauh meninggalkan Avan. kata Javanka menceritakan sosok hitam yang hadir dalam mimpinya.
Hmmmmmm......... sepertinya kamu bermimpi tentang kejadian hari ini yang menimpa papah sayang, maaf nak sudah membuat kamu khawatir. Akan papah pastikan hal seperti itu tidak ada pernah terjadi di dunia nyata atau pun di alam bawah sadar mu, karena papah akan selalu ada untukmu dan hanya kamu tidak ada yang lain. batin Alex sambil menatap wajah putrinya.
📞 Iya sudah yah nangisnya? itu kan hanya mimpi sayang, buktinya papah sekarang dalam keadaan baik-baik saja kan. kata Alex menenangkan putrinya yang masih merasa ketakutan.
📞 Iya, tapi papah benar-benar baik-baik saja kan? tanya Javanka lagi memastikan keadaan sang papahnya.
📞 Iya sayang papah baik-baik saja kok. jawab Alex dengan pasti sambil bergerak-gerak seperti orang yang sedang berolahraga.
Javanka pun tertawa-tawa melihat tingkah laku sang papah, melihat tawa di wajah putrinya sudah kembali Alex pun merasa bahagia.
📞 Papah, kapan papah pulang? menanyakan hal yang sama yang sempat Javanka tanyakan tadi namun belum mendapatkan jawaban dari sang papah.
📞 Papah belum tahu sayang, soalnya ada beberapa urusan yang harus papah urus di sini. Tapi papah janji akan menyelesaikan nya dengan cepat. ujar Alex tidak menceritakan detail tentang masalahnya pada putri tercintanya dia tidak ingin membuat Javanka khawatir.
📞 Hng, memang papah sedang berada di negara mana? tanya Javanka sambil menatap wajah sang papah.
📞 Singapore sayang. jawab Alex jujur.
📞 Memang kalau sudah selesai urusan nya yang di Singapura papah akan pulang? tanya Javanka lagi dengan wajah polosnya.
📞 Tidak sihhhhh..... hehehhehehhe........ kata Alex sambil tertawa.
📞 Terus papah akan kemana lagi? masih bertanya pada sang papah dengan rasa ingin tahu yang tidak biasanya dilakukan oleh Javanka.
📞 Papah masih ada kunjungan lagi ke kantor yang ada di Indonesia tepatnya di Jakarta, tapi papah usahakan tidak akan lama berada di sana, agar bisa langsung pulang dan ketemu kamu deh. kata Alex menjawab dan menjelaskan pada putrinya.
📞 Oke Kalau gitu, tapi papah jangan terlalu memaksakan diri yah. Avan gak mau papah jatuh sakit karena terlalu banyak bekerja agar cepat pulang. kata Javanka yang mengkhawatirkan kondisi papahnya.
📞 Iya sayang, oh iya. Itu yang ada di dalam pangkuan mu apa nak? tanya Alex yang sedari tadi penasaran dengan benda tersebut.
__ADS_1
📞 Oh ini, Rahasia. jawab Javanka ia langsung buru-buru menyembunyikannya dari penglihatan papahnya.
📞 Hmmmmmmm........ ya sudah deh kalo gitu. jawab Alex menyerang dia tidak ingin bertanya lagi jika sudah di sembunyikan seperti itu, toh kalau ada hal-hal yang mencurigakan dia pasti akan mengetahuinya langsung dari pak Rudi atau David.
📞 Papah di sana pasti sudah hampir tengah malam yah? tanya Javanka.
📞 Iya sayang sepertinya begitu. jawab Alex sambil melihat ke arah luar jendela ruangan nya yang ternyata sudah gelap gulita.
📞 Kalau begitu papah istirahat saja, jangan lupa makan dan tidur yang nyenyak yah papah. ucap Javanka meminta papah untuk beristirahat.
📞 Baiklah sayang, kamu juga yah jangan lupa makan dan tidur tepat waktu. ucap Alex lagi sambil tersenyum manis pada sang putri tercintanya.
Dan panggilan video call pun berakhir, sekertaris Aldo yang sedari tadi berada di dalam ruangan tuan muda pun langsung menyuruh petugas kebersihan untuk membersihkan semua kekacauan yang ada di dalam ruangan tuan mudanya.
Dengan sigap mereka membersihkan setiap sudut ruangan tanpa ada satu pun yang tertinggal, lalu beberapa orang pun masuk sambil membawa beberapa kardus besar yang berisi komentar baru dan perlengkapan lainnya yang sudah di hancurkan oleh Alex.
Semua di tata sedemikian rupa sebagai mana mestinya, Alex dan sekretaris Aldo hanya duduk mengobrol tentang pekerjaan mereka dan masalah pak Yanto.
Setelah beberapa saat ruangan Alex pun sudah kembali seperti semula, seperti tidak pernah terjadi kekacauan di dalam ruangan ini.
" Sudah kau bereskan semua para karyawan yang melihat kejadian tadi? tanya Alex sambil memberikan ponselnya yang rusak.
" Sudah tuan muda, saya jamin esok hari tidak akan pernah ada gosip yang beredar tentang kejadian tadi. jawab sekertaris Aldo dengan pasti sambil mengeluarkan ponsel baru untuk tuan mudanya.
" Baiklah, akan ku percayakan semuanya pada mu. kata Alex sambil menepuk bahu sekertaris Aldo lalu masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah ruangannya.
" Selamat malam dan selamat beristirahat tuan muda. ucap sekertaris Aldo sambil memindahkan data dan email dari ponsel lama ke ponsel baru milik tuan mudanya.
" Kau juga. jawab Alex sebelum menghilang di balik pintu.
Sementara sekertaris Aldo masih tetap berada di tempatnya, setelah selesai memindahkan data. Pria itu pun masuk ke dalam ruangan satunya yang ternyata itu adalah kamar yang digunakan olehnya.
Sambil sibuk berenang di bathtub sekertaris Aldo terlihat menghubungi seseorang, dia masih saja tetap bekerja walaupun pun sudah tengah malam dimana waktunya orang-orang sudah terlelap dalam mimpi sementara sekertaris Aldo masih terjaga.
__ADS_1
Setelah selesai menelpon dan berpakaian sekertaris Aldo pun langsung melempar tubuhnya di atas tempat tidur, dan langsung memejamkan matanya.
Hari ini memang hari terberat dalam hidupnya, dia tidak menyangka jika kejadian itu akan terjadi pada tuan mudanya. Biasanya dia selalu mengetahui apapun yang terjadi di sekeliling tuan mudanya, namun masalah tadi itu sudah adalah sesuatu yang tidak pernah ia duga.
Alex mau pun sekertaris Aldo tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini terjadi pada mereka, yang membuat mereka harus sedikit bekerja keras untuk membereskannya.
Keesokan harinya Alex, sekretaris Aldo dan seorang pengacara sudah berdiri di ruang pengadilan. Sesuai dengan ucapan Alex mengajukan tuntutan pada terdakwa yaitu pak Yanto atas kasus penyelundupan barang ilegal, penggelapan dana perusahaan, pencemaran nama baik dan masih banyak lagi.
Karena itu Alex menuntut pak Yanto atas tindakan kriminalnya, dengan bukti-bukti yang Alex dan sekertaris Aldo miliki. Masalah ini bukanlah hal yang sulit, namun Alex harus tetap hadir di setiap persidangan sampai keputusan hakim di putuskan.
Karena sibuk mengerjakan pekerjaannya di tambah harus hadir di setiap persidangan membuat Alex kurang beristirahat, bahkan sekertaris Aldo tampak khawatir dengan kondisi kesehatan tuan mudanya.
" Tuan muda, lebih baik tuan muda istirahat saja. Semua pekerjaan ini biar saya yang handle, saya takut jika tuan muda terlalu memaksakan diri malah membuat tuan muda jatuh sakit. ucap sekertaris Aldo pada Alex yang baru sampai di kantor setelah hadir di persidangan.
" Kau juga pasti lelah Do, karena kau yang paling sibuk mencari semua bukti-bukti. Lagi pula aku baik-baik saja kok. jawab Alex sambil duduk di kursi kerjanya.
" Ini memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya tuan muda, lagi pula saya sangat menikmati pekerjaan yang saya lakukan untuk tuan muda. kata sekertaris Aldo dengan sopan.
" Aku tahu kau memang orang yang paling bisa diandalkan, terima kasih sudah mau bekerja keras dengan ku Do. ucap Alex yang merasa sangat beruntung memiliki sekertaris Aldo yang sangat kompeten dalam mengerjakan semua pekerjaan tanpa ada celah sedikitpun.
" Tidak tuan muda, justru saya yang harusnya berterima kasih karena tuan muda sudah percaya pada saya. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.
" Iya pokoknya aku sangat berterima kasih pada Do. ucap Alex sambil tersenyum simpul pada sekertaris nya. " Oh iya, besok adalah sidang terakhir yah? tolong pastikan dia mendapatkan hukuman yang paling berat Do. sambung Alex lagi yang merasa geram pada pak Yanto.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo dengan pasti.
" Setelah selesai di persidangan kita akan langsung terbang ke Indonesia, aku ingin cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaan ini dan kembali pulang bertemu dengan putriku. Kata Alex yang merasa sudah sangat lelah dengan semua pekerjaannya.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo lagi.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐💐