
Aldo pun mengambil alih Javanka yang ada di gendongan pengasuhnya, pria itu menggendong nonanya dengan hati-hati.
" Nona tolong berhenti lah menangis, saya mohon. ucap sekertaris Aldo yang frustasi lalu David pun berjalan menghampirinya.
Dia langsung mengambil Javanka dalam gendongan sekertaris Aldo, dia membawa keponakannya menuju taman.
" Avan sudah cukup yah nangisnya? kalau kamu menginginkan sesuatu tolong katakan saja jangan hanya menangis seperti ini, Avan kan sudah besar dan bisa berbicara. ucap David dengan lembut pada Javanka, sambil menepuk-nepuk pelan punggung gadis kecil itu.
Tak butuh waktu lama akhirnya Javanka pun berhenti menangis, gadis kecil itu pun mulai kembali tenang.
" Sudah yah, jangan menangis lagi. ucap David sambil mengusap lembut pipi Javanka yang basah karena air matanya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya.
" Mau minum tidak? tanya David
Javanka hanya mengangguk, lalu pengasuhnya pun dengan sigap memberikan air pada David. David pun membantu keponakannya memegangi gelas.
" Sudah habis, mau lagi? tanya David pada Javanka yang baru saja menghabiskan segelas air putih.
Javanka hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
" Baiklah kalau begitu. ucap David
__ADS_1
" uncle? panggil Javanka lirih
" Yah.
" where did mami uncle go? tanya Javanka pada David dengan masih sesenggukan.
" Mami pergi ke tempat dimana kamu dan semua orang yang ada di sini tidak dapat pergi ke sana. jawab David sambil menahan rasa kesedihan nya.
" where is that uncle? Avan wants to go too. kata Javanka
" Kamu tidak bisa pergi ke sana, kamu harus tetap bersama papah dan semua orang yang ada di sini. jawab David sambil merapikan rambut gadis kecil itu.
" uncle lie, mami is dead right? kata Javanka diiringi air matanya yang kembali mengalir di pipinya.
" Are you all so happy toying with Avan? pretend like nothing happened? is that fun? ucap Javanka lagi meluapkan rasa sedih, kecewa dan sakit hatinya.
David pun hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya, pria itu tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun.
Semua orang yang ada di situ hanya diam mendengarkan ucapan gadis kecil itu, mereka tidak menyangka jika Javanka akan mempertanyakan sedetail ini.
Caca dan Alex yang sedari tadi di belakang mendengarkan semua ucapan Avan pun berdiri terpaku di tempatnya, namun Caca pun berjalan menghampiri Javanka.
" Apakah Avan sudah siap dan ingin mendengar semuanya? ucap Caca tiba-tiba.
__ADS_1
Semua pun terkejut mendengar ucapan Caca, Alex yang sedari tadi diam pun beraksi.
" Apa yang kau lakukan? ucap Alex pada Caca
" Avan want. jawab Javanka, gadis kecil itu pun berjalan meraba-raba mencari dokter Caca.
" Apakah kamu yakin? tanya Caca yang berjalan menghampiri Javanka.
" Jangan berani-berani kau mengatakannya. ucap Alex pada Caca.
Javanka hanya mengangguk dengan begitu yakin.
" Baiklah, Avan uncle akan menceritakan semua yang terjadi untuk menjawab semua pertanyaan mu. kata Caca pada gadis kecil itu dan menghiraukan perkataan Alex.
" Kau jangan coba-coba. ucap Alex berjalan menghampiri Caca dan juga putrinya.
" Lebih baik kau diam saja Lex, aku tahu apa yang harus aku lakukan. ucap Caca dengan yakin bahwa dirinya mampu mengatasi semuanya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐