
Setelah itu Avan pun menyuruh papahnya untuk mandi dan bersiap berangkat ke kantor, dengan amat sangat terpaksa Alex pun naik ke atas menuju kamar pribadinya.
Sementara itu Javanka hanya duduk sambil memakan buah kesukaannya dan di temani oleh sekertaris Aldo.
" Apa kabar nona? tanya Aldo memulai percakapan dengan nonanya.
Javanka pun menunjukkan wajah terkejutnya dengan membuka mulut dan matanya, gadis kecil itu tidak menyadari jika sekertaris papahnya sudah berdiri di sampingnya sedari tadi.
" uncle Aydo. panggil Javanka memastikan.
" Iya nona, ini saya. jawab sekertaris Aldo lembut.
" I'm fine uncle. Javanka pun menjawab pertanyaan sekertaris Aldo tadi sambil tersenyum manis.
" Syukurlah. ucap sekertaris Aldo gemas namun tidak berani memegang nonanya.
" uncle how are you? tanya balik Javanka.
" Saya baik-baik saja nona. jawab sekertaris Aldo dengan senang.
Javanka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
" uncle mau? Javanka pun menawari buah pada sekertaris Aldo.
__ADS_1
" Tidak nona, terima kasih. jawab sekertaris Aldo.
Kemudian obrolan pun berlanjut, Javanka terus bertanya dan bercerita pada sekertaris papahnya itu. Dengan senang sekertaris Aldo mendengar semua kata-kata nonanya itu.
Tak lama berselang Alex pun muncul dengan setelah lengkap dengan jas yang di pegang oleh pak Rudi yang sedari tadi mengikuti di belakangnya.
" Sayang. sapa Alex dengan manja.
" Hemmmmm..... papah smell so good. ucap Javanka yang mencium parfum dari papahnya.
" Iya dong, papah wangi kan. jawab Alex membanggakan dirinya sendiri.
" Ya, not like before. ucap Javanka terputus, gadis kecil itu tidak berani melanjutkan ucapannya.
Javanka hanya tertawa renyah, Alex pun dengan gemas menarik pipi gembul putrinya itu. Lalu dia pun berpamitan pada putrinya, Javanka hanya menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya ke sembarang arah.
Alex dan sekertaris Aldo pun sudah pergi menuju kantor, sementara itu Javanka masih berdiri di depan pintu utama. Gadis kecil itu seperti menunggu sesuatu.
" Nona mari masuk? ajak pak Rudi si kepala pelayan.
" Avan want to wait for the teacher here. ucap Javanka pada pak Rudi.
Pria itu pun dengan senang hati menerima nonanya duduk menunggu guru les nonanya datang, dengan obrolan santai pun gadis kecil dan pria paruh baya pun bercanda.
__ADS_1
Tak berselang lama guru itu pun datang, Javanka pun masuk di bantu oleh pak Rudi. Lalu gadis kecil itu pun memulai les nya, setelah les piano dia akan lanjut les menulis huruf Braille.
Sementara itu Alex yang baru tiba di kantor pun langsung bergegas menuju ruang meeting, sekertaris Aldo pun mengekor di belakang tuan mudanya.
" Baiklah Ayo kita mulai meeting nya. ucap Alex yang baru saja duduk di kursinya.
Semua orang yang sudah hadir pun sama sekali tidak ada kesempatan untuk sekedar bertanya pada Presdir nya yang baru pulang dari luar kota.
Rapat pun di mulai, suasana dalam ruangan yang begitu besar itu begitu senyap. Hanya ada satu orang yang menjelaskan di depan layar proyektor, sementara Alex dan semua orang yang ada di situ hanya diam memperhatikan.
Dengan serius Alex memperhatikan layar proyektor begitu pula dengan sekertaris Aldo, dan para bawahan yang lain.
Setelah penjelasannya selesai dan layar proyektor berhenti, ada beberapa orang yang bertanya dan memberikan masukan.
Karena semua orang menunggu jawaban Presdir nya, Alex pun mulai mengatakan apa kelebihan dan kekurangannya. Lalu di lanjutkan oleh sekertaris Aldo yang menjelaskan apa yang di inginkan oleh tuan mudanya.
Semua orang pun diam memperhatikan apa yang di katakan kepala sekertaris yaitu Aldo, mereka menyimak semua yang di katakan oleh sekertaris Aldo.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐