Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 43


__ADS_3

Alex pun berlari mengejar putrinya yang sudah berjalan pergi meninggalkan nya lebih dulu. " Sayang kok kamu malah tinggal papah sih. protes Alex pada putrinya setelah dia berhasil mengejar Javanka.


Javanka hanya menunjuk kantung cairan infusan nya yang sudah mau habis, untuk menjawab pertanyaan dari papah nya.


Alex pun membuang pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh tangan Javanka, lalu dia pun melihat kantung infusan putrinya yang sudah mulai habis.


" Ayo kita harus cepat untuk mengganti nya atau akan sangat berbahaya untuk mu sayang. kata Alex dengan panik lalu menggendong putrinya dan berlari-lari kecil mencari perawat.


" Papah slowly, this is still enough really even though we have to go around this hospital one round. ucap Javanka dengan santai memberi tahu agar papah nya tidak terlalu panik.


" Yang seperti ini tidak bisa di anggap sepele sayang, harus lebih serius dan memperhatikan nya. jawab Alex dengan wajah serius sambil matanya sibuk mencari keberadaan perawat di setiap sudut tempat.


Javanka hanya memasang wajah datar, gadis kecil itu sudah sangat malas kalau harus berdebat dengan papahnya.


Akhirnya yang di cari-cari pun ada juga, dengan cepat Alex menghampiri perawat yang sedang berjalan itu.

__ADS_1


" Hey..... kau berhenti di situ. panggil Alex pada suster itu.


Suster itu menghentikan langkahnya, dan melihat ke arah orang yang yang memanggilnya.


" Papah don't call someone like that, it's very rude. tegur Javanka pada papah nya bahkan Javanka memperlihatkan wajah ketidak sukaan nya pada papahnya, karena dia merasa bahwa papahnya sangat tidak sopan


" Memang apa yang salah dari ucapan papah sayang? tanya Alex yang merasa dirinya tidak bersalah.


" Iya pak, ada yang bisa saya bantu pak? tanya sang suster dengan sopan kala Alex sudah ada di hadapannya.


" Baik pak, mari pak ikuti. Saya akan menunjukkan tempat nya dimana. jawab sang suster lalu mempersiapkan Alex berjalan lebih dulu, sambil tersenyum ramah.


" Kenapa saya harus mengikuti mu? kenapa tidak kau saja yang datang ke ruangan putri saya. ucap Alex dengan marah karena yang merasa dirinya di perintah oleh suster yang ada di hadapannya.


" Ahhhh..... iya baik, sa saya akan ke ruangan putri bapak. kata sang suster dengan gugup dan takut pada Alex, apa lagi melihat tatapan matanya yang tajam membuat nya merinding dan meremas ujung baju nya.

__ADS_1


" Kalau begitu saya tunggu di ruangan putri saya, ingat jangan terlalu lama kalau kau masih ingin bekerja di tempat ini. kata Alex penuh dengan ancaman dan menyuruh suster itu untuk pergi mengambilkan kantung cairan infusan yang baru.


" papah don't be like that, why papah talk like that to the nurse. Avan really doesn't like the way papah talks like that. kata Javanka dengan marah nya, gadis kecil itu sedari tadi menahan amarahnya karena perlakuan papah nya yang tidak sopan pada suster tadi.


Alex tidak menjawab perkataan putrinya, dia hanya diam dan terus menggendong putrinya menuju ruang putrinya. Sejujurnya Alex merasa bersalah dan tidak sengaja melakukan nya, namun dari pada itu dia lebih merasa bahwa dirinya bersalah karena melakukan nya di hadapan putrinya.


Karena menurutnya itu adalah contoh yang buruk untuk perkembangan dan pertumbuhan putrinya, Alex tidak ingin putrinya memiliki watak keras kepala dan seenaknya seperti dirinya.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2