
Avan akhirnya membuka kedua matanya, terlihat lah dua bola matanya yang sedikit berbeda namun tidak terlalu mencolok. Bola mata berwarna abu-abu muda dan yang satunya sedikit gelap.
Tampak lucu dan menarik kala gadis kecil itu mengedipkan matanya, apalagi dengan bulu matanya yang lentik dan hitam.
" Nona apakah nona bisa melihat berapa ini? tanya salah satu dokter sambil menyodorkan dua jarinya ke hadapan Javanka.
Javanka terdiam untuk beberapa saat, gadis kecil itu hanya melihat ke arah sekelilingnya dan pandangan nya berakhir pada sang papah tercintanya.
" Nona. panggil sang dokter lagi.
" Two. jawab Javanka akhirnya mengeluarkan suaranya.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun senang mendengar jawaban Javanka, apa lagi Alex.
" Kalau ini. menunjuk empat jari jemarinya ke hadapan Javanka lagi.
" That's four. jawab Javanka sambil tertawa kecil.
" Apakah nona bisa menunjukkan di mana papah nona berada? tanya sang dokter lagi pada gadis imut yang ada di hadapannya.
Javanka hanya menunjukkan ke arah dimana posisi papahnya berada, dengan masih tertawa kecil yang terukur dan wajah imutnya.
__ADS_1
" Papah get over here, now Avan can see papah. ucap Javanka pada sang papah sambil melambai-lambaikan tangannya meminta agar papahnya mendekat.
Dengan senyuman bahagia Alex pun menghampiri putrinya, dia langsung memeluk putrinya dengan erat dan tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja.
Javanka pun balas memeluk papahnya, sambil menepuk-nepuk pelan punggung papahnya dan membisikkan pada sang papah kalau sekarang semua sudah baik-baik saja.
Semua dokter, perawatan dan sekertaris Aldo yang ada di dalam ruangan itu pun ikut merasakan rasa haru, bahagia dan gemas dengan gadis lucu itu.
Kemudian dokter itu pun melanjutkan pemeriksaannya pada mata Javanka, setelah memastikan jika semuanya normal para dokter dan perawat pun berpamitan lalu keluar dari ruang rawat Javanka.
" Papah, thank you for everything Avan really love papah. ucap Javanka pada Alex lalu ia pun mencium pipi papahnya.
Setelah sekian lama Alex di running rasa bersalah terhadap mendiang istrinya, karena tidak berhasil menjadi putrinya dengan benar.
David, Caca dan semua orang yang ada di luar ruangan pun langsung bangkit kala melihat dokter dan para perawat keluar dari ruangan Javanka.
" Bagaimana hasilnya? tanya Caca pada sesama rekan kerjanya.
" Berhasil dan semuanya normal. jawabnya sambil tersenyum senang.
Caca mendengar nya pun tersenyum lebar lalu memeluk rekannya dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua orang yang terlibat dalam proses penyembuhan Javanka.
__ADS_1
Karena senang Caca dan David pun masuk, terlihat lah gadis kecil itu sedang bercanda dengan papahnya sambil tertawa-tawa kecil yang lolos dari bibirnya.
Sementara sekertaris Aldo hanya berdiri terpaku di belakang Alex, dia langsung melirik ke arah Caca dan David yang tiba-tiba masuk.
" Uncle Aydo. panggil Javanka pada Aldo.
" Iya nona, apakah ada sesuatu yang nona butuhkan? ucap sekertaris Aldo langsung sigap kala mendengar namanya di panggil oleh Javanka.
" Thank you uncle for taking care of Avan while papah is not around. ucap gadis kecil itu pada sekertaris papahnya sambil tersenyum manis kearah Aldo.
" Tidak nona, itu memang sudah menjadi kewajiban saya. jawab sekertaris Aldo yang tidak ingin nonanya merasa terbebani, walaupun sebenarnya dia merasa senang mendengar ucapan nonanya.
" But still Avan wants to say thank you and to Uncle Caca, Uncle David and everyone who has taken care of Avan while Avan is sick, thank you, Avan loves you all very much. ucap Javanka pada semua orang dengan senyuman yang tak pernah luntur dan wajahnya yang imut itu.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1