Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 22


__ADS_3

malam hari di meja makan, Javanka sedang duduk di samping sang papah. Gadis kecil itu dengan patuh membuka mulutnya, setiap kali sang papah menyodorkan sendok yang sudah terisi nasi dan lauk. Sebenarnya gadis kecil itu sudah mengatakan bahwa dia bisa melakukan nya sendiri, namun sang papah melarang nya dan pada akhirnya dia hanya bisa pasrah dan mematuhi nya.


" sayang kepada sih sekarang kamu sudah tidak mau mendengarkan apa yang papah katakan? tanya Alex di sela-sela dia menyuapi putrinya.


" Avan grown up papah, so Avan can do it himself but papah always forbids it. jawab Javanka dengan mulut di penuhi nasi di dalamnya.


" tetap lah jadi Putri kecil papah sayang, jangan terlalu cepat kamu tumbuh. karena papah tidak mau kamu pergi meninggalkan papah sayang. ucap Alex sambil menatap putri kesayangannya.


" Avan will never leave papah, wherever papah goes Avan will always be beside papa. Avan promise. kata Javanka dengan tulus sambil mengunyah makanan nya, lalu memajukan jari kelingking nya ke hadapan sang papah.


" janji yah sayang. mengulurkan jari kelingkingnya juga.


Tak berselang lama ponsel Alex berdering, Alex tampak kesal ketika mendengar suara ponsel nya. Ketika Alex hendak mematikan ponselnya usaha nya di larang oleh putrinya dan meminta agar papah nya menjawab panggilan yang masuk.

__ADS_1


📞 katakan ada apa? suara Alex tampak sangat kesal bagaimana tidak, dia paling tidak suka jika waktu bersama dengan putrinya di ganggu.


📞 maaf sebelumnya kalau saya mengganggu waktu nya tuan. ucap sekertaris Aldo di seberang sana.


📞 cepat katakan? berkata dengan suara dingin.


📞 tuan harus melakukan perjalanan ke luar kota esok hari, maaf sebelumnya kalau saya memberi kabar sangat terlambat. Karena anak perusahaan di sana sangat terjepit dan membutuhkan bantuan tuan. ucap sekertaris Aldo yang sudah mulai bergetar karena takut atasnya mengamuk.


📞 apa saja yang mereka lakukan, sampai hal sepele seperti ini saja harus aku yang langsung turun tangan. Apakah mereka begitu bodoh atau memang mereka sudah tidak mampu lagi bekerja. jawab Alex sudah mulai naik pitam, Alex sudah berjalan lebih jauh agar putrinya tidak mendengar ucapan-ucapan kasar yang keluar dari mulutnya.


📞 sudah lah kau juga tidak salah, seharusnya aku tidak mempercayakan persoalan perusahaan pada orang-orang idiot itu. ucap Alex tidak menyalakan sekertaris nya.


📞 terimakasih tuan, saya tidak akan melakukan hal seperti ini lagi saya janji tuan. ucap sekertaris Aldo.

__ADS_1


📞 kau berangkat lah lebih dulu, periksa keadaan di sana. Aku pasti akan menyusul mu. ucap Alex lalu mematikan panggilan nya.


bagaimana ini? putri ku masih membutuhkan ku, aku khawatir jika harus meninggalkan nya. tapi perusahaan itu juga sangat membutuhkan ku, ini semua karena sekumpulan orang idiot itu, br*ngsek.


Alex kembali berjalan menuju ruang makan dengan langkah yang malas dan lunglai, sangat teramat besar untuk Alex jika harus meninggalkan putrinya yang baru saja keluar rumah sakit. Tapi dia juga tidak mungkin memberikan perusahaan nya hancur begitu saja.


Javanka sudah selesai makan pun memerhatikan sang papah yang berjalan menghampirinya dengan wajah kusut, gadis itu terus memperhatikan sang papah sambil memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya.


" papah Is everything okay? tanya Javanka yang peka terhadap sikap sang papah, gadis kecil itu dengan lembut menyentuh tangan sang papah.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2