Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 107


__ADS_3

" Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi Lex? Mengapa Avan sampai mengatakan kalau dia membencimu dan menjerit histeris seperti itu? tanya Caca pada Alex yang sedari tadi hanya diam mematung.


" Dia menanyakan keberadaan mamahnya. jawab Alex pelan, namun masih terdengar oleh Caca.


" Lalu apa yang kau berikan padanya sebagai jawabannya? tanya Caca lagi.


" Awalnya aku hanya diam saja, namun dia terus menanyakan hal itu berulang kali. Sampai dia akhirnya mengatakan ingin pergi bersama dengan mamahnya. jawab Alex lagi yang merasa bersalah pada putrinya.


" Lalu mengapa kau jadi seperti orang gila seperti itu? tanya Caca lagi, dia mempertanyakan mengapa tadi Alex bersikap seperti itu.


" Aku tidak tahu mengapa sampai aku jadi seperti itu, aku hanya tidak ingin melihat putriku di ambil oleh Aldo. jawab Alex jujur, dia merasa sangat takut jika putrinya pergi meninggalkan dirinya.


" Lalu aku mengatakan bahwa mamahnya meninggal dunia, aku juga membentak putriku sendiri karena aku mendengar dia mengatakan bahwa dia membenciku dan tidak ingin bersamaku lagi. ucap Alex lagi pada Caca.


" Kau benar-benar sudah tidak waras Lex, bisa-bisanya kau mengatakan hal itu pada putrimu sendiri yang notabenenya kondisi mentalnya masih terguncang. kata Caca dengan marah setelah mendengar ucapan Alex.

__ADS_1


" Aku tahu aku salah, tapi aku tidak bisa berpikir jernih kala mendengar dia mengatakan akan pergi bersama dengan mamahnya. Aku tidak bisa, aku tidak bisa membayangkan jika putriku meninggalkan aku sendiri Ca. kata Alex sedikit meninggikan suaranya, Alex tampak frustasi memiliki tentang putrinya.


" Harusnya kau bisa menahannya Lex, jika kau melakukan hal itu. Sama saja kau mendorong putrimu sendiri untuk menjauh darimu. jelas Caca menginginkan Alex.


" Aku tahu itu, lalu aku hanya berbuat apa? agar putriku tidak membenciku dan kembali padaku. tanya Alex dengan tatapan matanya yang begitu memelas.


" Untuk sekarang biarkan putrimu tenang terlebih dulu, dan lebih baik kau jangan dulu muncul di hadapannya. kata Caca memberi saran pada Alex.


" Aku tidak bisa melakukan itu Ca, aku tidak bisa tidak melihatnya. jawab Alex yang menolak saran Caca.


" Kau pun tidak bisa memaksanya Lex, ingat semua ini terjadi karena kesalahanmu sendiri. Kau di sini tidak bisa memilih dan tidak punya pilihan. jawab Caca dengan tegas.


" Aku mengerti khawatiran mu Lex, tapi aku mohon padamu untuk bersabar aku yakin ini tidak akan lama. ucap Caca menyemangati sahabatnya.


Alex hanya diam tidak menjawab kata-kata dari sahabatnya itu.

__ADS_1


*Aku memang bodoh, seharusnya aku tidak membentak putriku sendiri. Harusnya aku bisa menahan dan berusaha mengerti kondisi putriku sendiri.


Aku memang bodoh*.


Aku mengerti khawatiran mu Lex, aku pun bisa merasakan beban yang kau pikul di pundak mu dengan memimpin perusahaan sebesar itu seorang sendiri, di tambah putri semata wayang mu yang jatuh sakit. Aku sangat paham. Aku di sini sebagai teman dan sahabat mu akan membantumu sebisa ku, agar putrimu kembali, aku janji Lex.


Sementara di sisi lain Javanka yang dalam gendongan pengasuhnya pun masih menangis, sekertaris Aldo terus mencoba semua yang dia bisa agar nonanya kembali tenang.


" Nona berhenti lah menangis, jika nonanya terus menangis semua orang yang ada di sini ikut bersedia dan menangis. ucap sekertaris Aldo lembut.


" Iya nona, sudah yah nangisnya. Memang tidak capek dari tadi menangis terus. tambah si pengasuh.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2