Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 213


__ADS_3

" Selamat sore anak papah, bagaimana kabarmu hari ini nak? papah harap kamu baik-baik saja yah. ucap Alex pada putrinya yang koma.


" Waktu itu kamu mengatakan bahwa kamu lelah yah? beristirahat lah sayang selama yang kamu inginkan, sampai rasa lelah mu hilang. Papah akan selalu menunggu mu di sini, sampai kamu bangun dan kembali ke dalam pelukan papah lagi. ucap Alex lagi sambil merintih dengan begitu sedih.


Selamat Javanka koma Alex sama sekali tidak makan dengan benar, bahkan dia pun tidak pernah mau istirahat. Berulang kali Caca, David, Aldo dan juga pak Rudi meminta agar Alex beristirahat, namun hasilnya tetap nihil.


Dia akan tetap berdiri di depan pintu ruangan putrinya tanpa melakukan hal apapun, Caca dan yang lain pun sudah kehabisan cara untuk membujuk Alex. Jadi mereka sepakat menyuntik Alex agar dia bisa istirahat, walaupun akhirnya setelah dia bangun dia akan kembali seperti itu lagi.


" Sayang, papah sangat merindukan suara dan senyuman di wajah mu nak. Tapi karena kamu ingin istirahat jadi papah tidak ingin memaksa mu, papah hanya ingin kamu tahu jika papah sangat, sangat merindukan mu. kata Alex dengan suara seraknya.


Dia terus memandangi wajah putrinya dengan matanya yang terpejam, hati begitu sakit dan pedih. Kala melihat jamur infus, alat bantu nafas dan beberapa alat yang terkoneksi langsung pada layar monitor yang ada di samping tempat tidurnya, menempel pada putrinya kecilnya.


Ada rasa ingin sekali mengiklankan putrinya pergi, agar putrinya bisa beristirahat dengan tenang tanpa harus menderita merasakan rasa sakit. Namun keegoisannya mengalahkan rasa itu, dia benar-benar tidak rela jika putri harus pergi meninggalkan dirinya.


Alex hanya terus menangis dalam diam sambil menggenggam tangan putrinya, seolah-olah dia tidak mengijinkan putrinya pergi kemanapun.


Sementara di luar Aldo yang baru datang pun ikut bergabung dengan Caca dan David, pria itu duduk dengan lesu di samping David. Ada guratan-guratan lelah di wajahnya, namun rasa sedihnya berhasil mengalahkan rasa lelahnya.


" Aku baru bertemu dengan dokter yang menangani Javanka, dia mengatakan semoga saja Javanka akan siuman kurang dari waktu tiga bulan. ucap Caca tiba-tiba.

__ADS_1


Sontak Aldo, David dan juga pak Rudi pun menatap ke arah Caca.


" Memang apa yang akan terjadi jika nona tidak bangun dalam waktu tiga bulan? tanya pak Rudi dengan wajah khawatir, pria paruh baya itu selalu setia menemani tuan mudanya selama di rumah sakit, tanpa mengeluh sedikitpun.


" Semua organ tubuhnya akan rusak, dan tidak akan berfungsi dengan baik. jawab Caca sambil memejamkan mata sedih.


Mendengar ucapan Caca sontak Aldo, David dan pak Rudi terkejut bukan main. Bagaikan di sambar petir di siang bolong, tubuh mereka gemetar ketakutan akan hal yang tidak mereka ingin terjadi.


" Apa kesimpulan terburuk nya? tanya Aldo sambil menatap Caca.


" Kita harus mengikhlaskan Javanka untuk beristirahat selama-lama nya. ucap Caca sambil menitikkan air matanya.


Pak Rudi yang mendengar itu pun langsung terduduk lemas, pria itu hanya menggelengkan kepalanya dan menangis.


Semua orang hanya bisa diam-diam menangis, tanpa sadar bayangan sosok gadis kecil yang selalu ceria dan tersenyum pada semua orang bertebaran di benak mereka masing-masing.


Sosok Javanka yang imut, menggemaskan, ceria dan selalu membuat orang yang ada di sekelilingnya merasa bahagia.


Gadis kecil itu sudah seperti mentari yang menerangi kehidupan gelap mereka, mereka tidak bisa membayangkan jika sosok itu akan pergi dari kehidupan mereka.

__ADS_1


Tidak nona tidak boleh pergi, apapun yang terjadi nona harus tetap bersama kita. Aku bisa membayangkan akan sesuram apa kehidupan ku dan tuan muda jika nona pergi.


Hahhhhhhhhh....... tidak menyangka aku akan merasa perasaan seperti ini lagi, aku pikir dengan kepergian Juan perasaan itu hanya muncul untuk terakhir kalinya. Namun kenapa aku harus merasakannya, terlebih perasaan itu untuk seorang gadis kecil.


Aku tidak menyangka akan sesingkat ini kehidupan mu di dunia ini my sweet heart, kamu itu sudah seperti super Hero yang menyelamatkan kami berempat dari rasa bosan dan jenuh dengan kehidupan ini.


Sosok gadis kecil yang selalu marah pada papahnya jika sang papah menyakiti orang lain, sosok yang selalu tersenyum manis dan penuh kelembutan dan perhatian.


Jangan pergi Javanka sayang, kami semua sangat membutuhkan mu. Tetap lah berada di antara kami semua, jangan pernah bosan untuk menemani kami. Karena kami tidak mengijinkan mu pergi kemanapun.


Begitu hari-hari demi hari berlalu, Javanka tetap saja menutup matanya rapat-rapat. Namun kini Alex sudah mulai sedikit bisa di ajak berkomunikasi, dan bekerja.


Dia tidak ingin karena kesedihan nya, dia sampai Lalay dalam tanggung jawabnya. Karena lebih dari sepuluh ribu orang yang hidupnya bergantung pada dirinya.


Jadi dia harus tetap bekerja, dia yakin jika putrinya tahu kalau dia tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya. Putrinya akan memarahi dirinya dan sedih karena nya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2