
" Tenangkan diri mu Lex, ingat Javanka pasti tidak ingin papahnya melakukan hal kejam terhadap orang lain. ucap Caca berusaha menenangkan Alex. Lagi pula tidak hanya kau saja yang khawatir pada Javanka, kami semua sangat menghawatirkan Javanka juga. sambung Caca lagi, dia langsung mengambil suntikan dan menyuntik Alex.
Tak berselang lama Alex pun langsung jatuh tak sadarkan diri, Caca Aldo dan beberapa orang pun membawa Alex ke ruangan khusus.
Setelah membaringkan tubuh Alex, beberapa orang pun berpamitan pada sekertaris Aldo. Kala melihat sudah tidak ada lagi orang, Caca langsung menarik Aldo sedikit menjauh dari Alex.
" Jelaskan pada ku apa yang sebenarnya terjadi? tanya Caca langsung pada Aldo.
" Bukan nya aku sudah mengatakan semuanya tadi. jawab Aldo
" Aku ingin mendengar rincian nya Do. ucap nya lagi dengan wajah serius.
Lalu Aldo pun kembali menceritakan semua yang terjadi secara rinci tanpa ada yang di lebih-lebihkan atau pun di kurang-kurangkan, Caca hanya diam mendengarkan dengan serius.
" Baiklah, ku percayakan masalah ini pada mu. Kau urusan lah masalah ini, Javanka dan Alex biar aku yang mengurusnya. ucap Caca sambil menepuk-nepuk punggung memberikan semangat pada sahabatnya itu.
" Ku titipkan tuan muda dan nona pada mu. kata Aldo pada Caca, lalu dia pun berjalan keluar dari ruangan itu.
Hari-hari berlalu begitu saja, Alex terus tenggelam dalam pikirannya. Dia tidak menyangka hal seperti ini akan terulang kembali, pria itu selalu berdiri di depan pintu ACU tempat dimana putrinya di rawat tanpa rasa lelah dan letih dia selalu menunggu putrinya, berharap putrinya akan segera bangun.
Sementara di sekolahan tempat dimana Javanka bersekolah, sedang gempar dengan kabar koma nya Javanka. Pemilik sekolahan pun langsung mengecek cctv yang ada di kelas Javanka, alangkah terkejutnya pria tua itu dengan apa yang dia lihat.
Dengan cepat dia memanggil orang tua sisi dan beberapa orang tua murid lainnya, beserta Miss isyka. Setelah semuanya berkumpul, pak tua itu pun menunjukkan rekaman pada orang-orang yang ada di situ.
Beliau juga meminta pertanggungjawaban jawaban atas apa yang terjadi, Miss isyka tampak begitu tertekan dan takut dengan apa yang telah dia perbuat.
Sesampainya di rumah Sanjaya, Susi mamih sisi baru pulang dari sekolahan putrinya karena dapat panggilan.
" Sisi apa yang sebenarnya kamu lakukan? kamu itu bikin malu saja. ucap Susi memarahi putrinya.
__ADS_1
" Ada apa sih mah? baru pulang kok langsung marah-marah. tanya suaminya yang datang menghampiri sang istri.
" Papah tahu gak? anak mu ini telah melakukan apa? tanya Susi pada suaminya.
" Memang apa yang di lakukan sisi sih mah? tanya nya lagi dengan lembut, menenangkan putrinya yang tengah menangis.
" Dia membully teman satu kelas nya, sampai anak itu di rawat di rumah sakit pah. ucap Susi memberi tahu suaminya sambil dia memijit keningnya yang terasa pusing.
" Kalau begitu tinggal di kasih uang kompensasi saja mah, kan gampang. Tidak usah memarahi putri kita sampai seperti ini juga kan, cukup kamu kasih tahu pelan-pelan saja. jawab sang suami dengan santai sambil masih berusaha menenangkan putrinya.
" Iya yah, kenapa mamah gak kepikiran gitu. kata Susi baru menyadari perkataan suaminya yang benar.
" Sudah yah sayang nangisnya, mamah sama papah pasti akan menyaksikan semua malah ini. ucap pak Sanjaya menenangkan putrinya.
" Be bener pah. tanya sisi dengan masih sesenggukan.
" Ta tapi katanya Javanka itu putrinya bos papah. ucap sisi memberi tahu papahnya.
" Apa??? tidak mungkin. ucap pak Sanjaya yang terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang di ucapkan putrinya.
" Masa sih anak itu putrinya tuan muda Alex. ucap Susi tidak percaya, sambil memperhatikan bukti rekaman yang dia dapatkan dari sekolah.
" Coba berikan padaku mah. ucap pak Sanjaya sambil mengambil alih rekaman itu.
Lalu dia pun memutar video rekaman itu dan memperhatikan dengan serius, awal dia tampak biasa saja. Namun kala dia melihat sosok laki-laki nomor dua yang paling berpengaruh di perusahaan yaitu sekertaris Aldo muncul dalam video terakhir dia tampak terkejut dan membeku.
" Pah, papah. Papah kenapa? tanya Susi berusaha menyadarkan suaminya yang tampak syok setelah melihat video itu.
" Tamat sudah karir ku mah, karir yang susah payah ku bangun selama ini. Akan hancur berantakan, bagaimana ini mah? ucap pak Sanjaya terbengong-bengong dengan apa yang di lihat.
__ADS_1
" Apa? jadi gadis kecil itu benar-benar putri semata wayangnya tuan muda Alex. teriak Susi terkejut dengan apa yang di ucapkan suaminya.
" Hancur sudah semuanya mah, kita pasti akan jadi gelandangan dalam waktu dekat. gumam pak Sanjaya yang sudah tidak tahu harus berbuat apa.
Tiba-tiba asisten rumah tangga pak Sanjaya menghampiri majikannya itu.
" Anu tuan, nyonya. Di depan ada tamu yang mencari tuan, katanya sih dari........ belum sempat si asisten rumah menyelesaikan ucapannya tiba-tiba sekertaris Aldo muncul di belakang nya.
" Hah, ku pikir ada kejadian yang serius terjadi di sini. Sampai aku harus menunggu mu muncul, ternyata kau sudah mengetahui apa yang membawa ku ke sini. ucap sekertaris Aldo dengan suara dingin lalu duduk di sofa dengan menyilang kan kakinya. " Bagus lah kalau kau sudah tahu apa masalahnya, jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskan pada kalian. sambung sekertaris Aldo yang wajah bengis nya.
" Anu tuan, tolong tuan jangan pecat saya. Saya mohon, tolong pikirkan lagi. ucap pak Sanjaya sambil memohon di bawah kaki Aldo. " Tuan tolong pikirkan apa yang terlah saya lakukan untuk kemajuan perusahaan, saya mohon tuan. sambung nya lagi sambil memohon tanpa henti di kaki Aldo.
" Ha ha ha............ suara tawa Aldo menggelegar di seluruh ruangan itu, yang membuat Susi, sisi dan pak Sanjaya bergidik ngeri.
" Kau bilang apa yang telah kau lakukan untuk kemajuan perusahaan, hey pria brengsek. Tanpa adanya dirimu di perusahaan pun perusahaan akan berkembang, lagi pula itu sudah menjadi kewajiban mu sebagai pekerja. ucap sekertaris Aldo yang kini berubah dingin.
" Kau bekerja kami membayar, bukan kah itu sesuatu yang di sebut simbiosis mutualisme antara sesama manusia. Bahkan perusahaan memberikan pasilitas kasus untuk karyawan seperti mu, diantaranya mobil dan rumah ini. sambung sekertaris Aldo lagi sambil menyeringai jahat.
" Kau harusnya mengingat ini, tuan muda akan memberikan apapun pada karyawan nya berkompeten. Tapi beliau juga tidak segan-segan mengambil kembali semua yang telah diberikan jika beliau sudah murka. kata sekertaris Aldo dengan tatapan mata yang tajam.
Sontak pak Sanjaya, Susi dan juga sisi tampak ketakutan di buatnya. Apa lagi sisi yang baru menyadari jika orang yang ada di hadapannya itu bukan orang sembarangan, bahkan papahnya yang seorang direktur utama sampai memohon-mohon di kaki pria itu.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1