
30 menit pun berlalu sudah waktunya untuk rapat. Alex melangkah menuju ruang rapat yang ada di sebelah ruangannya, dengan menggendong javanka di ikuti sekertaris Aldo di belakangnya. sambil membawa berkas berkas yang di perlukan untuk rapat.
5 menit, sebelum ketiganya menuju ruang rapat ada perdebatan kecil di antara papah dan anaknya.
" avanka mau jayan sendili aja pah " ucapnya pada sang papah yang sudah mau menggendongnya.
" gak kamu di gendong saja sama papah. kalau kamu jalan sendiri bisa bisa sampainya besok " jawab Alex ngasal.
" avanka bisa lali pah " kata javanka yang terus menerus menolak permintaan sang papah.
" kalau kamu lari kamu bisa jatuh. dan kalau kamu jatuh kamu akan menangis " seru Alex pada putrinya. javanka hanya melengos.
merasa menang karena telah mengalahkan putri kecilnya Alex tersenyum senang melihat bibir javanka mengkerucut lalu membuang pandangannya ke arah lain dan hanya bisa diam ketika sang papah menggendongnya.
Alex masuk ke dalam ruang rapat yang sudah di penuhi oleh para CEO dan petinggi dari anak perusahaan yang Alex dirikan. ketika mereka melihat Alex masuk serentak semuanya berdiri dari duduknya.
__ADS_1
" silakan duduk kembali " ucap Alex pada semua orang yang ada didalam ruang, ia yang sudah duduk sambil memangku putrinya.
siapa anak perempuan ini? pikir orang satu. apa ini anak pak Alex ? pikir orang dua.
semua bertanya tanya dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. sedangkan di ujung meja yang berhadapan dengan Alex, orang itu tersenyum penuh arti.
sudah 2 jam lebih javanka ada di dalam ruang rapat *u*hhh... bocen benget aku. pengen kelual pengen jayan jayan " pikir javanka sambil memikirkan cara bagaimana dia bisa keluar dari tempat ini.
" papah avanka mau down please " kata nya membuat semua orang menoleh pada javanka. lalu Alex pun menurunkannya.
" yehhhh.... gollll " seru javanka bertepuk tangan sambil bergoyang goyang. semua orang yang lihat pemandangan itu ikut tersenyum dan tertawa lalu bersorak. karena merasa malu javanka lalu berlari menuju sang papah. yang membuat ia kehilangan keseimbangannya lalu.
" awaaaaaas " semua orang berteriak histeris melihat itu. karena di hadapan javanka ada ujung meja yang runcing yang membuat javanka terluka jika terjatuh. dengan sigap sekertaris Aldo menangkap kepala jevanka untuk melindunginya dari ujung meja yang membuat tangannya terluka.
semua yang menyaksikan pemandangan itu ikut merasa lega termasuk Alex yang sudah tidak bisa mengontrol rasa cemas terhadap putrinya. lalu javanka menangis histeris karena melihat tangan Aldo terluka ketika melindunginya ia memeluk Aldo dengan kuat.
__ADS_1
" say sorry, om Aido adi akit gala gala avanka " ucapnya sesenggukan sambil terus menangis dan memeluk Aldo.
" tidak apa apa nona, ini cuma luka kecil " kata Aldo sambil mengelus punggung javanka untuk menenangkannya.
Alex langsung mengambil javanka yang berada dalam pelukan Aldo lalu menggendongnya. tapi javanka berontak lalu turun dan berlari ke arah Aldo berada dan menariknya keluar ruangan itu. semua orang yang melihat itu hanya bisa diam.
Alex yang tau kalau putrinya ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi, ia memilih membiarkannya dan melanjutkan rapat yang tertunda.
*
*
*
🌹🌹🌹
__ADS_1