
Alex terus memperhatikan putri semata wayangnya, sementara Javanka hanya memandang ke arah taman.
" Sayang apakah kamu ingin pulang? tanya Alex tiba-tiba.
Sontak Javanka pun langsung menatap sang papah lalu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senang dan senyuman kebahagiaan.
" Baiklah, siang ini setelah pemeriksaan kita akan pulang yah. kata Alex lagi dengan lembut dia mengelus lembut pipi putrinya.
Lalu Alex pun mengajak putrinya berkeliling rumah sakit tentunya di temani oleh sekertaris Aldo yang selalu mengekor di belakang tuan mudanya.
Lalu mereka pun kembali ke ruangan tempat dimana Javanka di rawat, karena waktu sudah menunjukkan siang hari. Sesampainya di ruangan dokter yang bertugas pun sudah menunggu Javanka, Javanka pun di periksa oleh sang dokter.
Alex juga mengatakan bahwa ia akan membawa putrinya kembali pada sang dokter, dokter pun hanya bisa mengizinkan nya saja karena memang kondisi Avan sudah stabil.
Setelah makan siang dan mengucapkan terima kasih kepada semua dokter-dokter dan juga perawat yang telah merawatnya, Javanka pun kembali ke Mansion tempat paling nyaman untuk nya.
Di sepanjang jalan gadis kecil itu tampak terlihat cukup ceria, walaupun masih lemah dia tetap banyak tersenyum.
Sesampainya di Mansion Alex langsung membawa putrinya masuk ke dalam kamar, agar putrinya bisa langsung beristirahat. Tentunya setelah para pelayan dan penjaga menyambut kepulangan nonanya.
Kini Alex lebih oper protektif terhadap putrinya, dia selalu membatasi aktivitas Avan. Karena khawatir jika putrinya sampai kelelahan.
Javanka tidak pernah membantah apa lagi marah pada sang papah, gadis kecil itu cukup tahu dan mengerti khawatir sang papah pada dirinya.
" Ingat yah sayang, papah masih memperbolehkan kamu sekolah karena papah tidak ingin kamu merasa tidak nyaman di rumah terus menerus. Kamu hanya bersekolah sampai jam sepuluh pagi saja, dan jangan pernah melakukan sesuatu yang terlalu berat. ucap Alex saat mengantar putrinya kembali ke sekolah.
" Iya papah. jawab Javanka mengangguk mengerti, dia pun mencium pipi kanan dan kiri sang papah bergantian lalu melambaikan tangannya pada sang papah dan masuk ke dalam.
__ADS_1
Sebenarnya Alex masih merasakan perasaan khawatir terhadap putrinya, namun pria itu berusaha berpikir positif dan berdoa semoga putrinya akan selalu baik-baik.
Sepanjang jalan menuju kelas Javanka terus melangkah, sampai tiba lah dia di depan kelasnya. Sesampainya di kelas semua murid dan guru pun menyambut kedatangan nya.
" Selamat datang kembali di kita Javanka. ucap teman-teman dan juga guru-guru Javanka.
Melihat teman-temannya yang menyambut kedatangan nya dengan antusias, bahkan kelas mereka pun di hiasi sedemikan rupa hanya untuk menyambut kedatangan nya, gadis kecil itu hanya tersenyum manis dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua nya.
" Avan jangan sakit-sakit lagi yah. ucap Lala sambil memeluk Javanka dengan hangat.
Lalu yang lain pun ikut memeluk Javanka, sementara Javanka hanya tertawa-tawa kecil. Para guru pun memeluk nya dengan hangat.
" Avan sudah lama yah. kata Lala yang dulu tak jauh dari Javanka.
" Hemmm....... jawab Javanka sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
" Kita masih berteman kan? tanya Lala pada Javanka.
" Oke, mari kita berteman seterusnya. ucap Lala dengan semangat.
Gegitu lah hari-hari berlalu, Avan tumbuh dengan sangat baik. Gadis kecil itu tumbuh dengan mendapatkan banyaknya cinta dari orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Walaupun Javanka tidak bisa mengikuti semua kegiatan sekolah, terutama dalam bidang olahraga. Tapi gadis itu tetap berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan serta yang berbau alat musik.
Bahkan Javanka mampu masuk ke dalam perlombaan piano kasa internasional untuk mewakili salah satu murid dari akademi nya, tentunya Alex sangat merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh putri semata wayangnya.
Alex akan selalu mendukung putrinya selama itu tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan putrinya kecilnya.
__ADS_1
Hari-hari terus berjalan sampai tak terasa Javanka yang dulunya adalah seorang gadis kecil, kini berubah menjelma menjadi sosok gadis remaja yang cantik, lembut dan penuh kasih sayang.
" Selamat pagi putri ketos ( ketua OSIS ). sapa teman-teman Javanka.
" Pagi semua. jawab Javanka sambil tersenyum manis.
Di sekolah Javanka termasuk gadis paling populer, bahkan semua murid memberikan panggilan khusus untuk ketua OSIS mereka yaitu queen flowers, yang artinya ratu diantara banyaknya bunga.
Bagaimana tidak Javanka adalah sosok gadis yang begitu sopan santun, dia selalu membantu siapa pun dan karakternya tidak terlalu banyak bicara dan suka tersenyum manis pada siapapun. Membuat semua orang menyukai nya, bahkan hampir semua siswa laki-laki di sekolah itu menyatakan perasaan cinta mereka pada gadis manis itu.
Namun Javanka akan selalu menolak dengan lembut tanpa membuat si pria malu dan sakit hati terhadap nya, sementara Alex selalu uring-uringan mengetahui jika banyak pria yang mencintai putri semata wayangnya.
The end..........
.
.
.
💐💐💐
Maaf yah Mimin baru bisa upload sekarang, karena kemarin Mimin sibuk pindahan keluar kota jadi ini baru sempat.
Penasaran dengan ke part berikutnya tentang cerita di masa remaja Javanka, dan seperti apa yah reaksi Alex? saat tahu putri semata wayangnya jadi incaran banyak nya pria.
Mohon di tunggu yah kelanjutannya, soalnya Mimin mau beres-beres barang-barang dulu dan banyak yang harus Mimin urus juga.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan para pembaca semuanya, maafkan Mimin ini yah. Jika masih banyak kata-kata yang salah atau kurang tepat, Mimin akan berusaha belajar menulis lebih baik lagi. Terima kasih banyak semua.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻