Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 31 season two


__ADS_3

" Peek a boo papah. ucap Javanka sambil tertawa lalu naik ke atas meja kemudian loncat pada sang papah.


Dengan sigap Alex pun berlari berusaha untuk menangkap putrinya, usahanya pun tidak sia-sia Alex berhasil menangkap tubuh mungil putrinya.


Setelah berhasil menangkap Alex pun menggelengkan kepalanya, Javanka hanya tertawa kecil. Melihat putrinya yang tertawa Alex pun ikut tertawa sambil mendekap erat tubuh mungil putrinya.


" Papah kaget gak? tanya Javanka yang berada dalam pelukan papahnya.


" Sangat-sangat, tapi papah lebih bahagia daripada terkejut. jawab Alex dengan masih mendekap tubuh Javanka sambil menghirup aroma wangi khas putrinya.


" Papah, i miss you so much papah. Thank you for visiting for me, papa is the best. ucap Javanka sambil membalas pelukan papahnya dengan erat.


Setelah selesai melepas rasa rindu, Alex pun melepaskan pelukannya. Walaupun ia masih tetap menggenggam erat tangan putrinya, seakan jika dia tidak ingin di tinggalkan oleh sang putri.


" Oh iya, kamu ditemani siapa ke sini? tanya Alex yang baru sadar.


" Avan sendiri pah. jawab Javanka berbohong.


" Beneran? tanya Alex terkejut sekaligus marah.


" Hehehehe......... tidak kok. jawab Javanka berbarengan dengan munculnya Caca dan David.


" Kau pikir aku gila membiarkan keponakanku bepergian jauh seorang diri. ucap David yang muncul di ruangan sebelah.


Mendengar ucapan David Alex pun bernafas lega, dia hampir berpikir jika putrinya benar-benar datang seorang diri.


" Kamu pasti lelah yah sayang? tanya Alex pada putrinya.


" Tidak kok pah, cuma Avan hanya kepanasan saja sedari tadi. jawab Javanka sambil berusaha mengikat rambut panjangnya.


Alex yang melihat putrinya kesulitan mengikut rambutnya sendiri pun langsung bergegas membantu putrinya, lalu tak lupa dia juga menyeka keringat di kening putrinya.


" Pertama kalinya aku datang ke Indonesia, ternyata cuaca disini benar-benar panas yah? ucap Caca yang juga merasa kepanasan.


" Kalian datang bertiga saja? tanya Alex pada kedua sahabatnya.


" Tidak Lex, akan sudah juga membawa pak Rudi, beberapa pelayan dan juga pengawal. jawab David sambil duduk di sofa.


Alex pun mengangguk mengerti, kini perhatiannya hanya tertuju pada putrinya saja.


Sekertaris Aldo pun muncul bersama dengan pak Rudi dan di ikuti oleh beberapa pelayan yang membawa camilan beserta minuman.

__ADS_1


" Kamu mau apa sayang? tanya Alex lembut pada putrinya.


" Avan tidak lapar papah. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya.


Sementara David dan Caca sudah lebih dulu menyeruput minuman dingin yang ada di atas meja, keduanya benar-benar terlihat kepanasan.


Sekertaris Aldo pun dengan sigap menaikan suhu pendingin ruangan, agar nona dan tuan mudanya tidak kepanasan.


" Kamu sudah makan? tanya Alex lagi dengan penuh perhatian.


" Dia sudah makan Lex tadi di pesawat, tapi sebelum kami datang ke sini dia sudah menghabiskan dua gelas jus, karena kehausan akibat perbedaan cuaca di sini. jawab Caca yang memberi tahu Alex jika putrinya Javanka sudah kekenyangan karena jus.


" Iya pah, Avan sudah kenyang sekali. sambung Javanka sambil mengelus perutnya yang rata sambil tersenyum manis.


Alex hanya tersenyum dan mengelus lembut kepala putrinya, mereka pun berbincang-bincang dengan santai. Namun tidak lama setelahnya Javanka malah tertidur lelap, Alex pun meletakkan kepala putrinya dalam pangkuannya dengan hati-hati lalu menyelimuti tubuh mungil putrinya.


" Do, apa yang terjadi? tanya Caca pada Aldo sambil menyenggol lengan Aldo yang berada di sampingnya.


Aldo hanya diam saja dan tidak menggubris pertanyaan dan Caca.


" Kau bilang akan pergi cuma dua Minggu, tapi kenapa sudah hampir satu bulan kau tidak ada kabar tentang kepulangan mu? tanya David pada Alex sambil menatap wajah Alex dengan kesal.


Alex hanya diam saja tidak menjawab atau pun sekedar menatap wajah David.


" Kau juga terlalu egois Lex, seharusnya kau membiarkan Javanka untuk beraktivitas kembali seperti biasanya. Agar dia memiliki kegiatan, dan tidak terlalu bosan menunggu kepulangan mu. sambung Caca yang menyalahkan sikap Alex pada Javanka.


" Aku juga tidak ingin berpisah dengan putriku begitu lama, aku juga merasa sangat terpaksa melakukannya. Jika bukan karena masalah itu, aku pasti sudah pulang sesuai dengan jadwal kepulangan ku. jawab Alex pelan, dia amat sangat merasa bersalah terhadap putrinya.


" Memang apa masalahnya? tanya David serius.


Alex hanya diam saja, melihat Alex diam David pun menatap wajah Aldo. Mendapatkan tatapan mata dari David Aldo pun menceritakan semua masalah yang terjadi.


David dan Caca hanya diam mendengarkan apa yang di katakan oleh Aldo, sementara Alex hanya diam sambil menatap dan mengelus lembut rambut putrinya.


" Lalu bagaimana sekarang? tanya David.


" Semua masalahnya sudah selesai. jawab sekertaris Aldo.


Setelah mendengar penjelasan sekertaris Aldo David pun terlihat sudah mulai tenang, dia tidak lagi emosi pada Alex.


" Nanti malam ke klub yuk? ajak Caca tiba-tiba, dia berusaha untuk mencairkan suasana yang tampak canggung.

__ADS_1


" Kalian saja, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan putri ku. jawab Alex cepat menolak ajakan Caca.


" Sesekali lho Lex, lagipula kita kan sudah lama tidak hangout bareng. ucap Caca berusaha membujuk Alex.


" Tidak. jawab Alex singkat tanpa siapapun membantah ucapannya.


" Aku lebih suka pergi ke bar dari pada klub. jawab David juga menolak ajakan Caca.


" Akhhhhhhhh......... kalian tidak asik. seru Caca dengan kesal.


" Kau saja pergi sendiri. kata Alex yang sudah kembali dengan nada suara arogannya.


" Mana asik pergi sendirian ke klub. jawab Caca sambil memajukan bibirnya kesal.


" Ya sudah, kalau begitu tidak usah pergi. ucap Alex yang membuat Caca makin kesal.


" Padahal kan aku sengaja ambil cuti aga panjang agar bisa bermain bersama kalian lagi seperti dulu. kata Caca yang pura-pura sedih.


" Kau cuti? tanya Alex dengan wajah serius.


Caca dengan polosnya menganggukkan kepalanya.


" Hmmmmmmm........ sepertinya aku harus memotong gaji mu bulan ini? kata Alex lagi.


" Mana bisa begitu. teriak Caca dengan marah sampai membuat Javanka sedikit terkejut namun beruntungnya gadis remaja itu masih tetap tertidur.


Alex pun melemparkan bantal ke arah Caca, karena tiba-tiba berteriak dan membuat putrinya yang sedang tertidur terkejut. Namun dengan sigap Caca menangkapnya.


" Akan ku potong setengah gaji selama setengah tahun. kata Alex marah namun dengan suara pelan.


" Tidak bisa begitu Lex, kau tidak bisa melakukan hal jahat seperti itu padaku. Coba kau pikir kalau aku tidak ikut bersama Avan, apakah kau yakin dia akan baik-baik saja selama perjalanan menuju ke sini. kata Caca dengan suara pelan, saking pelannya sudah seperti dia sedang berbisik pada Alex.


Alex hanya memutar kedua bola matanya malas, sementara David dan juga Aldo hanya mengobrol santai sambil menyantap camilan yang ada di atas meja.


Sejujurnya Alex hanya bercanda kala dia mengatakan akan memotong gaji Caca, namun setelah Caca membuat putrinya terkejut Alex jadi benar-benar ingin memotong gaji Caca.


Segala sesuatu yang berhubungan dengan putrinya, mood Alex pasti akan naik turun sudah seperti tekanan darah seseorang yang mudah naik turun.


" Lex jangan lah seperti itu, aku masih ada beberapa cicilan rumah dan mobil baru lho. Kalau kau memotongnya mau bayar pakai apa semua cicilan ku. ucap Caca masih berusaha membujuk Alex.


" Itu urusan mu, bukan urusanku. Lagi pula kau kan yang memiliki cicilan bukan aku. jawab Alex dengan entengnya.

__ADS_1


" Akhhhhhhhhh.......... tidak Lex, kau jangan melakukan hal jahat seperti itu padaku. Tolong lah, kasihanilah aku Lex. ucap Caca yang masih mohon pada Alex.


Seharusnya kau tidak perlu melakukan hal tidak berguna Ca, karena semakin kau memohon Alex akan semakin mempermainkan mu. pikir David dan juga sekertaris Aldo yang tahu betul sifat Alex.


__ADS_2