
Ketika ball istirahat berbunyi Bianca langsung menarik tangan javanka, dan langsung membawa javanka ke kantin sementara Lala dan Vivi akan menyusul mereka.
" Ada apa sih sebenarnya Bii? tanya javanka pada Bianca sambil mengantri untuk bergilir mengambil makanan.
" Sepertinya kamu harus buru-buru meluruskan dan mengatakan pada anggota OSIS yang lain Van. ucap Bianca dengan wajah serius.
" Memang rencana ku, aku akan mengatakan pada anggota OSIS lain setelah jam pelajaran terakhir selesai, memangnya ada apa Bii? jawab javanka lembut lalu kembali melemparkan pertanyaan pada Bianca.
" Tidak ada apa-apa sih, cuma kemarin mereka menanyakan keberadaan mu Van. jawab Bianca tanpa mengatakan yang sejujurnya pada javanka.
" Ohhhhh gitu, nanti biar aku yang urus deh. Maaf yah karena masalah ku kalian bertiga jadi kebawa-bawa, aku jadi merasa tidak enak pada kalian. kata javanka yang merasa bersalah terhadap ketiga sahabatnya.
" Ya elah Van, kamu itu memperlakukan kami seperti orang asing saja. Santai saja, aku berbicara seperti ini karena ingin mengingatkan mu saja kok. ucap Bianca sambil merangkul javanka.
Javanka pun mengucapkan terima kasih pada Bianca, lalu mereka pun mengambil makanan mereka beserta dengan makanan Vivi dan juga Lala.
" Nanti setelah selesai makan tolong antar aku ke lapangan basket yah. ucap javanka tiba-tiba pada saat ketiga sahabatnya sudah berkumpul dan makan.
" Mau ngapain ke sana? tanya Vivi sambil menatap ke arah javanka.
Javanka pun menceritakan semua tentang pertemuannya dengan Don termasuk pertemuan tadi pagi dan bagaimana terjadinya janji temu secara sepihak itu di buat tanpa ada yang di lebih-lebihkan oleh javanka.
Ketiga sahabatnya hanya diam mendengarkan persis seperti anak TK yang sedang mendengarkan gurunya yang sedang berdongeng.
" Aku sebenarnya...... tapi yah sudahlah, apa salahnya juga kan untuk sesekali melihat dan mendukung time basket dari sekolah sendiri. ucap javanka berusaha menyingkirkan perasaan tidak nyaman nya.
" Kamu tidak harus melakukannya Van. ucap Lala yang tahu jika javanka memaksakan diri.
" Iya bener kata Lala, lagi pula dia sendiri kok yang mengajak tanpa mendengarkan jawaban mu terlebih dulu. tambah Bianca membenarkan ucapan Lala.
" Gapapa kok, aku juga mau melihatnya. ucap javanka sambil tersenyum manis pada sahabat-sahabatnya.
" Jadi kita akan nonton klub basket latihan nih. tanya Vivi si lemot, dia baru mengerti apa yang di bicarakan oleh sahabat-sahabatnya.
" Iya Vi. jawab javanka sambil tersenyum manis pada Vivi, sementara Lala dan Bianca hanya memutar matanya malas menjawab pertanyaan Vivi yang telat.
Sepertinya yang di katakan oleh javanka seusai mereka makan siang di kantin, mereka pun langsung menuju lapangan basket tak lupa javanka juga membelikan beberapa minuman dan camilan untuk diberikan pada anak-anak klub basket.
Sementara di lapangan basket, Don terlihat tidak fokus dengan latihan nya, dia tampak begitu gelisah sambil sesekali pandangannya melihat ke arah kursi penonton.
" Don, ada apa dengan mu? tegur Sam yang kesal dengan sikap Don.
" Sorry, sorry, sorry sam. kata Don sambil meminta maaf pada Sam.
" Fokuslah Don, ada apa dengan mu sobat? kata Joe sambil menepuk pundak Don pelan.
" Iya maafkan aku, aku baik-baik saja. jawab Don lalu mereka pun kembali berlatih.
__ADS_1
Tak berselang lama akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang juga, javanka pun muncul bersama dengan ketiga sahabatnya sambil membawa keranjang kerajinan.
Kala melihat javanka Don pun langsung menghentikan latihannya, dengan perasaan yang berbunga-bunga dia melihat ke arah sosok gadis cantik yang sedang melihat ke arahnya.
Melihat Don kembali diam dan malah menatap ke arah lain, Sam pun melempar pandangan untuk melihat apa yang di lihat oleh sahabatnya itu.
" Javanka. panggil Don yang sedang berada di tengah-tengah lapangan.
Javanka pun melambaikan tangannya dan tersenyum pada Don.
" Duduklah di situ. ucap Don sambil menunjuk kursi yang terlihat nyaman tanpa terkenang teriknya sinar matahari.
Lalu javanka pun duduk dengan patuh tempat yang di tunjuk oleh Don di ikuti oleh ketiga sahabatnya.
Pantas saja dia sedari tadi tidak fokus dengan latihan nya, ternyata perempuan itu alasannya. batin Sam sambil menatap ke arah javanka.
" Sam kita istirahat dulu yah, aku sudah haus nih. kata Don pada Sam sambil cengengesan.
" Lakukanlah semau mu. jawab Sam tidak peduli.
" Oke semuanya kita istirahat dulu. kata Joe pada temannya yang lain.
Don pun langsung berlari menghampiri javanka yang sudah duduk menunggunya, Sam dan Joe pun mengikuti Don dari belakang.
" Hay. sapa Don pada javanka dan sahabatnya.
" Kita istirahat dulu, soalnya aku haus. jawab Don tersenyum jenaka.
" Ohhhhhh...... ini aku bawakan beberapa minuman dan camilan semoga suka yah. kata javanka yang baru ingat dengan kerang yang dia bawa, dengan buru-buru javanka pun memberikan kerangka itu pada Don.
" Wahhhh...... terimakasih lho yah, padahal kan tadi aku cuma ngomong kamu datang dan monoton saja, ini malah aku merasa seperti minta di belikan minuman sama mu. ucap Don sambil menerima keranjang yang di berikan oleh javanka dan tetap mempertahankan senyumannya.
" Tidak apa-apa kok, lagi pula sekalian lewat. kalian juga pasti haus kan. jawab javanka sambil tersenyum manis.
" Sekali lagi makasih yah. ucap Don berterimakasih pada javanka.
Javanka pun mengangguk dan tersenyum manis.
Lalu dengan sombong Sam langsung mengambil minuman yang ada di keranjang kemudian dia meminumnya, javanka hanya menatap Sam sekilas berbeda dengan ketiga sahabatnya yang menatap Sam dengan sengit.
" Javanka kamu akan ikut lomba seperti tahun lalu juga kan? tanya Don berusaha mencarikan suasana.
" Aku paling ikut lomba melukis saja. jawab javanka sambil menatap ke arah depan.
" Lho kok cuma melukis doang sih Van? tanya ketiga sahabatnya yang justru terkejut dengan jawaban javanka.
" Aku ingin memberikan peluang untuk anak-anak lain yang ingin mengikuti lomba, lagi pula aku harus banyak latihan untuk konser piano ku nanti. jawab javanka menjelaskan alasannya pada sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
" Ohhhh gitu. kata Bianca dan Lala berbarengan sambil menganggukkan kepalanya.
" Kapan tanggal penjualan tiket nya? tanya Don dengan antusias.
" Hmmmmmmm........ rahasia, cuma aku akan sedikit memberikan bocoran nya kira-kira pergantian musim semi ke musim panas. ucap javanka sambil tertawa melihat wajah penasaran sahabat-sahabatnya.
Mereka pun berpikir keras setelah mendengar ucapan javanka.
" Berarti kalau tidak akhir bulan Mei atau awal bulan Juni. sahut Sam tiba-tiba yang duduk tidak jauh dari mereka.
Mendengar ucapan Sam javanka pun melihat ke suara itu berasal, lalu pandangannya kembali kepada teman-temannya.
" Benarkah apa yang dikatakan sam? tanya Don sambil menatap wajah javanka.
javanka hanya memejamkan matanya sambil tersenyum.
" Akhhhhhhhhh....... jawab yang benar dong, soalnya aku selalu tidak pernah kebagian tiket jika kamu mengadakan konser piano. ucap Don dengan frustasi sambil melihat javanka gemas.
" Kalau kita sih pasti aman-aman saja. kata Bianca dan Lala sambil menertawai Don.
" Bagaimana cara membelinya sih? tanya Don pada Bianca.
" Rahasia..... jawab Bianca sambil tertawa-tawa kegirangan.
Mendengar jawaban Bianca Don hanya mengacak-acak rambutnya frustasi, dia benar-benar tidak tahu cara memesan tiket konser piano javanka.
" Padahal konser piano sangat keren tahu Don. sahut Joe memanaskan perasaan Don.
" Iya bener seru banget. sahut Vivi, Bianca dan juga Lala menimpali ucap Joe.
" Memangnya kau pernah menontonnya? tanya Don pada Joe seakan-akan tidak percaya dengan ucapan Joe.
" Wessss..... jangan ditanya mamahku tuh fans garis depan seorang pianis terkenal yaitu nona Javanka, jadi aku selalu menemani beliau setiap kali menonton konser javanka. kata Joe menjelaskan pada Don dengan mimik wajah yang membuat orang kesal.
" Hahahahhaha....... wajah mu memperlihatkan isi hati mu, seperti nya kau iri sekali pada temanmu. ucap Bianca sambil tertawa-tawa kegirangan, Vivi dan Lala pun ikut menertawakan Don sementara javanka hanya tertawa kecil.
" Joe tolong katakan pada mamahmu untuk membeli tiket lebih agar aku bisa menonton konsernya juga, aku mohon pada mu Joe. ucap Don pada Joe sambil memelas memeluk Joe.
Melihat itu ketiga sahabatnya javanka makin tertawa terbahak-bahak, javanka tetap saja hanya tersenyum simpul. Sementara Sam hanya memperhatikan javanka sedari tadi.
.
.
.
💐💐💐💐
__ADS_1