
Karena penasaran yang sudah menjalar ke ubun-ubun, akhirnya sekertaris Aldo memberanikan diri untuk bertanya pada atasannya.
" Tuan boleh kah saya bertanya? tanya Aldo dengan ragu-ragu.
Alex hanya diam saja tidak menjawab atau pun menepis kata-kata sekertaris Aldo, Aldo yang merasa bahwa atasannya memberi ijin pun akhirnya sekali lagi mengeluarkan suara nya.
" Tuan, sebenarnya apa yang terjadi? apakah terjadi sesuatu pada nona? tanya sekertaris Aldo dengan di penuhi rasa penasaran ingin tahu nya.
Alex yang mendengar itu hanya bisa bisa menarik nafasnya panjang, dia membuang pandangannya ke arah luar jendela sambil terus mendekap tubuh mungil putrinya.
" Penyakit putriku kambuh kembali. kata Alex akhirnya mengeluarkan suara.
Sekertaris Aldo yang mendengar ucapan atasannya pun hanya bisa mengerutkan dahi nya, tapi dia tidak berani menyela kata-kata atasannya.
" Jauh sebelum kau masuk menggantikan mendiang ayahmu, kejadian itu tiba-tiba terjadi menimpa putriku. Aku bahkan ingin betul bagaimana dia menyakiti dirinya sendiri dan bahkan dia sangat membenci dirinya sendiri.
kata Alex mengenang kembali luka lampaui yang meninggal bekas yang mendalam untuk putri tercinta nya.
__ADS_1
flash back
Sore itu Javanka sedang bermain-main dengan anak seusianya di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah nya, namun entah kenapa hal tak terduga terjadi pada gadis manis itu.
" Ohhh... ini anak nya tuan Alex yang menyebabkan kematian istrinya, kasihan sekali yah istrinya tuan Alex begitu melahirkan nya beliau langsung meninggal dunia. ucap salah satu ibu-ibu yang anaknya sedang bermain dengan Javanka.
" Masa sih jeng, emang iya? ya ampun entah kesialan apa yang menimpa keluarga mereka. ucap ibu-ibu yang sambil menatap sinis pada Javanka.
" Dasar anak pembawa sial. makian dari yang lain nya.
Bahkan mungkin ada beberapa kata-kata kasar lainnya yang keluar dari mulut mereka, setelah melemparkan bara api yang menyala mereka langsung buru-buru membawa anak mereka menjauh dari Javanka.
gadis kecil itu lalu berjalan mengejar teman-teman nya yang tadi pergi meninggalkan nya, lalu dia mengajak mereka main kembali.
Namun salah satu dari anak itu mendorong tubuh mungil Javanka sampai tersungkur ke lantai yang membuat keningnya berdarah, tak cukup di sini dia bahkan mengatakan bahwa Javanka adalah anak pembawa sial dan siapa pun yang berdekatan dengan nya akan tertimpa kesialan, dan karena Javanka juga mamahnya Javanka meninggal dunia.
Javanka hanya diam dan duduk termenung menatap langit, gadis kecil itu sama sekali tidak menangis karena luka di keningnya atau pun mencari keberadaan mba Nani.
__ADS_1
Mba Nani yang baru dari kamar mandi pun terkejut dengan keadaan nona nya, apa lagi melihat luka di dahi nya. Dia pun bergegas membawa nona nya pulang untuk di obati, tanpa memperhatikan keadaan nona yang sebenarnya.
Entah kenapa Alex ingin pulang cepat dan dia pun bergegas menuju Mansion milik, betapa terkejutnya dia ketika melihat keadaan putri tercinta nya.
" Apa yang terjadi? mengapa dahinya terlalu? ucap Alex yang meninggalkan suara nya, bahwa lebih tepatnya dia membentak semua orang yang ada di situ.
Namun Alex merasa heran karena putrinya tidak beraksi sama sekali, karena biasanya Javanka selalu memarahi papah kalau Papah nya membentak atau memarahi pelayan di Mansion.
Gadis kecil itu hanya diam saja dan ekspresi sangat datar, dengan pandangan kosong. Alex yang melihat itu pun langsung bergegas menghampiri putrinya.
" Sayang, apa yang terjadi? kenapa kamu terluka nak? siapa yang melakukan nya sayang? beruntun pertanyaan Alex layangkan pada putrinya, dia bahkan duduk di lantai di hadapan putrinya sambil menggenggam erat tangan mungil itu.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐