Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 155


__ADS_3

" Lex, apakah kau akan ikut dengan kami? tanya David tiba-tiba.


Alex tidak menjawabnya sama sekali, dia hanya mengabaikan ucap David.


" Aku sudah lama tidak pergi ke tempat Jim, tubuh ku terasa sangat kaku. Aku, Caca dan Aldo akan pergi, apakah kau akan ikut? tanya David lagi berusaha menghibur Alex.


Mendengar ucapan David sekertaris Aldo pun memicingkan matanya, dia tidak mungkin pergi meninggalkan tuan mudanya sendiri di rumah sakit.


" Aku akan di sini saja, kalian pergi saja. Aku ingin menunggu putriku. jawab Alex.


" Ayolah, jangan seperti ini Lex. Kami bertiga ini sangat khawatir dengan keadaan mu lho. kata David yang merangkul pundak Alex.


" Aku akan tetap di sini, apapun alasannya. jawab Alex bersikeras pada pendiriannya.


Ketiga pun hanya bisa menarik nafasnya panjang, mereka juga sudah lesu dan tidak bisa berpikir jernih.


" Berapa lama perban itu akan di terpasang? tanya Alex tiba-tiba pada Caca.


" Perban apa? tanya balik Caca yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan Alex.


" Penutup perban di mata putriku? jawab Alex.


" Oh itu, aku pikir kurang lebih satu Minggu tapi aku juga kurang paham. jawab Caca sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun tenggelam dalam pikirannya masing-masing, keempat pria itu hanya diam tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun.


Sudah hampir tiga jam Alex menunggu, David sudah pamit pergi begitu pula dengan Caca kembali pada tanggung jawabnya. Kini sekertaris Aldo dan juga Alex masih setia menunggu Avan.


" Tuan muda lebih baik tuan makan malam dan bersih-bersih terlebih dahulu, bukannya tuan muda sudah seharian belum makan apapun. kata Aldo yang khawatir pada kesehatan Alex.


" Aku tidak merasa lapar do. jawab Alex.


" Tapi tetap saja tuan muda harus tetap makan dan menjaga kondisi tubuh tuan muda. kata Aldo pada Alex.


" Bukannya kau pun sama dengan ku, kau juga pasti belum makan seharian kan? kata Alex balik bertanya.


Aldo pun hanya cengengesan mendengar pertanyaan tuan mudanya, dia tidak berani menjawabnya karena memang benar adanya kata-kata tuan mudanya.


" Baik tuan muda. jawab Aldo dengan sopan.


Lalu Alex pun pergi meninggalkan sekertaris nya, sementara Aldo mengirim pesan singkat pada pak Rudi. Meminta untuk mengirimkan makan ke rumah sakit untuk tuan mudanya.


Sementara di lain tempat, si nenek dan kakek sudah kembali ke rumahnya. Tentunya di antara oleh si Ucup dan si Jojo.


" Nak Jojo sepertinya kita salah tempat. ucap si kakek setelah turun dari mobil.


" Tidak tuan, ini memang benar rumah tuan dan nyonya. jawab si Jojo dengan sopan.

__ADS_1


" Tuan muda Alex yang meminta sekertaris Aldo untuk merenovasi rumah tuan dan nyonya sebagai ucapan terima kasih. sambung si Ucup memberi tahu pada si kakek dan nenek.


" Ya Tuhan......... ucap si kakek dan nenek berbarengan kedua pun menangis sambil bersujud syukur atas apa yang mereka dapatkan di usia yang sudah sangat tua.


" Rumah ini sudah memiliki furniture yang memudahkan tuan dan nyonya beraktivitas di dalam nya, barang-barang di dalam sudah kami ganti dengan yang baru kecuali barang-barang yang bersifat peninggalan atau lain kami sudah memperbaikinya dan di letakkan di dalam rumah. kata si Ucup lagi sambil menuntun si kakek untuk bangkit dan masuk ke dalam rumah.


Si Jojo pun membawa si nenek bangkit dan ikut masuk ke dalam rumah untuk melihat-lihat.


Begitu pintu di buka semua terasa sangat berbeda dengan gaya bangunan yang di desain dengan megah, elegan namun tidak meninggalkan kesan alami dan sudah di lengkapi semua furniture yang memudahkan si nenek dan kakek beraktivitas.


Keduanya tak henti-hentinya menangis dan bersyukur atas apa yang mereka terima, sementara si Ucup dan Jojo pun ikut terharu melihat nya.


" Tuan muda Alex juga sudah membeli tanah yang ada di sekeliling rumah tuan, agar tuan tidak perlu jauh-jauh lagi untuk pergi bekerja di ladang orang. Kata si Ucup lagi sambil menyerahkan surat tanah yang sudah atas nama si kakek dan juga amplop coklat yang berisi uang untuk modal si kakek dan nenek memulai hidup baru.


Entah harus seperti apa lagi kedua pangan paruh baya itu harus berterima kasih atas kebaikan Alex, yang bisa mereka lakukan hanya mendoakan kebahagiaan untuk Alex dan juga putri semata wayangnya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2