Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 90


__ADS_3

Setelah selesai makan siang dengan segala kerepotan yang di buat oleh sekertaris Aldo, akhirnya pun telah selesai.


Aldo pun menuntun tangan nonanya kembali menuju ruang rawatnya, karena tidak ingin digendong oleh dirinya. Aldo akhirnya menuntun gadis kecil itu.


Sepanjang perjalanan Avan hanya diam saja, ekspresinya tampak datar. Sekertaris Aldo yang melihat itu hanya bisa memasang wajah sedih.


Sepanjang melewati taman gadis kecil tetap berjalan, karena memang dia tidak bisa melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, sontak sekertaris Aldo pun ikut menghentikan langkahnya.


" Ada apa nona? bertanya pada nonanya, sambil berjongkok di hadapan Avan.


Avan perlahan meraba-raba ke arah depan, Aldo yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik nonanya pun di buat kebingungan.


" Apakan nona mencari sesuatu? bertanya karena sudah menyerah dengan kebingungan yang ada.


Avan terus mencari dan menghiraukan pertanyaan dari sekertaris Aldo, hingga akhirnya dia pun mendekatkan yang dia inginkan.


Yaitu mawar merah yang bermekaran dengan indah dan harum, gadis kecil itu hanya menatap dengan pandangan kosong namun dia menghirup aroma buang itu.


Sekertaris Aldo yang melihat itu pun mengerti apa yang di inginkan oleh nonanya itu, dia hanya tersenyum manis kala menyaksikan pertandingan yang ada di hadapannya.


" Apakah nona sangat menyukai bunga mawar? kalau iya saya akan memesankan nya untuk nona. ucap sekertaris Aldo dengan lembut dia menutup kepala nonanya agar tidak terkena sinar matahari yang terik.

__ADS_1


Kesenangan nya tak berlangsung lama, karena tiba-tiba gadis kecil itu meremas tangkai bunga mawar yang penuh dengan duri yang membuat tangan mungil itu berdarah.


" Nona, apa yang nona lakukan? pekik sekertaris Aldo sambil menarik tangan Avan.


" Tolong jangan lakukan hal seperti ini nona, saya mohon. ucap sekertaris Aldo lagi sambil menggendong Javanka masuk ke dalam, agar bisa langsung di obati.


" Sus, suster tolong obat nonaku. kata sekertaris Aldo dengan panik pada suster yang dia temui.


" Baik pak, mari ikuti saya. jawab sang suster sambil berjalan cepat.


Aldo pun mengikuti sang suster dengan penuh kecemasan, sementara Javanka hanya diam tanpa mengeluarkan ekspresi di wajahnya.


Setelah selesai di obati Aldo pun dengan segera membawa nonanya kembali ke ruang rawatnya.


" Dari mana saja kau? tanya Alex yang sudah berada di dalam ruangan.


" apa yang terjadi pada putriku? tanya Alex dengan begitu dingin seakan sudah tahu apa yang menimpa putrinya.


" A, anu tuan muda. Nona terluka. jawab sekertaris Aldo jujur.


" Apa? terluka. memastikan kembali apa yang dia dengar.


" iya tuan muda. jawab sekertaris Aldo lagi.

__ADS_1


Dengan cepat Alex mengambil Avan dari gendongan sekertaris nya, matanya mendelik kala melihat noda darah yang ada di baju sekertaris nya.


Lalu pandangannya tertuju pada tangan mungil milik putrinya yang sudah dibalut oleh perban.


" Apa yang kau lakukan pada putriku? mengapa bisa tangannya terluka? tanya Alex dengan marah pada sekertaris nya.


" Ini semua karena keteledoran saya tuan muda, saya memang pantas di hukum. jawab sekertaris Aldo sambil menundukkan kepalanya.


" Apa yang sebenarnya terjadi? tanya Alex lagi dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


Aldo pun menceritakan semua yang terjadi pada tuan mudanya, Aldo sama sekali tidak kesal atau marah pada tuan mudanya. Justru dia kesal karena kebodohannya nonanya sampai terluka.


" Aku sudah memperingatimu tadi, jika sampai terjadi sesuatu sedikit pun pada putriku. aku pasti akan menghabisimu kan, jadi Terimalah hukuman mu bre**sek.


kata Alex dengan beringas dia menarik kerah baju yang dipakai oleh sekertaris Aldo.


Alex pun mengepalkan tangannya lalu melayangkan tinjunya pada wajah sekertaris nya itu.


" Papah, no ......


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2