Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 161


__ADS_3

Aku tidak tahu harus mengatakan nya atau tidak pada tuan muda soal kejadian tadi, jika aku mengatakannya nona pasti kena teguran oleh tuan muda mengingat sifat tuan muda sekarang terhadap nona yang begitu posesif.


Tapi jika aku tidak mengatakannya tuan muda pasti akan marah besar jika sampai mengetahui kejadian tadi dari mulut pelayan, biarlah nanti aku pikir kan lagi.


Lagi pula menurut ku hal yang wajar di usia nona saat ini, jika beliau melakukan hal-hal yang bersifat membahayakan dan sedikit nakal. Bahkan menurut ku nona adalah anak yang sangat dewasa, pengertian dan cerdas.


Pikir pak Rudi sambil mengikat rambut putri tuan mudanya itu.


Tak berselang lama Alex pun turun dan berjalan menghampiri putrinya, pak Rudi pun langsung bangkit dan menunjukkan kepalanya hormat.


" Selamat pagi sayang. sapa Alex pada putrinya sambil mencium pipi kanan dan kiri putrinya.


Javanka hanya diam saja tidak menjawab, gadis kecil itu masih serius melihat film kartun favoritnya dan menghiraukan papahnya.


" Pak siapin sarapan yah. ucap Alex pada pak Rudi.


" Baik tuan muda. jawab pak Rudi dengan sopan lalu berbalik pergi meninggalkan tuan muda dan nonanya.


" Sayang, nonton apa sih. Serius amat. kata Alex sambil mencomot buah milik putrinya.


Javanka masih diam tidak bergeming, gadis kecil itu memang punya kebiasaan jika sedang menonton akan sangat serius dan tidak bisa di ajak berbicara sama sekali.


" Ya ampun..... kata Alex dengan gemas dia mencubit kedua pipi gembul putrinya.


" Papah. ucap Javanka sedikit kesal.


Alex hanya tertawa terbahak-bahak mendengar nya, lalu dia pun kembali menjahili putrinya dengan berbagai cara. Alex sangat gemas jika sudah melihat wajah serius putrinya, dia tidak akan berhenti meledeknya.

__ADS_1


Dari mulai menciumi seluruh wajah putrinya, menghalangi putrinya menonton film sampai memencet hidung putrinya. Semua dia lakukan agar putrinya marah dan bahkan menangis.


Namun Javanka adalah anak yang sabar dan tidak cengeng, gadis kecil itu cenderung memilih mengalah dan membiarkan papahnya melakukan hal apapun yang disukai papahnya.


Pak Rudi pun berjalan menghampiri tuan muda dan nonanya.


" Sarapan sudah siap tuan muda. ucap pak Rudi memberi tahu pada Alex.


" Baik pak, terima kasih. jawab Alex.


Javanka pun langsung bangkit dan berlari pergi meninggalkan papahnya, gadis kecil itu berlari menuju ke arah ruang makan.


" Mau kemana dia? ucap Alex kala melihat putrinya sudah ngacir.


" Sepertinya nona menuju menuju ke ruang makan tuan muda. jawab pak Rudi yang seakan hapal betul kelakuan nonanya itu.


" Hemmmmm........ bukannya dia paling susah diajak sarapan jika sudah nonton. kata Alex lagi pada kepala pelayan nya.


" Pantas saja dia langsung kabur, orang film nya sudah bersambung. kata Alex sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan tingkah laku putrinya itu.


Alex pun berjalan menyusul putrinya ke ruang makan, sementara pak Rudi mematikan televisi dan membereskan piring dan gelas-gelas bekas nonanya tadi.


Javanka sudah mulai memakan makanannya dengan di bantu oleh pelayan dapur yang menaruh makanan yang Javanka inginkan.


" Kamu yah, sudah turun ke bawah duluan sekarang sarapan pun meninggalkan papah juga. ucap Alex dengan pura-pura marah lalu menggigit pipi putih mulus milik putrinya.


Javanka tidak menjawab nya, gadis kecil itu hanya cengengesan mendengar ucapan papah sambil melanjutkan memakan sarapannya.

__ADS_1


Alex pun akhirnya ikut sarapan bersama putrinya.


" Papah mau keja? tanya Javanka setelah selesai sarapan.


" Hemmmmmm........ kerja gak yah. jawab Alex sambil pura-pura berpikir.


" Sepertinya tidak, memang nya kenapa? tanya balik Alex pada putrinya.


" Tuh. ucap Javanka sambil menunjuk ke arah belakang papahnya.


Alex pun melihat kearah putrinya menunjukkan, terlihat lah sekertaris Aldo sudah duduk di ruang tengah sambil menikmati segelas kopi dan roti bakar.


" Avan cuma mau kacih tahu papah caja, kayo uncle Aydo cudah nunggu papah buat pegi kantoy. kata Javanka yang membuat Alex malu.


Lalu gadis kecil itu pun turun dari kursi dan berjalan meninggalkan papah nya.


" Papah bath cepat-cepat yah. ucap gadis kecil itu sebelum pergi meninggalkan papah nya sambil tertawa kecil.


Aldo yang mendengar ucapan nonanya pun ikut tertawa, dia tidak menyangka jika nonanya akan mengerjai papahnya sendiri.


Javanka berjalan menghampiri sekertaris Aldo dan menyapanya, setelah itu gadis itu itu pun pergi ke kolam ikan dan memberi makan ikan koi peliharaannya.


Sementara Alex memilih kembali naik ke atas untuk mandi dan bersiap berangkat ke kantor, karena sekertaris nya sudah datang menjemput nya. Pak Rudi pun mengikuti tuan mudanya untuk membantu Alex bersiap.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2