Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 29


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan pak Rudi malam ini, pak Rudi tidak sejak malam sampai siang ini.


Javanka yang dengan bermain petak umpet dengan para pelayan pun terkejut.


" Nona, nona coba tebak siapa yang datang? ucap salah satu pelayan yang berlari ke arah dalam.


Javanka yang sedang bersembunyi pun keluar.


" Papah yah mba? tanyanya dengan penuh harap lalu berlari ke arah pintu utama untuk melihat.


" Nona jangan berlarian seperti itu, nanti nona bisa terluka. kata mba Nani dan beberapa pelayan yang khawatir melihat Javanka yang berlari.


Dengan nafas ngos-ngosan akhirnya Javanka sampai di depan, gadis kecil itu pun dengan penuh semangat dan keceriaan berdiri di depan pintu.


" Nona, apa yang nona langsung? ucap pak Rudi yang baru menyadari keberadaan nona muda nya.


" Papah, where is papa pak? tanya Javanka dengan senyuman yang mengembang.

__ADS_1


" Tuan, tuan masih ada di luar kota nona. jawab pak Rudi jujur, namun dengan cepat wajah Javanka berubah mendukung.


Sebenarnya ini pertama kali nya Javanka di tinggal oleh sang papah dalam waktu yang bisa di bilang lama, gadis kecil itu terlihat sudah sangat merindukan sang papah.


Namun dia memilih untuk memendamnya sendirian, karena dia tidak ingin jika papah nya khawatir pada nya dan membuat pekerjaan sang papah menjadi berantakan.


" Nona, nona apa yang terjadi? tanya pak Rudi tampak khawatir lalu berjalan menghampiri nona muda nya.


" everything is fine pak. jawab Javanka dengan senyuman lembut nya.


" Oh, syukur lah kalau begitu. kata pak Rudi bernafas lega.


" Nona, apakah nona tidak keberatan jika saya memperkenalkan seseorang orang. panggil pak Rudi kembali yang berhasil membuat Javanka menghentikan langkahnya.


" who pak? a bapak that you told Avan last night. kata Javanka yang sudah menebak apa yang akan di tunjukkan oleh pak Rudi.


" Betul nona, tunggu sebentar yah nona. jawab pak Rudi dengan sopan, lalu menggeser posisi tubuhnya. Terlihat lah anak laki-laki yang usianya dua atau tiga tahun lebih tua dari Javanka. " nak perkenalkan diri mu dengan sopan pada nona. kata pak Rudi pada sang anak.

__ADS_1


" Selamat siang nona, nama saya Samuel Eto'o Hattrick, nona bisa memanggil nama saya senyaman mungkin. kata Sam dengan sedikit menundukkan kepalanya memperkenalkan diri.


" Hi my name is Javanka Lovato Mahendra, everyone calls me Jovanka or Avanza. jawab Javanka ikut sedikit menundukkan kepalanya memperkenalkan diri dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.


Di kota yang di tempati oleh Javanka memang biasanya cara memperkenalkan diri itu seperti itu, bisa di bilang itu adalah etika ketika sedang berkenalan dengan seseorang.


" Baiklah nona, untuk kedepannya saya akan tinggal di sini menemani nona, mohon bantuannya yah nona. kata Sam sambil memegang tangan mungil Javanka lalu mengecup nya dengan ringan.


Melihat tangannya di sentuh mata Javanka menajam, gadis kecil itu memang tidak begitu sulit untuk di dekat. Namun dia tidak suka jika ada orang yang baru berkenalan dengan nya tapi dia sudah berani menyentuh nya sekali pun itu adalah etika memberi salam perkenalan.


Javanka tidak menjawab nya dia hanya tersenyum manis sambil menarik kembali tangannya. " I'm sorry in advance, it looks like Avan is staying first because my music teacher has arrived. Stay comfortably we will all welcome you. kata Javanka lalu masuk ke dalam karena guru piano nya memang sudah datang.


hemmmm...... sepertinya nona tidak menyukai ku, apakah aku melakukan kesalahan yang membuat beliau seperti tidak merasa nyaman?


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2