Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 61


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Alex dan juga putrinya hanya berdiam diri di dalam kamar, walaupun bosan gadis kecil itu tetap menurut apa kata papahnya.


Dan begitu pula dengan Alex dia selalu berusaha agar putrinya tidak merasa bosan berada di dalam kamar, dia bahkan rela di dandani oleh putrinya agar putrinya tidak meminta keluar dari kamar.


Sesekali Javanka merengek pada papahnya, dia sangat ingin sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah nya namun Alex langsung melarang putrinya dan kembali mengajak untuk bermain agar putrinya melupakan keinginan nya untuk keluar dari kamar.


Dari mulai sarapan, makan siang sampai makan malam pun mereka lakukan di dalam kamar. Semua para pelayan sempat merasa heran, namun mau bagaimana pun itu hak tuannya mau melakukan apapun.


" Papah Avan is bored in the room all the time, Avan wants to go for a walk. protes Javanka akhirnya sudah merasa muak karena sudah hampir satu minggu dia berada di dalam kamar.


" Tidak sayang, apakah kamu melupakan apa yang dokter katakan pada mu. tolak Alex dengan tegas.


" but Avan has recovered and is fine papah. masih berusaha untuk meyakinkan papah nya bahwa dia sudah sembuh.


" Tidak, papah bilang tidak yah tidak sayang. Lebih baik papah mainkan saksofon untuk mu, apakah kamu mau. tolak Alex lagi, sambil berusaha untuk mengalahkan perhatian putrinya.

__ADS_1


" really papah can play the saxophone? tanya Javanka sedikit tidak percaya bahwa papahnya bisa bermain alat musik itu.


" Wahhhhh..... kamu meremehkan papah yah, kamu tidak tahu kan bahwa pemain saksofon terbaik di dunia itu siapa? tanya Alex dengan serius.


" who is it? tanya Javanka dengan serius sambil mengangkat bahunya.


" Mana papah tahu, yang jelas itu bukan papah. jawab Alex cengengesan.


Javanka yang mendengar itu hanya bisa memukul jidatnya sendiri. " Avan regretted listening to papah's words seriously. kata Javanka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Baiklah sayang, apakah kamu sudah siap mendengarkan suara yang merdu yang akan papah mainkan. tanya Alex yang sudah memegang alat musik saksofon itu sambil berdiri di hadapan putrinya yang sedang duduk.


" Alright, for the next event, we welcome our best saxophonist, Mr. Alex. ucap Javanka yang berlaga seperti MC di ajang pencarian bakat.


" Tunggu sayang, kalau kamu panggil seperti itu papah harus ganti kostum dulu. ucap Alex lalu berlari ke ruang ganti pakaian nya, dengan cepat dia sudah berganti pakaian dengan pakaian formal nya.

__ADS_1


" papa are you serious? doesn't papa feel cold down there. tanya Javanka sambil menahan untuk tidak tertawa.


" Memang apa yang salah dengan pakaian.... Alex tidak melanjutkan ucapannya kala melihat dia masih mengenakan celana pendek nya yang tadi dia pakai.


" Sudah, sudah tidak ada waktu lagi sayang. papah harus cepat bermain saksofon. kata Alex lagi dengan tersenyum menahan rasa malunya, namun dia tidak berniat untuk mengganti celana nya.


" ok papah hahahah...... jawab Javanka sambil tertawa terbahak-bahak melihat papahnya, gadis kecil itu sudah tidak tahan untuk tidak tertawa kala melihat papahnya yang selalu teliti namun tidak untuk kali ini.


" Sudah hentikan sayang, jangan menertawai papah lagi. protes Alex pada putrinya, sejujurnya dia merasa senang karena berhasil menghibur putrinya namun dia juga benar-benar merasa malu pada putrinya sendiri.


*


*


*

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2