Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 179


__ADS_3

Alex hanya diam dan memeluk erat tubuh mungil putrinya, dia benar-benar tidak menyangka jika putrinya akan mengatakan hal yang begitu mengharukan hatinya.


Mungkin dulu mending papahnya Alex memaksa Alex untuk berjuang keras agar bisa jadi Alex yang hebat seperti sekarang, namun Alex sadar jika papahnya melakukan semua itu agar putranya kelak menjadi seorang pembisnis hebat seperti sekarang.


Karena tekanan serta beban yang dia tanggung sendiri membuat karakter Alex yang keras kepala dan mudah marah, dia harus menanggung beban mengelola perusahaan yang cukup besar setelah sang papah dan mamah nya meninggal karena kecelakaan di usianya yang masih tujuh belas tahun. Yang dimana anak seusianya sedang menikmati masa-masa indahnya, namun Alex harus berusaha dan belajar dengan keras mengelola perusahaan peninggalan mendiang papahnya.


Jatuh bangun dalam bisnis sudah ia rasakan selama dia belajar, tapi dia tidak menyerah, dia justru makin semangat dengan giat mempelajari bisnis sampai dia berhasil dan sukses seperti sekarang.


Namun usahanya selama ini tidak pernah lepas dari bayang-bayang ayaih sekertaris Aldo, beliau selalu mensupport dan mendukungnya. Beliau juga adalah orang yang berjasa besar dalam perjuangannya meraih kesuksesannya saat ini, mangkanya Alex menganggap Aldo sudah seperti adiknya sendiri, walaupun tak jarang dia sering membuat sekertaris nya kesulitan.


Tanpa terasa Javanka tertidur pulas setelah menangis, Alex pun membetulkan posisi tidur putrinya. Javanka masih sesenggukan walaupun matanya sudah terpejam.


Sementara Alex hanya memandangi wajah sembab putrinya sambil menghapus sisa-sisa air mata yang ada di peluk matanya, lalu dia pun menyelimuti tubuh mungil putrinya dan mengecup lembut kening gadis kecil itu.


Setelahnya dia pun ikut berbaring di tempat tidur dan tertidur lelap di samping putrinya, sambil memeluk putrinya dengan lembut.


Pagi pun menjalang, seperti biasa Alex pergi ke kantor sementara Javanka di rumah. Namun ada sedikit perbedaan dari biasanya kini orang yang membantu gadis kecil itu berubah, tapi Javanka ingin terlalu banyak bertanya karena ini sudah pasti ulah papanya, dia hanya bertanya pada pak Ruda agar tidak memecat pengasuhnya itu.

__ADS_1


Pak Rudi pun memberi tahu pada nonanya jika si pengasuh tidak di pecat hanya untuk sementara waktu di liburkan, dan Javanka pun memahaminya. Sejujurnya Javanka sangat merasa bersalah terhadap pengasuhnya itu karena dirinya pengasuhnya harus menanggung semua itu.


Di dalam lift menuju ruangan, Alex hanya diam saja begitu pula dengan sekertaris Aldo yang hanya memasang wajah datar.


" Do coba kau cari tahu tentang beberapa sekolah khusus untuk perempuan, lalu berikan padaku laporannya. ucap Alex tiba-tiba memerintah sekertaris nya.


" Baik tuan muda. jawab sekretaris Aldo dengan sopan.


" Dan juga jangan lupa carikan supir yang bisa di percaya. perintah Alex lagi pada sekertaris Aldo.


" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo lagi.


" Untuk putriku, sepertinya sudah waktunya dia masuk sekolah. jawab Alex santai sambil masuk ke dalam ruangannya.


" Oh nona akan masuk sekolah tuan muda? kata sedikit terkejut sekali merasa senang.


" Iya begitu lah. jawab Alex sambil duduk di kursi kebesarannya dan mulai membuka laptop dan komputernya.

__ADS_1


" Apakah saya harus mencari sekolah khusus untuk perempuan tuan muda? tanya Aldo pada Alex.


" Tentu saja, aku ingin putriku bergaul hanya dengan anak perempuan saja. Dan kalau bisa kau cari sekolahan khusus perempuan yang terbaik. ucap Alex dengan tegas, dia tidak ingin ada kesalahan sedikit pun pada masa depan putrinya.


" Baik tuan muda, saya akan melaksanakannya. Kalau begitu saya pamit tuan muda. ucap sekertaris Aldo sopan, dia menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan tuan mudanya tentunya setelah dia memberi tahu jadwal Alex untuk hari ini.


Sekertaris Aldo langsung masuk ke dalam ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan tuan mudanya, pria itu duduk tegap dan langsung membuka laptopnya lalu mencari tahu sekolah terbaik untuk nonanya.


Setelah beberapa saat Aldo pun akhirnya menemukan sekitar lima sekolah bagus, namun dia belum begitu yakin dengan apa yang dia baca, akhirnya Aldo pun memutuskan untuk menugaskan bawahannya untuk mengecek langsung sekolah-sekolah tersebut.


Hemmmmm....... sepertinya tidak akan butuh waktu lama untuk mendapatkan informasinya, aku berharap jika letak akademi nya tidak terlalu jauh dari Mansion, agar nonanya tidak terlalu lama di dalam mobil.


Awalnya aku pikir tuan muda akan menyekolahkan nona seperti beliau dulu, tapi ternyata tuan muda ingin memberikan yang terbaik untuk nona dengan cara membiarkan nona bersekolah di sekolah umum, dan membiarkan nona bergaul dengan anak-anak seusianya. Tidak seperti beliau dulu yang sekolah di rumah karena para gurunya yang akan datang ke rumah beliau, begitu lah tuntutan dan tanggung jawab seorang pewaris.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2