Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 4 season two


__ADS_3

Tak berselang lama Alex pun kembali menghubungi putrinya, namun kini dia menghubungi melalui panggilan video call. Javanka pun langsung menjawab panggilan itu.


📞 iya pah. jawab javanka.


📞 Coba tunjukkan pada papah kalau kamu pergi sama teman-temanmu yang biasa bermain bersama dengan mu sayang. ucap Alex langsung pada tujuannya.


Javanka pun memutar camera ponselnya menghadap ke arah sahabat-sahabatnya berada, lalu Bianca, Lala dan Vivi pun menyapa Alex dengan sopan.


📞 Hay om, apa kabar? sapa ketiganya sambil tersenyum manis.


📞 Iya baik, kalian bagaimana? tanya balik Alex tentunya tanpa tersenyum sedikit pun.


📞 Baik juga Om. jawab Bianca dengan semangat, Bianca memang sedikit tertarik pada Alex namun dia berusaha menyembunyikan perasaannya. Walaupun Lala dan javanka mengetahui jika Bianca tertarik pada Alex yang tidak lain adalah papahnya javanka sendiri.


📞 Tapi beneran kalian pergi cuma berempat saja? tanya Alex yang masih tidak percaya.


📞 beneran kok om. jawab Bianca berbohong sambil menjepit jari telunjuk dan jari tengahnya tanda dia berbohong.


📞 Oke kalau gitu, Om titip javanka pada kalian yah. ucap Alex pada Bianca, Lala dan Vivi.


Kemudian camera ponsel pun kembali menghadap javanka.


📞 Kamu sudah makan siang kan sayang? tanya Alex lembut pada putrinya.


📞 sudah papah, Avan tadi makan siang di kantin sekolah. jawab javanka sambil tersenyum manis pada sang papah.


📞 Syukur lah, kamu langsung pulang yah kalau sudah selesai. ucap Alex lagi pada putrinya.


📞 iya papah, Avan akan langsung pulang kok. papah jangan lupa makan siang yah. ucap javanka menginginkan papahnya.


Lalu panggilan video call pun berakhir setelah Alex meminta javanka untuk menghadapkan camera ponselnya ke seluruh arah yang ada di sekelilingnya, tanpa membantah javanka pun dengan patuh menuruti keinginan sang papah.


" Hmmmmmm........ akhirnya selesai juga laporan kenegaraan mu Van. celetuk Lala sambil merangkul javanka.


" Maaf yah, kalian pasti merasa terbeban yah. ucap javanka yang merasa tidak enak pada sahabat-sahabatnya.


" Tidak apa-apa Van, kan wajar jika orang tua khawatir dengan kondisi putrinya. jawab Bianca sambil menepuk lembut punggung javanka.


" Iya wajar kok Van. sahut Vivi


" Tumben nih anak nyambung. celetuk Lala.


Lalu mereka pun mulai masuk ke dalam mall tentunya bersama dengan Edward dan teman-temannya yang sudah bergabung dengan keempatnya.

__ADS_1


" Kira-kira kamu mau beli apa Bii? tanya Lala pada Bianca sambil memperhatikan barang-barang yang ada di hadapan mereka.


" Aku juga tidak tahu, mereka semua kan laki-laki. Aku mana ngerti apa yang diinginkan oleh mereka. jawab Bianca menatap lurus dengan wajah bingung.


" Hmmmmmmm......... kenapa kita gak tanya sama kak Edward dan teman-temannya saja. ucap Vivi asal.


Sontak javanka, Bianca dan Lala pun menatap ke arah Vivi lalu ketiganya pun mencubit pipi Vivi.


" Tumben otak mu lempeng Vi. ucap Lala sambil tertawa terbahak-bahak.


Lalu javanka pun memanggil Edward dan teman-temannya yang sedang asyik memilah barang.


" Ada apa dek? tanya Edward yang sudah ada di hadapan javanka.


" Kak, boleh minta tolong rekomendasikan kami kado yang sesuai untuk anak laki-laki tidak? jawab Lala dengan centil.


" Kamu lagi nyari kado untuk anak laki-laki? memangnya teman sebangkumu laki-laki dek? tanya Edward pada javanka dan mengabaikan Lala.


Lala yang melihat itu pun hanya bisa mendengus kesal, lalu kenz pun langsung mengajak lala ke sebelah kiri toko. Sementara Bianca, Vivi dan juga Edo pergi ke sebelah kanan toko.


Kini tinggal javanka dan Edward yang ada di tempat itu, dengan perasaan canggung javanka hanya tersenyum simpul dan menjawab semua pertanyaan dari Edward.


" Hmmmm....... biasanya anak laki-laki paling suka musik atau video game. ucap Edward sambil memilah beberapa video game terbaru.


" Memang dia anak tipe seperti apa? tanya Edward penasaran.


" Hemmmmm....... dia anak yang baik, pendiam, pintar dan dia paling suka kebersihan dan kerapihan. jawab javanka sambil berpikir-pikir.


" Senangnya yah? bisa di perhatikan dan juga duduk di samping mu sepanjang hari. gumam Edward pelan.


" Kenapa kak? tanya javanka tidak mendengar gumaman Edward.


" Ahhhhh....... tidak, aku tidak mengatakan apa-apa kok dek. jawab Edward sambil tersenyum manis pada javanka.


" Oh gitu..... javanka pun mengangguk mengerti. " Oh iya, bagaimana kalau aku belikan gitar saja kak, soalnya aku ingat sebelum liburan akhir tahun senar gitarnya putus saat pelajaran musik berlangsung. ucap javanka lagi setelah berhasil mengingat-ingat.


" Oh gitu, ya sudah kalau begitu kita ke tempat alat musik saja. jawab Edward langsung mengajak javanka ke tempat alat musik.


Dan mereka berdua pun pergi ke tempat alat musik yang di lantai atas, begitu javanka masuk ke dalam toko alat musik itu. Sang manajer nya langsung menyambut kedatangan javanka.


" Silahkan masuk nona. ucap sang manajer dengan sopan mempersilahkan javanka.


" Terimakasih pak. jawab javanka lembut gadis itu pun tersenyum manis pada sang manajer.

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu nona? apa yang sedang nona cari di toko sederhana ini biar saya bisa menunjukkan yang paling bagus untuk nona. ucap sang manajer dengan sopan mempersilahkan javanka dan Edward untuk duduk.


" Aku sedang mencari gitar akustik elektrik apakah ada? tanya javanka sambil melihat-lihat sekeliling.


" Oh, ada nona. Mari saya tunjukkan tempatnya. jawab sang manajer lalu menunjukkan letak deretan gitar.


Sesampainya di deretan gitar javanka pun melihat-lihat dan memilih yang paling bagus dan terlihat menarik, Edward pun ikut melihat-lihat.


" Aku pilih yang itu saja yah pak. ucap javanka sambil menunjuk gitar yang ada di dalam lemari kaca.


" Baik nona, saya akan mengirimnya ke kediaman nona nanti sore. jawab sang manajer.


" hmmmmmmm...... tidak pak, biar saya yang bawa saja. tolak javanka lembut.


" Baik nona, mohon tunggu sebentar saya akan langsung mengemas nya. jawab si manajer lalu langsung bergegas meminta pekerjaannya mengemas gitar tersebut.


Tak lupa javanka pun meminta tolong dengan sopan agar di kemas layaknya hadiah lengkap dengan surat ucapannya, javanka dan Edward pun duduk sambil menunggu gitar.


" Dek boleh tolong pilihkan gitar yang cocok untuk kakak tidak. ucap Edward tiba-tiba di tengah kesunyian.


" Tentu saja kak, kenapa tidak. jawab javanka dengan riang lalu javanka pun kembali melihat ke deretan gitar lalu dia pun memilih salah satu untuk Edward.


Setelah beberapa saat kemudian javanka dan Edward pun keluar dari toko musik itu, begitu keluar toko mereka sudah langsung bertemu dengan yang lainnya.


" kamu beli apa Van? tanya Bianca


" gitar. jawab javanka.


" Serius kamu beliin gitar buat hadiah. ucap Lala terkejut dengan hadiah yang javanka siapkan.


" Kamu memang memang the best dek. ucap Edo yang tak habis pikir dengan hadiah yang javanka siapkan.


Javanka hanya tersenyum simpul, lalu mengajak teman-temannya untuk pulang. gadis remaja itu tidak sadar jika sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan nya dari kejauhan.


Dengan rahang yang mengeras serta tangan yang sudah terkepal yang siap meninju siapa saja yang mencari masalah dengan nya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2