
setelah selesai Merapikan semua berkas yang di butuhkan untuk tender proyek pembangunan hotel, Aldo yang baru menyadari banyak sekali foto foto atasannya dengan putri semata wayangnya. membuat ia penasaran tentang seberapa besar kasih sayang bosnya terhadap Putrinya dan ia pun memutuskan untuk bertanya.
" sepertinya bapak sangat amat menyayangi nona javanka" tanya Aldo sambil melihat foto yang ada di atas meja kerja atasannya.
" iya... begitu lah bagiku avanka adalah segalanya" sambil terus menyelesaikan pekerjaannya.
" apa bapak akan merasa takut jika sesuatu hari nanti nona akan pernah meninggalkan bapak" tanyanya lagi yang membuat atasannya memalingkan wajah menatap Aldo dengan tatapan tak mengerti dengan apa yang Aldo tanyakan.
" maksud saya jika suatu hari nanti nona tumbuh dewasa dan menemukan seseorang yang dicintai nona muda dan nona akan menikahi pria itu dan meninggalkan bapak" tanya Aldo pada atasannya sambi terus menatap foto anak perempuan yang begitu menggemaskan. tanpa ia sadari orang yang di hadapannya telah berubah menjadi menyeramkan menatapnya.
" tidak avanka masih kecil" jawabnya sedikit meninggikan suaranya sambil menatap orang yang ada di hadapannya. Aldo yang melihat tatapan mata itu membuat nyalinya menciut ketakutan dan menundukkan kepalanya.
" maafkan saya pak kalau ucapan saya membuat bapak tidak nyaman" kata Aldo sambil merutuki mulut lancangnya yang membuat atasannya marah terhadapnya.
" tak apa apa, kamu boleh keluar dan kembali ke perusahaan" jawabnya sarkas.
__ADS_1
" baik pak. kalau begitu saya permisi" kata Aldo berlalu meninggalkan atasannya. Alex hanya mengangguk.
karena merasa perasaannya tak nyaman dan selalu terpikir tentang apa yang di katakan sekertarisnya membuat Alex memutuskan untuk menemui Putri kecilnya, yang sedang bermain di kamarnya.
" sayangnya papah lagi main apa sih" tanya Alex pada javanka yang sedang asyik bermain. mendengar suara papahnya javanka langsung berlari menghampiri papahnya.
" Avanka Agi main princess pahhh" jawab javanka sambil berjalan berlenggak lenggok mencontohkan seorang putri raja. Alex yang melihat tingkah putrinya pun langsung menciumnya.
" papah kiss no no no" kata javanka pada Alex sambil berlari keluar kamar, Alex pun mengejar putrinya yang kabur dari pelukannya.
javanka yang sedang persembunyian di balik piano besar pun diam dan terus memperhatikan papahnya yang mencarinya.
" javanka kamu dimana sayang? jangan buat papah khawatir dong" Alex terus berteriak memanggil nama putrinya.
" hey kalian" panggil Alex pada beberapa pelayannya.
__ADS_1
" iya tuan " jawab sang pelayan serentak
" cari putriku sekarang juga, saya tak mau terjadi apa apa pada putri saya " kata Alex dengan intonasi tinggi.
" baik tuan " mereka pun segera mencari javanka, sesuai perintah tuanya.
javanka yang melihat itu semua jadi tersenyum jahil. sambil melihat ke sekeliling dia mencari ide untuk membuat papahnya kaget, lalu matanya tertuju pada piano yang ada di hadapannya.
dia pun memainkan piano itu dengan sangat baik, mendengar suara piano Alex pun melihat ke arah piano itu berada dan menangkap sosok yang ia cari dari tadi tersenyum manis padanya.
Alex pun melihat itu langsung berlari menghampiri putri dan langsung memeluknya dan berkata.
" jangan pernah tinggalkan papah sayang" kata Alex lirih sambil menangis membayangkan putrinya pergi meninggalkannya. javanka yang mendengar bahwa papahnya menangis pun langsung berkata.
" avanka enda akan pelgi tinggain papah ko" jawab javanka tersenyum dan menghapus air mata Alex dengan tangan kecilnya lalu mencium sang papah.
__ADS_1