
Ahhhhhhhhhhh....... mungkin dia sedang mandi. pikir Alex lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.
Sementara itu Caca, David dan Aldo sedang bersenang-senang. Mereka sedang bermain game online terbaru, David dan Aldo berkerja sama untuk membully Caca.
" Kau curang Do. kata Caca pada Aldo.
" Aku tidak melakukan hal apapun, aku hanya bermain saja. jawab sekertaris Aldo dengan wajah datar.
" Tidak mungkin, jelas-jelas David ada di depan mu kau malah mengejar ku yang berada jauh darimu. kata Caca dengan kesal sambil terus menatap layar monitor.
" Ohhhhhhhh, ternyata itu David. ucap Aldo berlaga bego sambil memperlihatkan wajah yang berpura-pura terkejut.
" Aku tidak percaya kau tidak mengetahui bahwa itu David, kau pasti sudah bekerja sama dengan David untuk menyerang ku kan? tanya Caca dengan kesal sambil dengan serius mengulang game online yang mereka mainkan.
" Sudahlah Ca, kalau sudah kalah yah kalah saja. sahut David sambil cengengesan.
" Aku tidak terima di permainkan seperti ini, Ayo kita bertarung lagi satu lawan satu. kata Caca dengan semangat menantang David dan Aldo.
" Oke, siapa takut. jawab David menerima tantangan Caca.
Sementara sekertaris Aldo hanya tersenyum tipis lalu ikut gabung berduel bersama dengan kedua sahabatnya.
Suasana di ruangan itu tampak begitu panas dengan semangat yang membara dari para pecinta main game online, Caca tampak begitu dendam pada kedua sahabatnya.
Berbeda dengan David dan Aldo yang begitu santai dan menikmati setiap permainan.
Di sisi lain Javanka yang sudah selesai berendam pun akhirnya perlahan berdiri dan memakai handuk, namun saat dia hendak melangkah keluar dari bathtub tiba-tiba seekor kecoa muncul dan terbang ke arahnya.
" Akhhhhhhhhhhhhh............ teriak Javanka dalam kamar mandi.
Alex yang sedang sibuk bekerja pun langsung bangkit begitu mendengar suara jeritan yang sangat kencang dari putrinya.
" Sayang kamu kenapa? kamu baik-baik saja? tanya Alex dengan khawatir sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
" Awwwwww......... sakit. suara Javanka dari dalam seperti merintih kesakitan.
Mendengar itu tanpa banyak basa-basi Alex pun langsung mendobrak pintu kamar mandi, tidak sulit bagi Alex mendobrak pintu kamar mandi.
Setelah berhasil mendobrak pintu Alex pun langsung mencari keberadaan putrinya, terlihat lah sosok gadis yang sedang dia cari.
Javanka yang terkejut sekaligus takut pada kecoa yang terbang ke arahnya tanpa sadar loncat yang membuatnya terjatuh tersungkur.
Alex yang melihat putrinya berada di lantai pun dengan terburu-buru menghampiri putrinya, wajahnya tampak begitu khawatir.
" Sayang kamu baik-baik saja? tanya Alex dengan cemas sambil berjongkok di hadapan putrinya.
" Avan baik-baik saja papah. jawab Javanka, namun wajahnya tampak meringis menahan rasa sakit.
__ADS_1
" Apakah ada yang terluka? tanya Alex lagi sambil mengecek kondisi putrinya.
" Sepertinya lutut ku berdarah pah. jawab Javanka sambil memejamkan matanya menahan rasa perih.
" Coba perlahan pada papah, papah ingin mengeceknya terlebih dahulu. kata Alex dengan sangat cemas.
" Tapi sebelum itu, boleh tidak papah keluar dulu soalnya aku harus membetulkan handuk ku yang hampir lepas. kata Javanka dengan wajahnya yang sudah memerah padam karena malu.
Alex pun menaikan sebelah alisnya, pria itu pun terlihat berpikir sejenak lalu ia pun bangkit dan masuk ke dalam ruangan ganti tanpa mengatakan sepatah katapun.
Javanka yang melihat itu pun terbengong, namun tidak berselang lama Alex pun muncul dengan membawa kemeja putihnya. Tanpa banyak basa-basi ia pun memakaikan kemejanya pada putrinya.
" Sudahkan. ucap Alex akhirnya mengeluarkan suaranya setelah selesai memainkan kemeja pada putrinya.
Javanka hanya diam tidak menjawab karena dia sama sekali tidak paham dengan maksud sang papah.
Lalu Alex pun langsung membopong tubuh putrinya keluar dari kamar mandi, pria itu pun berjalan menuju tempat tidur kemudian meletakkan tubuh mungil putrinya dengan lembut di atas tempat tidur.
" Coba perlihatkan pada papah lutut mu yang terluka. kata Alex yang kini sudah berjongkok di hadapan putrinya.
Javanka pun sedikit mengangkat kemeja yang ia pakai, lalu terlihat lah kulit kaki putih mulus itu terdapat memar bahwa sampai mengeluarkan darah.
" Hmmmmmm....... kok bisa sih kamu jatuh seperti itu. ucap Alex yang meringis melihat luka pada lutut putrinya, dia pun langsung bergegas mengambil kontak obat.
" Hehehhehheheh......... Javanka hanya tertawa kecil.
" Awwwww...... tadi saat aku mau keluar dari dalam bathtub tiba-tiba ada kecoa yang terbang ke arahku papah. jawab Javanka jujur sambil menahan rasa perih.
" Kecoa? tanya Alex memastikan kembali perkataan putrinya sambil menatap wajah putrinya.
" Iya ada kecoa di dalam kamar mandi papah. jawab Javanka sambil menganggukkan kepalanya.
" Baiklah, nanti papah akan meminta pak Rudi membawa seseorang pelayan untuk membersihkan kamar mandi dan menangkap kecoa jahat itu. ucap Alex dengan lembut.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya.
Ya ampun....... aku mana tega sih memarahinya hanya karena hal seperti ini, di tambah dia memasang wajah seperti itu dan dengan luka di lututnya. Lagipula aku tahu betul dia sangat membenci hewan satu itu. pikir Alex dalam hatinya.
" Masih ada yang luka tidak? tanya Alex sambil mengecek kondisi tubuh putrinya.
" Kening ku sepertinya sedikit terbentur. jawab Javanka sambil menunjuk keningnya.
" Coba sini. kata Alex sambil mengecek kening putrinya dengan serius.
Lalu Alex pun memberikan salep pada kulit kening putrinya yang memar, setelah itu ia pun mengajak putrinya untuk tidur.
Alex sudah tidak ada mood lagi untuk bekerja, dia memilih untuk mematikan laptopnya dan ikut tidur bersama putri tercintanya.
__ADS_1
Sedangkan David, Aldo dan Caca masih terjaga sampai pukul 4 pagi waktu Jakarta. David dan Aldo terus menggoda dan mempermainkan Caca, sampai-sampai Caca akhirnya pergi karena marah.
Karena Caca pergi, David dan Aldo pun memilih untuk pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Singkat waktu pagi hari pun datang, Javanka pun keluar dari kamar berbarengan dengan sang papah. Namun pagi ini sedikit berbeda dari biasanya.
" Papah, sudah turunkan Avan. Avan bisa jalan sendiri kok. ucap Javanka yang merengek meminta turun dari gendongan sang papah.
" Sudah ah, kamu diam saja. ucap Alex tegas ia tidak ingin putrinya membantahnya.
Mendengar itu Javanka langsung diam dengan patuh, Alex terus membopong putrinya sampai ke meja makan. Lalu dia pun meletakkan tubuh putrinya di kursi makan dengan hati-hati.
" Apa yang terjadi pada nona, tuan muda? tanya pak Rudi kala melihat tuan mudanya menggendong putrinya.
"Tadi malam dia jatuh di kamar mandi. jawab Alex sambil meletakkan sarapan ke dalam piring putrinya.
" Apa jatuh? lalu bagaimana keadaan nona? tanya pak Rudi yang terkejut sekaligus khawatir pada nonanya.
" Aku baik-baik saja kok pak, aku hanya terluka sedikit. sahut Javanka sambil tersenyum manis menyakinkan pak Rudi.
" Iya pak, tidak usah dipikirin kan. tambah Alex.
" Syukurlah jika demikian. ucap pak Rudi akhirnya bernafas lega.
" Oh iya pak, tolong surah pelayan untuk membersihkan kamar mandi yang ada di dalam kamar yang ku tempati yah. kata Alex meminta tolong pada pak Rudi dengan sopan.
" Baik tuan muda. jawab pak Rudi.
" Dan tolong pastikan tidak ada hewan apapun di sana termasuk kecoa, karena aku tidak ingin hal seperti ini menimpa putriku lagi. kata Alex pada pak Rudi dengan serius.
" Baik tuan muda, saya pasti akan memperhatikannya dengan serius. jawab pak Rudi yang akhirnya mengetahui penyebab nonanya terjatuh.
" Apakah nasi goreng adalah menu sarapan di Indonesia? tanya Alex pada pak Rudi, Alex tampak begitu heran saat melihat nasi goreng berbeda di atas meja makan.
" Bener tuan muda, hampir 80% warga di Indonesia sarapan dengan nasi. jawab pak Rudi dengan pasti.
" Iya pah, di sini itu sarapannya dengan nasi. Karena menurut mereka kalau tidak makan nasi itu bukan makan namanya. sambung Javanka yang sudah mengetahui kultur yang ada di Indonesia.
Alex yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala, karena seumur hidupnya Alex tidak pernah makan nasi saat waktu sarapan.
.
.
.
💐💐💐💐
__ADS_1