
Alex berjalan menuju ruang ganti dengan mengambil sesuatu dari dalam lemari paling atas yang tidak pernah di jangkau oleh Javanka, lalu dia pun kembali dengan membawa sebuah kotak yang lumayan besar.
" Kemarin sayang. ucap Alex pada putrinya, meminta Javanka untuk mendekat.
Lalu Javanka pun turun dari tempat tidur dan mendekat pada sang papah, Alex pun mendudukkan putrinya di atas pangkuan nya. Lalu kemudian dia pun membuka kotak itu yang ternyata isi di dalamnya adalah album foto-foto tentang mendiang istrinya.
" Ini adalah mamah mu sayang. ucap Alex mengambil salah satu foto wanita cantik, dan memberikan nya pada Javanka.
" Ini mami. ucap Javanka dengan suara pelan, lalu menatap ke arah sang papah. Alex hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
" Mamiiiiiiii.......... panggil Javanka lirih memeluk bingkai foto itu sambil menitikkan air matanya, Alex pun ikut memeluk putrinya dan menangis tanpa suara.
" Mami, Napa mami tinggal Avan sama papah? mami Napa enda sama Avan dan papah di sini? racawan lirih yang keluar dari mulut gadis kecil yang sedang menangis histeris terus keluar dari mulut mungilnya.
Alex hanya bisa memberikan pelukan hangat pada putrinya, dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak khawatir.
" Mami, mami, mamiiiiiiiiiiiii...... panggil Javanka terus menerus berulang sampai suaranya memekik menggema di seluruh ruangan itu.
__ADS_1
" Sayang tolong jangan seperti ini, tenggorokan mu bisa sakit nak. ucap Alex pada putrinya sambil terus memeluk putrinya.
" Tapi mami tinggayin Avan sama papah bewdua caja di cini pah. kata Javanka dengan putus asa wajahnya tampak memerah serta di banjiri air mata.
" Mami tidak pernah pergi meninggalkan kita sayang, mami selalu ada di sini. kata Alex sambil menangis menunjuk ke arah jantung putrinya. " Dimana pun kamu berada, dan kemanapun kamu melangkah pergi. Mami selalu ada di dalam sini sayang. ucap Alex lagi sambil kembali memeluk putrinya dengan erat.
Perlahan-lahan Javanka pun mulai kembali tenang, namun tetap saja air matanya terus mengalir membasahi wajahnya.
" Papah, please tell me more stories about mami. ucap Javanka dengan suara serak yang hampir tidak terdengar.
" Baiklah sayang kalau itu keinginan mu nak. jawab Alex sambil tersenyum dan menghapus air mata putrinya.
" Seperti apa yang papah katakan pada mu, mami adalah wanita yang lembut dan penuh kasih sampai-sampai papah sangat mencintainya. kata Alex mulai bercerita tentang sama lalu mendiang istrinya.
Perlahan-lahan Javanka pun membuka album foto itu, dan melihat setiap foto yang selalu di sertai kata-kata yang di tulis oleh sang mami. Dengan air mata yang terus menerus mengalir Javanka pun membacanya setiap bait tulisan itu.
Mata bahkan sampai membengkak karena terlalu banyak menangis, di akhir album foto itu terlihat foto sang mami dan dirinya yang sudah lahir ke dunia ini.
Jika tuhan memang benar ada, tolong jaga lah putriku satu-satunya di saat penjagaan ku tak sampai padanya, peluklah putriku di saat aku tak mampu memeluknya. Dan tolong usaplah air matanya di saat tangan ku tak dapat mengusap nya.
__ADS_1
Setelah itu Avan pun semakin menangis histeris dan meraung keras, kini tidak terlihat lagi sosok gadis kecil yang ceria dan selalu tersenyum di wajahnya. Yang ada hanya tangisan dan rintangan yang keluar dari mulutnya memanggil-manggil sang mami.
Alex pun terus berusaha memeluk putri semata wayangnya itu, sambil ikut menangis pria itu sangat sedih dan takut jika putrinya kembali seperti dulu lagi.
Sementara di lantai bawah semua orang pun mendengar suara teriakan Javanka terus menerus dari dalam kamar, termasuk Aldo, David dan juga Caca.
Mereka tampak terlihat sangat gelisah mendengar suara tangisan di sertai jeritan Javanka, namun ketiganya pun tak berani masuk ke dalam kamar Alex.
Caca bahkan sudah menghubungi pihak rumah sakit, meminta salah satu dari dokter dan perawat untuk datang ke Mansion Alex.
Tak lupa Caca juga meminta sang dokter untuk membantu beberapa obat penenang, untuk berjaga-jaga jika sesuatu hal buruk terjadi pada Javanka.
Semua orang hanya bisa duduk dengan perasaan campur aduk, apa lagi Caca dan David yang mengusulkan ide ini pada Alex. Keduanya tampak terlihat merasa bersalah atas apa yang mereka sarankan pada Alex.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐