Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 92


__ADS_3

Setelah selesai memasang kembali jarum infus dan mengobati tangan Javanka, Alex pun mengusir Caca dan juga sekertaris Aldo.


" Hey princess, mengapa tangan mungilmu di perban. tanya Caca yang baru menyadari jika tangan Avan di perban.


" Bukan urusanmu, lebih baik kau angkat kaki dari hadapan ku sekarang. ucap Alex menimpali.


Bukannya Caca kalau tidak bisa membuat Alex emosi, pria itu malah berlaga tidak mendengar ucapan Alex.


" Sayang apakah tanganmu terasa sakit? tanya Caca kembali pada gadis kecil itu.


Avan hanya menggelengkan kepalanya.


" Ohhh... syukurlah... jawab dokter Caca sambil mengelus lembut rambut Avan.


" Apakah kamu ingin mendengarkan sebuah dongeng atau bermain game dengan uncle? tanya dokter Caca lagi pada Avan.


Cukup lama Avan menjawab sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya.


" Ehmmmmmm........ baiklah kalau begitu mari kita bermain terlebih dulu baru setelahnya kita mendengarkan sebuah dongeng. kata Caca dengan antusias dia duduk bersila di hadapan Avan.


" Baiklah kita akan mulai permainannya, yaitu menembak suara hewan. kata Caca lagi dengan antusiasnya.

__ADS_1


Avan pun mengangguk.


" Lex, cepat lah kau bersuara? ucap Caca dengan sedikit nada memerintah.


Alex yang sadari tidak mengobrol dengan sekertaris nya pun mendelikan matanya, dia pun menatap tajam ke arah Caca sambil bergumam memaki.


" Mengapa kau diam saja Lex? cepat lah Avan sudah menunggu lho. kata Caca lagi, dia sama sekali tidak menghiraukan makian yang di gumamkan oleh Alex.


Hahaha...... besar juga nyalimu yah Ca,


sampai kau berani memerintah tuan muda.


Heemmmm..... sepertinya setelah ini kau pasti akan di kirim ke kutub Utara untuk berternak burung pingin dan menemani beruang di sana.


Alex hanya mengepalkan tangannya dan memasang wajah beringas menatap Caca, berbeda dengan Caca dia malah memang wajah seperti orang bodoh gitu.


" Meow... meow.... meow..... akhirnya Alex pun menuruti perintah Caca, karena melihat putrinya seperti sudah menunggu dan mengharapkan.


Alex pun membuang semua rasa harga dirinya untuk putrinya, Caca yang mendengar dari melihat itu pun tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan sekertaris Aldo yang memang berada di samping tuan mudanya hanya bisa menahan tawanya, namun tetap saja dia tidak kuasa menahannya sampai akhirnya dia tertawa kecil dan Alex hanya melempar pandangan membunuh pada sekertaris nya itu.

__ADS_1


Berbeda dengan yang lain Avan hanya tersenyum simpul mendengar papahnya menirukan suara hewan.


" Ha ha ha...... coba lagi, gimana kalo anjing, monyet, singa, serigala, kambing dan sapi. kata Caca lagi dengan penuh antusias sambil masih tertawa terbahak-bahak.


Alex yang mendengar itu pun memicingkan matanya menatap wajah Caca, lalu dia pun berjalan menghampiri Caca dan juga putrinya.


Lalu Alex pun menarik paksa tangan dokter Caca dan membisikkan sesuatu di telinga Caca, agar putrinya tidak mendengarnya.


" Mari kita berduel di atas ring, akan ku habisi kau saat itu juga. Setelah itu akan ku jadikan kau makanan harimau. kata Alex dengan dingin berbisik di telinga Caca.


Caca yang mendengar itu pun seketika membeku wajahnya nampak pias, dia tahu betul bahwa sahabat ini tidak pernah main-main dengan ucapannya.


Sekertaris Aldo yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum perihatin pada temannya itu.


Hahahaha ........ langsung kena mental dia rupanya, maaf bro aku tidak bisa membantu mu. Karena memang kau sendiri yang menggali kuburan mu sendiri, jadi aku hanya akan jadi tukang tabur bunga aja.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2