
Alex sedang berjalan sendiri di sebuah taman yang tidak asing untuk nya, dia terus berjalan menyusuri jalan setapak. Sesekali dia melihat ke arah sekelilingnya yang tampak kosong tak ada seorang pun yang berlalu lalang, di terus melangkah kan kakinya sambil menikmati udara yang sejuk dan sinar matahari yang hangat.
Sejauh dia berjalan tak ada seseorang pun yang dia temui, sampai tiba-tiba dia kejauhan dia melihat sesosok wanita memakai gaun putih sedangkan duduk di ayunan. Dengan cepat Alex berjalan menghampiri sosok wanita tersebut.
" Apakah kamu lelah? tanya sesosok wanita itu pada Alex, tanpa melihat ke arah Alex.
" Iya, jawab Alex dengan kikuk. " Maaf sebelumnya apakah kau tahu ini dimana? sepertinya saya sedang tersesat. tanya Alex pada sang wanita sambil mencoba melihat wajah wanita itu.
" Tidak, kamu tidak tersesat sayang. jawab wanita itu sambil tersenyum manis menghadap Alex.
" Ju Juan...... ucap Alex terkejut kala melihat wanita yang ada di hadapannya itu ternyata istrinya sendiri.
" Iya ini aku, apa kabar sayang? tanya Juan masih tersenyum manis pada suaminya.
" Bagaimana bisa? ucap Alex dengan suara yang tertelan karena sedih.
Juan pun langsung memeluk Alex dan Alex pun balik memeluknya dengan erat, pria itu akhirnya menumpahkan semua rasa sedih yang dia tahan selama ini di dalam pelukan sang istri.
Juan hanya diam dan menepuk-nepuk pelan punggung suaminya, seakan-akan memberikan semangat kepada sang suami.
Alex menangis tersedu-sedu seperti layaknya seorang anak kecil dalam dekapan sang istri, dia mencurahkan segala keluh kesahnya selama ini pada istrinya.
Sampai akhirnya setelah dia puas menangis, Alex pun berhenti dengan sendirinya. Sambil sesenggukan dia menatap wajah cantik istrinya yang tidak pernah berubah, Juan hanya tersenyum manis pada sang suami.
__ADS_1
" Apakah kamu lelah? tanya Juan lagi mempertanyakan hal yang sama pada Alex, sambil memberikan segelas air putih pada suaminya.
Alex pun menerimanya lalu meminumnya hingga habis tak tersisa, lalu dia kembali memberikan gelas kosong pada sang istri.
" Aku sangat-sangat sayang. jawab Alex dengan begitu sedih.
" Terima kasih sayang, kamu sudah berusaha keras untuk menjalankan amanah dari ku. Terima kasih. kata Juan sambil memeluk erat tubuh suaminya.
" Aku akan selalu berusaha menepati janji-janji kita sayang, kamu tidak perlu terlalu khawatir. ucap Alex sambil memeluk hangat istri yang selama ini dia rindukan.
Untuk sesaat Alex terus memeluk istrinya, untuk melepas semua kerinduan nya pada sang istri. Dengan sabar dan penuh senyuman Juan hanya meladeni dan mengikuti semua keinginan sang suami, yang begitu manja dan tidak ingin lepas dari dirinya.
Alex tiduran dengan manja di atas pangkuan sang istri, Juan hanya mengelus-elus lembut kepala suaminya sambil mendengarkan semua cerita Alex dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.
" Terima kasih sudah menjadi sosok papah sekaligus mamah yang baik untuk putri kita. ucap Juan tiba-tiba sambil memandang wajah suaminya dengan lembut.
" Itu sudah menjadi tugas ku sayang, Avan adalah segalanya bagi ku. Dia sudah seperti jantung yang ada di dalam tubuh ku, jika terjadi sesuatu pada jantung ku maka aku akan merasakan hal yang sama dengan jantung ku. jawab Alex sambil membetulkan rambut istrinya yang sedikit berantakan karena tertiup angin. " Kamu tidak perlu khawatir lagi tentangnya, karena aku akan menjaga nya dengan nyawaku. kata Alex lagi dengan bersungguh-sungguh.
Juan pun tersenyum manis mendengar ucapan suaminya. " Apakah aku boleh membawanya pergi? tanya Juan tiba-tiba pada suaminya.
" Mengapa kamu meminta izin pada ku sayang? dia juga putrimu, kamu berhak atas Javanka. kata Alex dengan tidak mengerti apa yang di katakan oleh istrinya.
" Apakah kamu benar-benar mengizinkan aku membawanya pergi? tanya Juan lagi menanyakan hal yang serupa pada Alex.
__ADS_1
" Kamu kenapa menanyakan hal yang sudah kamu ketahui pasti jawab sih ay? tanya balik Alex yang merasa heran pada sang istri, Alex pun duduk menghadap istri dan menatap lembut wajah cantik istrinya.
Juan tidak menjawab nya dia hanya tersenyum manis pada Alex, Alex pun mengecup kening Juan dengan lembut dan penuh kerinduan.
" Sepertinya yang kamu katakan, aku akan membawa Javanka pergi bersama dengan ku. ucap Juanita pada Alex.
Alex yang masih bingung pun hanya memiringkan kepalanya.
" Mungkin sudah waktunya Javanka pergi dari kehidupan mu, dan tinggal bersama ku di sini. ucap Juanita sambil memandang ke arah danau yang ada di hadapannya.
" Apa maksudmu ay? tanya Alex yang mulai merasa perasaan nya tidak enak.
" Aku sudah tidak tahan lagi melihat putri tercintaku menahan rasa sakit yang selama ini dia derita, dengan dia berada di sisi ku. Dia tidak akan merasakan rasa sakit lagi. ucap Juan sambil menitikkan air matanya.
" Tidak, kamu tidak bisa membawa pergi Javanka. tolak Alex yang sudah paham maksud dari ucapan istrinya. " Aku masih sanggup melindungi Javanka ay. sambung Alex lagi ikut menangis dan memeluk istrinya.
" Aku tidak mengatakan kalau kau tidak bisa menjaga dan melindungi Javanka dengan baik, aku hanya ingin dia tidak menderita lagi. ucap Juan sambil menangis sesenggukan.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐