
walaupun javanka sering kali berkunjung ke kantor sang papah tapi ia tak pernah berkunjung ke kantor pusat. jadi ini pertama kalinya ia di ajak oleh sang papah berkunjung ke kantor pusat.
30 menit berlalu javanka dan papahnya pun telah sampai di kantor pusat. sekertaris Aldo yang sudah menunggu atasannya pun dengan sigap membukakan pintu mobil untuk atasannya, Alex pun turun dari mobil sambil menggendong putrinya. lalu melangkah masuk diikuti sekertaris Aldo di belakangnya sambil membawa tas yang berisi keperluan javanka.
para staf yang sudah menunggu untuk menyambut kedatangan sang CEO sudah menempati posisinya masing-masing, begitu mereka melihat Alex masuk di ikuti sekertaris Aldo dibelakangnya mereka pun menunduk memberikan hormat, Alex hanya mengangguk lalu berjalan menuju lift yang sudah di sediakan khusus CEO untuk sampai ke ruangannya. begitu lift terbuka Alex melangkah masuk beserta Aldo.
begitu lift tertutup, semua para staf bergosip ria tentang bos mereka membawa seorang gadis kecil ke kantornya, siapa gadis kecil itu? dan apa hubungannya dengan bos mereka? semua bertanya. yang mereka tau, atasannya masih lajang dan di kenal dingin.
" itu anak siapa yah yang di gendong pak Alex? dan mereka terlihat dekat " kata kariawan 1
" mungkin keponakannya " jawab kariawan 2
" sudah sudah kembali ke posisi kalian masing masing dan kerjakan pekerjaan kalian " ucap sang HRD.
di dalam lift, javanka yang berbeda di dalam gendongan sang papah melirik kearah belakang tempat dimana Aldo berdiri. Aldo melihat javanka meliriknya. lalu ia pun tersenyum dan di balas oleh javanka.
__ADS_1
" seyamat pagi om Aido " sapa javanka
" selamat pagi juga nona " jawabnya.
" om cini bial avanka yang bawa tasnya " kata javanka meminta tasnya yang di pegang Aldo.
" di usah nona biar saya yang membawakan " ucapnya tersenyum manis. javanka hanya tersenyum dan membiarkannya saja.
pintu lift pun terbuka lalu Alex berjalan menuju ruangannya dan masuk ke dalam, dan menurunkan javanka dari gendongan lalu mendudukkannya di sopa. javanka pun mengambil tas yang sudah di taruh di sopa oleh sekertaris Aldo lalu ia mengambil beberapa mainannya.
" tok tok tok.... "
" masuk " ucap Alex yang sudah tau siapa yang akan datang.
" permisi pak, 30 menit lagi kita akan ada rapat dengan beberapa CEO dari anak perusahaan " ucap sang sekretaris.
__ADS_1
" yah aku " jawabnya acuh lalu berjalan menghampiri putrinya.
" biar saya mencari seseorang untuk menemani nona, selama bapak rapat " usul Aldo pada Alex yang terlihat enggan meninggalkan putrinya.
" tidak perlu akan aku bawa saja dia " jawabnya sedikit ketus.
" avanka enda mau ikut papah. avanka cini aja " kata javanka menolak keinginan sang papah.
" kamu ikut papah aja sayang " ucapnya.
" ohhh my God papah " kata javanka menatap wajah sang papah.
" apa kamu mau protes " ucap Alex pada sang putri. javanka tak menjawab dia memilih diam saja. melihat pemandangan di depannya Aldo hanya tersenyum simpul.
ohhh tuhan betapa lucu dan menggemaskan nya malaikat kecil di hadapanku ini, apa seperti ini kalau mereka sedang berdebat sungguh membuat iri saja. pak Alex akan seperti apa kalau kehilangan nona javanka " pikir Aldo
__ADS_1