Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 131


__ADS_3

Muka gile si Aldo memang penyelamat hidup gue benget hari, ini pertama kalinya lho bermanfaat untuk hidup ku ini Do.


Lagi sih kenapa juga Javanka bisa sepintar dan pengertian ini sih, kalau terlalu pintar seperti ini aku nya jadi kelabakan.


Mana bapaknya dari tadi diam-diam Baek lagi, di tambah muka nya bikin orang emosi kalau liat tampang ngeselin nya.


Pikir dokter Caca sambil memboyong Javanka keluar.


" Lepaskan putriku, biar aku saja yang menggendong nya. ucap Alex yang sudah mengejar Caca dan mengambil alih putrinya dari Caca.


Apa-apa sih si kunyuk ini, ngajak berantem dia yah. Dari tadi bikin emosi saja, bagus aku memiliki hati yang lapang untuk memaafkan kelakuan Menes nya kalau tidak sudah ku jitak dia dari tadi.


Gerutu Caca pada Alex.


Pandangan Caca beralih pada makhluk yang tidak memiliki ekspresi yang ada di sampingnya saat ini, dia memandangi sekertaris Aldo dengan serius.


" Mengapa kau melihatku seperti itu? tanya Aldo tanpa mengalihkan pandangannya dan terus berjalan tak jauh dari tuan mudanya.


" Tidak, aku hanya penasaran saja. Sebenarnya apa yang terjadi pada si kunyuk itu, sebelum kalian sampai di sini? tanya Caca yang seakan-akan peka terhadap mood Alex yang buruk.

__ADS_1


" Dokter, tolong jaga ucap anda. Yang anda panggil itu adalah tuan muda yang saya layani sekaligus pemilik rumah sakit tempat anda bekerja, jadi tolong hormati beliau. ucap sekertaris Aldo yang tidak terima dengan panggilan untuk Alex yang di lemparkan oleh Caca.


" Ya elah, kaku benget sih kau do. Aku kan cuma becanda. jawab Caca sambil menaik turunkan alisnya.


" Bercanda boleh, tapi kita harus tetap sopan pada beliau. kata Aldo yang masih membela tuan mudanya.


" Iya, iya. Aku ngaku salah, tapi aku penasaran apa sih yang sebenarnya terjadi padanya sampai-sampai moodnya seperti itu? tanya dokter Caca serius pada sekertaris Aldo sambil menatap punggung Alex yang menggendong putrinya.


" Hemmmmm...... tadi sebelum kita ke ruang mu, tuan muda mengajak nona untuk pemeriksaan terlebih dulu lalu setelahnya tiba-tiba ada seorang anak laki-laki datang menghampiri nona dan mengatakan ingin menikahi nona. jelas sekertaris Aldo menceritakan peristiwa tadi.


" Haaa..... haaaa..... haaaa...... tawa Caca pecah memenuhi lorong-lorong rumah sakit.


Hahahhahhah........ Sekarang saja kau sudah ketar-ketir mendengar dan melihat putri mu di lamar, apa lagi nanti saat putri mu sudah besar. Aku sangat yakin kau pasti akan kejang-kejang saat itu juga.


Sepertinya masa remaja Javanka akan begitu sulit dan pasti Alex banyak memberikan larangan yang tidak masuk akal untuk gadis cantik itu.


Mereka pun turun ke lantai dua untuk menuju kantin rumah sakit, ada beberapa perubahan di kantin itu. Alex sengaja meminta untuk di rubah gunanya untuk mempermudah pasien atau orang yang ingin makan di sini, dan Alex juga menyediakan makanan gratis untuk orang yang sedang menunggu keluarga atau kerabatnya yang sakit.


Alex duduk di samping putrinya, begitu juga dengan sekertaris Aldo dan Caca yang ikut duduk satu meja dengan Alex. Lalu tak berselang lama makanan pun di sajikan sesuai dengan pesanan sekertaris Aldo tadi.

__ADS_1


" Wahhhh...... makan besar kita siang ini. ucap Caca yang terkagum-kagum melihat banyak sekali makanan yang ada di hadapannya.


Alex dengan telaten menaruh nasi beserta lauk dan sayur di piring putrinya, tak lupa dia juga memotong kecil-kecil dagingnya untuk mempermudah putrinya makan.


Sementara sekertaris Aldo secara perlahan memakan makanannya, namun berbeda dengan Caca yang mencomot semua makanan dan memindahkannya ke piringnya sampai piring itu terisi penuh dan menggunung.


" Kau harus menghabiskan semuanya, kalau tidak bogem ku ini akan mendarat di perut mu itu. ucap Alex yang melihat kelakuan Caca.


Sekertaris Aldo yang melihat dan mendengar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kelakuan Caca.


" Tenang saja, pasti akan ku habisi semua makanan ini sampai ludes tak tersisa. jawab Caca dengan percaya diri.


" Sekalian saja kau makan juga piring, sendok dan garpu nya sekalian. kata Alex dengan dingin.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2