Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 162


__ADS_3

Kini Javanka sedang memberi makan ikan-ikan nya sambil mengajak semua ikan-ikan itu berbicara, dengan mencelupkan kedua kakinya ke dalam kolam.


Tentunya para penjaga dan pelayan terus mengawasi nonanya itu, seakan takut terjadi sesuatu pada nonanya.


" Selamat pagi, selamat pagi. ucap seseorang dengan suara yang begitu sumbang.


" ciapa itu? ucap Javanka tiba-tiba tertarik dengan suara itu.


" Ciapa itu, ciapa itu. ucap suara itu mengulangi perkataan Javanka.


Gadis cantik itu pun bangkit lalu berjalan kearah suara itu berasal, gadis kecil itu terus berjalan sampai ke taman yang biasa dia bermain ayunan.


Terlihat sepasang burung beo sedang di mandikan oleh dua orang penjaga, Avan pun berjalan mendekat.


" Oh nona. ucap salah satu penjaga yang baru menyadari kehadiran Javanka.


" Apakah ada sesuatu yang nona butuhkan? tanya kedua penjaga itu dengan sopan.


Javanka hanya menggelengkan kepalanya, namun matanya terus tertuju pada dua burung itu.


" Apakah nona ingin berkenalan dengan burung ini? tanya salah satu petugas yang seakan mengerti apa yang di inginkan nonanya.


" Hemmmmm........ will the bird be okay? tanya Javanka sedikit ragu-ragu.


Gadis cantik itu sebenarnya takut namun dia merasa penasaran, karena ukurannya yang sangat besar di tambah ekornya yang panjang dan warna bulunya yang indah itu sudah cukup membuat Javanka tertarik.


" I'm oke, i'm oke. jawab burung itu saling bersahutan.


Mata Javanka pun terbuka lebar, gadis kecil itu pun tertawa-tawa dia tidak menyangka jika burung itu bisa berbicara.

__ADS_1


" Nona dengarkan, ini akan baik-baik saja nona. ucap si petugas sambil tersenyum pada nonanya.


Javanka pun dengan senang mendekati burung itu, lalu dia mulai mengajaknya berbicara. Burung itu pun menjawab pertanyaan Javanka yang membuat gadis kecil itu tertawa kegirangan.


Walaupun Javanka tidak berani memegang burung itu, gadis itu memilih untuk berada di jarak yang aman namun dia tetap senang.


Kedua penjaga itu pun ikut tertawa karena melihat tingkah menggemaskan nonanya itu, apa lagi Javanka tertawa dengan begitu riang, membuat siapapun yang melihatnya ikut bahagia.


Sementara itu Alex yang sudah selesai bersiap pun turun ke lantai bawah, tentunya di ikuti oleh pak Rudi yang membawa jas dan tas kerja milik tuan mudanya.


Sepanjang menuruni tangga matanya sibuk mencari sesuatu, walaupun dia sibuk mengetik sesuatu di layar ponselnya.


" Dimana putriku? ucap Alex.


" Sepertinya nona berada di kolam ikan, tuan muda. ucap pak Rudi yang menebak-nebak.


Alex pun langsung berjalan menuju kolam ikan, sementara pak Rudi tidak mengikutinya. Beliau berjalan menghampiri sekertaris Aldo untuk menyerahkan semua keperluan tuan mudanya.


Apa yang dia lakukan? sampai-sampai dia tertawa seperti itu?.


pikir Alex sambil berjalan kearah suara itu berasal.


Sesampainya di taman Alex melihat putrinya sedang berbicara lalu tertawa-tawa dengan begitu riang, dan penyebab adalah kedua burung beo yang sedang berjemur.


Kedua petugas itu awal sangat santai dan berada cukup dekat dengan Javanka, namun ketika Alex muncul dengan cepat mereka berdiri sedikit jauh dari nonanya.


" Sayang. panggil Alex lembut.


" Papah, look at the two birds can talk and they look so cute. ucap Javanka menghampiri Alex dan menunjuk ke arah burung itu.

__ADS_1


" Apakah kamu menyukai nya? tanya Alex sambil berjongkok di hadapan putrinya.


" Of course papa, Avan really likes them to the point of being funny. kata Javanka yang begitu kesenangan.


" Syukurlah kalau kamu suka sayang, papah jadi senang mendengarnya. ucap Alex sambil mengelus lembut kepala putrinya dan tersenyum tipis.


" Papah mau pegi-pegi keja? tanya Javanka yang melihat papanya sudah rapih dan wangi.


" Iya sayang, papah mau ke kantor. jawab Alex dengan tersenyum manis.


" Oke papah, sewamat keja, cemangat yah papah. ucap gadis kecil itu sambil mencium pipi papahnya.


" Papah mau kamu ikut ke kantor sama sayang? kata Alex yang seketika membuat wajah Javanka berubah.


" No, Avan mau at home papah. ucap Javanka yang menolak ikut dengan papahnya.


" Tapi papah ingin sekali kamu ikut ke kantor bersama papah sayang. kata Alex pura-pura sedih memelas berharap putrinya mau ikut bersama dengan dirinya.


" Fine. jawab Javanka akhirnya menuruti keinginan sang papah.


Alex pun tersenyum kegirangan dia langsung menggendong putrinya, lalu berjalan masuk dan memberi tahu pak Rudi untuk menyiapkan keperluan putrinya.


Karena bingung dan terkejut pak Rudi tetap melakukan apa yang di inginkan oleh tuan mudanya, beliau pun meminta pelayanannya untuk mengemasi apa-apa saja yang nonanya butuhkan.


Setelah semuanya siap Alex, sekertaris Aldo dan juga si kecil Javanka pun akhirnya berangkat ke kantor pusat. Gadis cantik itu tampak dekat merajuk namun dia tetap senang.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2