
Hari ini si gadis kecil Javanka sudah mulai les privat piano nya kembali, setelah sekian lama dia berhenti.
Namun pembelajaran kali ini berbeda dari biasanya, Javanka harus mengingat semua note yang dia tekan agar bisa menghasilkan musik yang bagus.
Semua orang yang ada di situ sedikit frustasi karena mengingat kondisi nonanya yang tidak bisa melihat, namun berbeda dengan gadis cantik itu, dia terus mendengarkan dengan fokus dan serius.
" Nona jangan terlalu terbebani, jika ada yang salah tak apa. Kita bisa mengulangi nya lagi. ucap sang guru yang berada di samping Javanka.
Javanka hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya mengerti.
Setelah mengingat-ingat semua note nya, kini gadis kecil itu pun mulai merentangkan kedua tangannya dan dengan perlahan memainkan piano nya.
Semua orang terbengong-bengong melihat dan mendengar suara piano yang di mainkan oleh nonanya, namun tiba-tiba ada satu yang terlewatkan oleh Javanka.
" Hemmmm ......looks like Avan didn't press a note. ucap gadis kecil itu yang menyadari kesalahannya.
" Betul nona, tapi menurut saya ini sudah jauh lebih baik nona. Nona saya sudah mengatakan nya jangan merasa terbebani, kita masih belajar jadi jika salah sedikit itu adalah hal yang wajar. ucap sang guru memberi semangat pada Javanka.
Javanka terlihat sedikit sedih, dia merasa kurang puas dengan hasil yang dia lakukan. Namun semua para pelayan yang tidak ada kerjaan itu meneriaki nonanya untuk semangat.
__ADS_1
Javanka pun mengangguk dan tersenyum, gadis cantik itu pun kembali bersemangat dan mulai lagi permainan pianonya.
Setelah percobaan dua kali Javanka berhasil menguasai nya, semua orang bertepuk tangan dengan begitu meriah atas keberhasilan nonanya.
Gadis kecil itu hanya tersenyum malu-malu, namun dia sangat menyukai nya. Setelah selesai les piano, Javanka pun bermain bersama dengan para pelayan dan pengasuh tentunya dengan dibawah pengawasan pak Rudi.
Gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak, dia dengan aktif ke sana kemari. Tanpa rasa lelah sedikit pun para pelayan meladeni permainan nonanya itu.
Sampai dimana Javanka merebahkan tubuhnya di atas lantai, semua orang pun berteriak histeris.
" Nona jangan tidur di bawah lantai itu kotor. ucap si pengasuh.
" Tidak boleh nona, jika nona ingin tiduran di atas tempat tidur atau di sofa. kata si pengasuh itu tetap melarang nonanya untuk tiduran di lantai.
" it's not dirty mba Nani, it's clean and smells good. jawab Javanka yang malah mengendus dan menciumi lantai itu.
" Tapi nona...... ketika si pengasuh hendak melarangnya lagi pak Rudi pun memberi isyarat untuk membiarkan saja nonanya melakukan hal apapun selagi itu tidak berbahaya untuk nonanya.
" Baiklah nona, tapi jangan terlalu lama yah. ucap sang pengasuh akhirnya.
__ADS_1
" Yes mba Nani, Huuhhhh...... ademmmmm..... ucap Javanka sambil berguling-guling ke sana ke sini.
Begitu lah hari menyenangkan yang di lewati oleh gadis kecil itu, Alex pun mengetahui semua yang di lakukan oleh putrinya dari laporan pak Rudi.
Pria itu hanya tersenyum melihat semua video yang di kirim oleh kepala pelayan nya, dia tidak menyangka bahwa putrinya sudah kembali normal seperti sedia kala.
Javanka hanya sekali bertanya mengenai kemana papahnya pergi, setelah mendapatkan jawaban gadis kecil itu tidak menanyakan nya lagi.
Javanka cukup mengerti dan paham dengan kondisi papahnya yang sedang sibuk, jadi dia tidak ingin terlalu membuat papahnya terbebani oleh dirinya.
Setelah nonanya naik ke lantai atas untuk mandi, pak Rudi pun meminta beberapa pelayan untuk membersihkan seluruh lantai yang ada di Mansion. Beliau khawatir jika nonanya terkena debu atau kotoran yang berasal dari lantai.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1