Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 183


__ADS_3

Alex pun mengajak putrinya untuk sarapan, pak Rudi pun mengikuti tuan mudanya. Sesampainya di meja makan, semua makanan sudah tersedia, seperti biasa Alex selalu mendahulukan putrinya setelahnya baru lah dia ikut sarapan.


Kala tuan mudanya sedang menikmati sarapan tiba-tiba ada dua pelayan yang datang menghampiri pak Rudi, dan mengatakan sesuatu pada beliau lalu setelahnya mereka pun pergi.


" Permisi tuan muda, saya mau melapor jika masih ada beberapa hadiah yang tersisa. ucap pak Rudi dengan sopan pada Alex.


" Bapak bisa berikan saja pada siapapun. ucap Alex dengan santai sambil melahap sarapan nya.


" Tapi tuan muda, masalahnya hadiahnya adalah barang-barang bermerek. ucap pak Rudi sedikit gugup.


Sementara Javanka hanya diam dan memperhatikan saja, sambil memakan sarapannya.


" Kenapa sih? walaupun itu barang bermerek sekali pun aku tidak akan bisa memakainya, lagi pula apa susahnya coba memberi pada orang lain yang ada di luar sana. Jika masih sulit juga kau tinggal bunga saja, kenapa hal seperti ini saja kau harus bertanya pada ku sih? kata Alex panjang lebar dengan nada yang menusuk dan marah.


Javanka yang menyadari jika sang papah sudah mulai mengeluarkan taringnya, gadis kecil itu pun langsung bertindak.


" Papah, Napa cih? cudah mawah-mawah pagi-pagi, bapak kan tanya papah baik-baik Napa papah jawab mawah-mawah? ucap Javanka pada sang papah, gadis kecil itu menghentikan makannya.


" Tidak nak, papah cuma memberikan tahu pak Rudi saja. ucap Alex mengelak kalau dia tidak marah-marah tadi.


" Owang-owang yang yihat cuga tahu papah mawah-mawah. ucap Javanka yang tidak bisa membuat sang papah berkutik.


" Iya, iya maaf deh kalau papah tadi marah-marah. kata Alex akhirnya mengakui dan meminta maaf.


" Napa papah minta maaf cama Avan? papah kan mawah-mawah nya cama bapak. kata Javanka dengan kesal pada sang papah.


" Tidak nona, saya memang salah. Seharusnya saya tidak bertanya pada tuan muda, dan harusnya saya tahu harus melakukan apa. ucap pak Rudi yang tidak ingin tuan mudanya meminta maaf padanya.

__ADS_1


" No pak, papah memang calah. ucap Javanka lembut pada pria paruh baya itu. " Papah ayo cepat. ucap Javanka lagi pada sang papah agar meminta maaf pada kepala pelayannya.


" Maafkan saya pak. ucap Alex akhirnya memintanya namun terlihat memasang wajah masam.


" Tidak tuan muda, saya yang harusnya minta maaf. ucap pak Rudi dengan panik sambil melambai-lambaikan tangannya.


" Papahhhhhhhh......... ucap Javanka yang tahu jika papahnya menatap tajam ke arah pak Rudi.


" Iya, iya sayang. ucap Alex langsung merubah wajahnya pada putrinya.


" Cudah lah, Avan capek cama papah. ucap Javanka yang sudah menyerah dengan kelakuan sang papah, sementara Alex hanya cengengesan mendengarnya.


" Bapak tolong tawuh cica hadiahnya di luang teyivici, nanti bial Avan yang pilih-pilih. ucap Javanka pada kepala pelayannya dengan lembut dan sopan tak lupa gadis kecil itu tersenyum manis.


" Baik nona. jawab pak Rudi, beliau pun membungkuk lalu pergi.


" Lahasia. jawab Javanka singkat sambil kembali memakan sarapannya yang tertunda.


" Kok gitu sih sama papah sayang. ucap Alex dengan mode manja pada putrinya.


Javanka tidak menjawabnya gadis kecil itu hanya memutar kedua bola matanya malas.


Setelah selesai sarapan Javanka dan Alex pun pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap, tak berselang lama kini Javanka sudah memakai gaun berwarna biru navy dengan rambut yang terurai di tambah beberapa jepit rambut sebagai pemanis.


Sementara Alex memakai jas yang di hadiahkan oleh putrinya, sebelum nya dia sudah meminta pelayannya untuk membersihkan terlebih dulu. Namun Alex menggantikan baju dalamnya yang harusnya kemeja putih dia ganti dengan kaos polos berwarna putih juga.


Alex hanya ingin tampil sederhana karena ini bukan acara peresmian menurutnya, setelah selesai bersiap dan memakai jam tangan mewahnya Alex pun berjalan menuju kamar putrinya.

__ADS_1


" Sayang kamu sudah siap. ucap Alex langsung masuk ke dalam kamar putrinya.


" Wahhhhh......... putri papah cantik sekali. ucap Alex begitu melihat putrinya dia pun berjongkok di hadapan putrinya, Javanka hanya tersenyum manis mendengar ucapan sang papah.


" Ayo jalan sayang. ucap Alex lalu menggendong putrinya turun ke bawah.


Di sana sudah ada sekertaris Aldo, Caca dan David yang baru saja sampai. Ketiga pria itu terpesona melihat Javanka yang ada dalam gendongan Alex.


" Ya ampun nak, kamu cantik sekali sih. ucap Caca yang berjalan masuk menghampiri keduanya.


Alex yang melihat itu langsung melengos membawa kabur putrinya.


" Menjauh dari putriku, jangan berani-berani kau mendekat tanpa seizin ku. kata Alex memperingati Caca sahabatnya itu.


" Huuuhhhhhhhh...... dasar pria tua. ucap Caca yang kesal mendengar kata-kata Alex.


Lalu mereka pun berangkat menuju panti asuhan dan panti jomblo yang di miliki oleh Alex terlebih dulu sebelum pergi ke acara pesta ulang tahunnya.


Sudah menjadi tradisi bagi Alex setiap hari ulang tahunnya pergi ke panti asuhan dan panti jomblo yang dulu milik mendiang mamahnya Alex, dan kini Alex lah yang memantau semuanya karena dia sendiri tidak bisa jika harus mengelolanya sendiri.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2