
Sesampainya di ruang rawat inap, Javanka langsung meminta papah nya untuk meninggalkan nya sendiri di ruangan nya. Gadis kecil itu sangat kesal dengan sikap papah nya yang menurutnya keras kepala dan selalu seenaknya.
Dengan pasrah Alex pun menuruti keinginan putrinya, dia tahu akan sangat merepotkan jika dia membantah kata-kata putrinya. Apa lagi sampai putrinya memasang wajah datar khas milik nya, di jamin Alex tidak akan berkutik.
Yahhh...... di tenda keluar dek aku sama putriku sendiri, yahhh.... walaupun yang berani melakukan hal ini pada ku hanya putriku seorang sih. Tapi tetap saja rasanya gak enak.
Alex hanya duduk dan memainkan ponselnya tapi bisa di bilang berkerja sih dari pada memainkan ponsel nya, pria itu hanya diam depan ruang putrinya.
Lalu tidak berselang lama datanglah perawat tadi yang di ancam oleh dirinya untuk mengganti kantung cairan infusan putrinya, Perawat itu sedikit gemetar kala melihat orang yang mengancam nya ada di hadapannya saat ini.
Alex hanya menatap nya sekelas lalu memberi isyarat pada perawat itu untuk masuk ke dalam ruangan putrinya, Alex tidak ingin terlalu banyak berkomentar karena takut putrinya merajuk lagi pada nya.
Perawat itu dengan sopan menundukkan kepalanya pada Alex lalu dia pun bergegas masuk ke dalam ruangan Javanka.
__ADS_1
" Selamat pagi nona. sapa perawat itu dengan sopan pada Javanka, dia juga sudah mengetahui siapakah pria yang ada di depan ruangan tadi dan siapakah gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini.
Javanka hanya tersenyum manis menjawab sapaan perawat itu, gadis kecil itu selalu di ingatkan oleh papah untuk selalu berhati-hati terhadap orang yang baru di temui oleh nya.
" Saya akan mengganti nya sekarang yah nona. ucap sang perawat lagi lalu mengerjakan pekerjaan nya.
Javanka hanya mengangguk dan memperhatikan setiap pekerjaan perawat itu.
" Nah sudah selesai sekarang nona, apakah ada yang nona butuhkan lagi? tanya sang perawat sambil merapikan nampan yang dia bawa tadi.
" Baiklah, kalau ada sesuatu yang nona butuhkan nona bisa memencet tombol yang berada di samping tempat tidur nona dan perawat pun akan datang. Kalau begitu saya permisi dulu yah nona. jelas sang perawat lalu berpamitan dengan sopan pada Javanka.
" thank you, and please forgive my father's mistake earlier who was rude to the nurse. ucap Javanka dengan lembut lalu memegang tangan sang suster berharap perawat yang ada di hadapannya mau memaafkan kelakuan papah nya.
__ADS_1
Suster itu pun sempat terdiam dan bengong beberapa saat lamanya melihat kearah gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini, dia benar-benar merasa takjub dengan sikap yang jauh dari usia nya.
" Ti tidak apa-apa nona, itu memang sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang perawat. jawab sang perawat gugup sekaligus merasa senang karena dia bisa berhadapan langsung dengan putri pemilik rumah sakit ini.
" It doesn't have to be that my father's doesn't behave like that, even if it's the sister's responsibility. kata Javanka yang tetap merasa bersalah karena sikap papah nya.
" Saya tidak apa-apa nona, saya benar-benar berterima kasih atas perhatian nona pada saya dan saya juga sudah memaafkan dan melupakan kejadian tadi. jawab perawat itu sambil tersenyum manis dan balik menggenggam tangan gadis kecil yang ada di hadapannya.
Javanka pun akhirnya tersenyum sumringah sekaligus merasa lega, karena perawat itu memaafkan kesalahan papah nya.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐