Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 88


__ADS_3

Ketiganya pun menutup mulutnya rapat-rapat tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Alex.


Melihat ketiganya diam saja Alex pun menaikan alisnya curiga, lalu pandangannya tertuju pada sekertaris Aldo.


" Apa yang kau lakukan disini? tanya Alex pada sekertaris Aldo.


" Saya hanya ingin mengecek kondisi nona, tuan muda. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.


" Memangnya kau siapa? dokter atau tabib sampai mengatakan hal itu. ucap Alex mengejek sekertaris nya itu.


Mendengar ucapan papahnya Avan pun menarik tangan papahnya lalu mendekatkan pada dirinya sambil sedikit menggelengkan kepalanya.


Melihat itu pun keempat pria dewasa itu pun membulatkan matanya, sudut bibir Caca pun melengkung membentuk sebuah senyuman yang misterius.


*Seperti Avan bisa diajak berkomunikasi walaupun cuma hanya gerakan saja, syukur lah ada kemajuan juga pengobatannya.


Sepertinya Alex harus lebih rajin mengajak Avan keluar ruangan agar dia bisa menenangkan pikiran sehingga rasa takutnya berangsur menghilang dan traumanya pun bisa sembuh*.


" Sayang apakah kamu baru saja menggelengkan kepalanya? tanya Alex bergetar sambil berjongkok di depan putrinya.

__ADS_1


Cukup lama Alex melihat jawaban dari putrinya, sampai akhirnya pun Avan menganggukkan kepalanya.


Alex yang melihat melihat itu pun langsung memeluk putrinya dengan erat seakan dia takut kehilangan putrinya lagi, dengan sudut matanya yang berair karena akhirnya putrinya mau mengeluarkan ekspresinya walaupun hanya dengan gerakan saja, tapi dia tetap bersyukur. Dengan sedikit saja harapan yang dia punya dia akan menemukan kembali keceriaan dan senyuman dari gadis kecilnya itu.


Caca, David dan juga sekertaris Aldo pun tersenyum bahagia mereka semua sangat bersyukur atas apa yang terjadi hari, dan mereka pun berdoa semoga saja kedepannya akan lebih baik lagi.


Setelah itu Javanka di bawa kembali ke ruang rawatnya, karena khawatir gadis kecil itu akan kelelahan mengingat kondisi belum begitu stabil.


Kini gadis kecil itu sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil mendengar cerita dari sebuah audio, sedangkan Alex dan sekertaris Aldo sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di sofa dalam ruangan Avan.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya bocah cantik itu pun tertidur pulas sambil memeluk boneka kesayangannya, Alex yang melihat putrinya tertidur pun hanya bisa tersenyum manis lalu dia pun mematikan audio itu.


Sedangkan sekertaris Aldo hanya memperhatikan dari tempat dia duduk dan tersenyum manis. Setelah itu keduanya pun kembali sibuk dengan pekerjaannya.


" Apa yang kau lihat? apakah ada yang salah dengan wajahku? tanya Alex pada sekertaris nya tanpa mengalihkan pandangannya.


" Tidak tuan muda, saya hanya ingin menanyakan beberapa hal yang mengganjal di pikiran saya saja. ucap sekertaris Aldo dengan sopan lalu meletakkan laptopnya di meja.


" Memang apa yang kau pikirkan? tanya Alex santai sambil terus mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


" Apakah ada tanda-tanda jika nona kesulitan karena tidak bisa melihat? tanya sekertaris Aldo sedikit hati-hati.


Mendengar ucapan sekertaris nya Alex sempat terhenyak sampai akhirnya dia pun bisa menguasai dirinya kembali, lalu dia pun melanjutkan kembali fokus pada pekerjaannya.


" Aku yakin putriku sangat kuat dan selama aku berada di sampingnya, dia tidak akan pernah merasa kesulitan. jawab Alex sambil sedikit tersenyum.


" Syukurlah kalau begitu, saya akan berusaha secepat mungkin mencari donor mata yang cocok untuk nona, tuan muda. kata sekertaris Aldo yang kembali semangat karena ucapan tuan mudanya.


" Carilah dengan perlahan Do, aku tahu itu tidak mudah. Jangan sampai kau juga ikut masuk ke dalam rumah sakit juga, karena kelelahan mencari dan berusaha. kata Alex sedikit memperhatikan sekertaris nya itu yang terlihat sangat lelah dan kurang tidur.


Memang semenjak Javanka hilang sampai sekarang sekertaris Aldo lah yang paling berkerja keras, dia yang mengurus segala sesuatu di perusahaan selama Alex tidak ada. Dia pula yang mengurus kasus yang menimpa Javanka dan mencari donor mata untuk Javanka.


Pria itu tidak bisa makan dan istirahat dengan teratur, sebelum semua keadaan yang ada sekeliling tuan mudanya berjalan sesuai yang diinginkan tuan mudanya. Jadi pantang untuk nya bermalas-malasan dalam keadaan seperti saat ini.


Apalagi Javanka bukanlah hanya gadis kecil atau pun sekedar nonanya saja, tapi Javanka sudah seperti matahari dalam hidupnya yang gelap dan suram. Jika terjadi sesuatu pada mataharinya dia akan sangat layu dan suram.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2