Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 15


__ADS_3

sesampainya di kantor, seperti sebelumnya Alex turun dengan menggendong putrinya kecilnya. Sedangkan sekertaris Aldo hanya mengikuti atasnya di belakang, dengan menggendong tas kuda poni milik Javanka yang membuat nya terlihat sangat lucu.


" selamat pagi pak. semua staf menyambut kedatangan CEO mereka dengan kepala yang menunduk, Alex hanya mengangguk dan terus berjalan.


" selamat pagi sekertaris Aldo. sama halnya mereka juga menyapa sekertaris CEO mereka dengan rasa hormat, namun mereka tidak menunjukkan kepala mereka pada sekertaris Aldo.


" pagi semua, silahkan kembali ke posisi kalian. ucap sekertaris Aldo ramah lalu bergegas menyusul atasannya.


sepeninggalan sekertaris Aldo, semua staf tetapi berkumpul.


" hey... kalian lihat tidak. tanya staf satu si biang gosip.


" lihatlah, pake di tanya lagi. jawab staf yang lain.


" aduh... kenapa tuh tas bisa nemplok di situ sih, jadi kan gemas lidahnya. ucap si staf sambil meremas tangan nya sendiri.


" tidak dapat CEO, sekertaris nya pun tidak apa-apa. jawab staf yang lain sambil membayangkan wajah sekertaris Aldo yang adem.

__ADS_1


" sudah, sudah kembali ke posisi kalian. jangan banyak mengigau di pagi hari, tidak baik untuk kesehatan mental kalian. ucap staf yang membubarkan semua staf yang sedang bergosip.


_________________


di ruang CEO, Javanka hanya duduk diam di sofa sambil memainkan mainannya yang dia bawa. Sedangkan sang papah sedang sibuk bekerja dengan laptop nya.


" apa saja jadwal hari ini? tanya Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


" pukul 09 00 - 12 00 ada meeting dengan beberapa infestor, setelah itu ada jadwal makan siang bersama dengan tuan Samuel dari perusahaan xx untuk membicarakan soal kerjasama, mungkin akan sangat memakan waktu tuan. jawab sekertaris Aldo sambil melihat jadwal harian atasnya.


" apakah hanya itu? tanya Alex lagi sambil melirik jam tangannya.


" tapi sepertinya dua acara yang terakhir bisa di ganti hari dan di wakil kan, karena... tidak berani melanjutkan ucapannya hanya bisa menunduk kepalanya.


" aku tahu maksud mu, lanjutkan lah pekerjaan mu. Aku titip putih ku, seperti sudah waktunya aku mulai meeting. ucap Alex berdiri sambil membetulkan dasinya dan berjalan menghampiri putrinya.


" sayangnya papah, papah boleh tidak meeting sebentar. tanya Alex ikut duduk di samping putrinya.

__ADS_1


" Avan oke pah, go to meeting papah. faiting papah. menyemangati sang papah lalu mencium pipi papahnya.


" kalau kamu cium dan bilang begitu papah kan jadi gak mau tinggalin kamu. ucap Alex manja dengan memeluk putrinya.


" papah no kelja halus, Avan sini. Papah kelja, Oke. jawab Javanka dengan penuh semangat dan keceriaan.


" baiklah, papah meeting dulu yah, kamu sama om Aldo dulu di sini. Oke. ucap Alex terus mencium dan memeluk putrinya sebelum dia pergi keruang meeting.


setelah atasnya pergi, sekertaris Aldo duduk di samping Javanka dengan laptop yang dia bawa. Javanka hanya melirik nya sebenarnya lalu kembali bermain.


Satu jam berlalu, karena bosan Javanka berjalan mengelilingi ruangan papahnya. Lalu matanya tertuju pada piano yang ada di pojok ruang, kemudian gadis kecil itu berjalan menuju piano itu dan mulai memainkan piano itu.


" aduh... mati aku, kemana perginya nona Javanka. baru sadar bahwa putri atasnya sudah menghilang karena terlalu konsen dengan pekerjaannya.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2