Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 16


__ADS_3

mendengar suara piano sekertaris Aldo pun bergegas menuju sudut ruangan, yah tertangkap gadis kecil yang sedang dia cari sedang asyik bermain piano dengan jari jemari mungilnya.


nona Javanka tidak hanya cantik dan menggemaskan tapi juga pandai dalam beberapa bidang, bahkan di usianya yang masih belia nona mampu menguasai bermain piano. Pantas saja nona menjadi kebanggaan tuan dalam hal apapun.


sekertaris Aldo mendekat pada putri atasnya, dan berdiri tepat di samping Javanka, sambil menikmati permainan yang nona nya mainkan.


" nona, bersediakah nona mengajari saya. ucap sekertaris Aldo begitu saja keluar dari mulut nya.


" sure, come here. sit next to Avan I will. jawab Javanka dengan riang gembira sambil menepuk-nepuk kursi di samping nya.


" akhhhh.... maafkan saya yang lancang ini nona. meminta maaf karena merasa tidak sopan pada putri atasnya.


" it's okay, Come sit next to Avan. menarik tangan kekar sekertaris Aldo dengan lembut.


" baiklah nona, mohon bantuannya nona. dengan sungkan Aldo duduk di samping Javanka, kemudian Javanka pun mulai mengajari sekertaris pribadi papah nya dengan sesekali di selingi suara tawa di antara keduanya.


saking asyiknya belajar bersama nona nya, sekertaris Aldo sampai lupakan pekerjaannya yang harus dia kerjakan. Alex yang sudah selesai dengan meeting nya pun kembali masuk ke dalam ruangannya, dia sangat ingin memeluk dan mencium putrinya untuk mengisi energi nya kembali.

__ADS_1


sejak kapan Aldo sedekat itu dengan Javanka, ahhh... mungkin Javanka merasa bosan jadi minta di temani oleh nya.


" anak papah sedang main apa sih? seru banget kayanya. ucap Alex dari arah belakang, yang membuat sekertaris Aldo terkejut dengan kedatangan atasnya, dengan terburu-buru Aldo berdiri sambil menundukkan kepalanya.


" papah, udah kelja nya? tanya Javanka sambil tersenyum manis melihat sang papah.


" sudah sayang, sekarang papah capek banget. Papah pengen isi energi papah dulu, sayang nya papah mau kan bantu papah? tanya Alex lalu duduk di tempat dimana sekertaris Aldo duduk tadi.


" boleh. jawab Javanka lalu memeluk papah nya dengan mencium pipi papahnya.


" kok cuma sebelah sih sayang, kamu lupa yah kata papah waktu itu? memajukan bibirnya pura-pura merajuk.


" tuan sepertinya sudah waktunya. ucap sekertaris Aldo setelah beberapa saat telah mengerjakan pekerjaan nya.


" baiklah, Ayo jalan. jawab Alex sambil melihat arloji nya, kemudian Alex mengendong putrinya.


" papah please down, Avan wants to walk alone. ucap Javanka yang meminta di turun dari gendongan papah nya.

__ADS_1


" baiklah sayang, sesuai keinginan putri papah yang lucu ini. jawab Alex akhirnya menurunkan Javanka dari gendongannya, kemudian Alex pun menggandeng tangan mungil putrinya.


" sayang kamu mau makan siang apa hari ini? tanya Alex pada putrinya ketika mereka sudah ada di dalam lift menuju lantai dasar.


" papah pilihan makan buat Avan. jawab Javanka yang malas berpikir terlalu banyak.


" Oke sayang, tapi boleh gak papah kerja lagi. soalnya ada yang harus papah kerjakan jadi kamu sama Om Aldo makan siang nya. tanya Alex sedikit ragu-ragu takut putrinya akan merajuk.


" it's okay pah, Avan makan sama Om Aido papah kelja lagi boleh. Tapi Avan boleh main game di sana sama om Aldo. tanya Javanka pada papah sambil masuk kedalam mobil.


" boleh dong sayang, tapi ingat jangan main game yang membahayakan Oke. ucap Alex mengeluarkan jari kelingking nya ke hadapan putrinya.


" Avan promise pah. jawab Javanka yang tersenyum kegirangan lalu memeluk sang papah. Sekertaris Aldo hanya diam dengan setir kemudi nya, sambil sesekali dia melirik ke arah belakang melihat kedekatan atasnya dengan putrinya semata wayangnya. yang membuat sudah bibir nya tertarik membentuk senyuman yang tulus.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2