Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 141


__ADS_3

Sementara perjalanan Alex hanya diam dan menatap kearah luar, entah apa yang dia lihat dan apa yang pikirkan saat itu.


Sementara di tempat lain, Javanka si gadis ceria itu sedang duduk di di temani oleh pengasuhnya. Gadis imut itu sudah mandi dan memakai baju tidur, dia sedang asyik mendengarkan cerita pengasuhnya.


" Iya nona, saya benar-benar sangat menyukai mereka. kata si mba Nani dengan penuh semangat.


" Emannya bewapa owang mba? tanya Javanka penasaran.


" Ada tujuh orang nona, semuanya cakep-cakep. Saya benar-benar suka sekali pada mereka. jawab si mba Nani dengan antusias.


" Mba cudah meet meweka? tanya Javanka lagi.


" Sudah nona. jawab si mba Nani cepat.


" when and where? tanya Javanka semakin penasaran.


" Setiap saat jika saya ingin bertemu pasti akan ketemu, di dalam mimpi hehehehhh..... ucap si mba Nani cengar-cengir yang menghayal bertemu idolnya.


" Hemmmmmm....... Avan cudah kaget kewain benewan. kata Javanka yang kecewa.


" Nona, nona. Ada-ada saja, mana bisa orang yang seperti saya bisa bertemu mereka. Mereka itu orang penting, sibuk, terkenal dan aset negara pula, sedangkan saya hanya orang biasa yang hanya bisa mengagumi mereka dari jauh. kata si mba Nani dengan suara yang sedih.


" It's not like that,they are the same as mba Nani and Avan. They are also ordinary people and if fate wills mba Nani will definitely meet them. ucap Javanka yang mencoba menghibur pengasuhnya yang sedang galau itu.

__ADS_1


" Hemmm..... apakah itu mungkin akan terjadi nona? tanya si mba Nani penuh harap.


" It's possible, we don't know someone's destiny. jawab Javanka dengan lembut.


" Baiklah nona, saya akan percaya pada nona. Saya pasti akan bertemu mereka dan saya juga akan terus berhayal tentang mereka. jawab si pengasuh yang kembali percaya diri.


" indeed mba Nani never come to their events like the concerts they hold? tanya Javanka serius.


" Pernah beberapa kali, tapi saya selalu dapat kursi yang paling belakang. jawab si pengasuh jujur dan mengenang kembali masa dia menonton konser idola nya.


" Hemmmm....... Yayu kapan meweka concel agi? tanya Javanka.


" Konsernya sudah lewat nona. jawab si mba Nani cepat.


" Pas nona hilang. jawab si pengasuh keceplosan.


Setelah mengatakan itu si pengasuh pun memaki-maki dirinya sendiri karena kebodohannya, sementara Javanka seketika langsung diam.


Suasana di dalam ruangan itu pun terasa sangat canggung, sementara itu Alex yang baru sampai pun di sambut oleh pak Rudi yang memang sedang ada di luar ruangan.


" Avan sudah tidur pak? tanya Alex pada kepala pelayannya.


" Belum tuan muda, nona sedang duduk di sofa. Beliau mengatakan ingin menunggu tuan muda pulang. jawab pak Rudi sambil mengambil tas dan jas Alex yang ada di tangan sekertaris Aldo.

__ADS_1


" Baiklah pak, bapak kembali ke Mansion bersama sekertaris Aldo dan pengasuh Avan sekarang. ucap Alex sambil berjalan menuju pintu.


" Baik tuan muda. jawab pak Rudi sopan sambil membukakan pintu untuk Alex.


" Sayang, papah pulang. kata Alex yang begitu masuk ke dalam ruangan.


" Papah. panggil Javanka dengan ceria, gadis itu itu pun langsung berusaha turun dari sofa.


Alex yang melihat itu pun langsung berjalan cepat menghampiri putrinya yang kesulitan, lalu dia pun memeluk putrinya dengan erat.


Si mba Nani yang awalnya duduk di samping nonanya, langsung bangkit dari duduknya kala melihat pintu terbuka. Saking terkejutnya dia jadi sedikit gugup.


Setelah beberapa saat pengasuh dan pak Rudi pun pamit kembali, di ikuti oleh sekertaris Aldo yang ikut pamit pada tuan mudanya.


Alex yang menganggukkan kepalanya tanpa berkata-kata lagi, sementara si kecil Javanka dengan cerewet mengucapkan terima kasih dan untuk berhenti-henti di jalan lalu di akhiri kalimat selamat malam.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2