
Javanka hanya diam tidak bergeming, pandangan nya pun hanya lurus menatap ke arah depan.
" Sayang tolong jangan seperti ini nak, papah mohon sama kamu, berhenti bercanda dengan papah sayang. Itu sangat tidak lucu nak. ucap Alex sambil tertawa kecil berharap ini hanya lelucon putrinya saja.
Namun Javanka tetap diam dengan ekspresinya, Alex yang melihat itu hanya bisa menjambak rambutnya frustasi.
" Sayang hentikan, jangan bermain-main lagi. bentak Alex pada putrinya, bahwa Alex sampai menggoyang-goyangkan tubuh mungil putrinya.
Tapi tetap saja putrinya hanya diam saja, seperti boneka yang hidup namun tidak punya ekspresi.
" Apa yang sebenarnya terjadi? sudah berteriak dengan marah bahkan membanting semua yang ada di hadapannya.
" Cepat panggil semua orang yang ada di sini. teriak Alex lagi menyuruh semua pelayan nya berkumpul.
Alex sudah seperti orang yang kehilangan kewarasan nya, dia membantah semua benda yang ada di hadapannya bahkan dia memukul kaca dengan tangan nya yang mengakibatkan tangan nya berdarah.
__ADS_1
Semua pelayan pun berkumpul dengan tergesa-gesa, termasuk mba Nani sang pengasuh Javanka. Pak Afan sekertaris pribadi Alex ( ayahnya sekertaris Aldo ) hanya bisa diam di samping tuannya.
" Jelas pada ku apa yang sebenarnya terjadi pada putriku? ucap Alex sambil menggebrak meja yang ada di hadapannya dan melemparkan tatapan membunuh pada para pelayan.
Mba Nani selaku pengasuh Javanka pun memberanikan diri untuk maju, mba Nani pun menjelaskan semua nya tentang apa yang terjadi. Karena sejujurnya dia juga tidak mengetahui pasti tentang apa yang telah menimpa nona nya.
Setelah mendengar cerita pengasuhnya, Alex pun berjalan menghampiri pengasuh putrinya. Plak.... tamparan keras pun di layangkan oleh Alex pada sang pengasuh.
" Itu hanya sedikit hukuman yang ku berikan pada mu, karena kelalaian mu menjaga putri ku. ucap Alex dengan dingin, mba Nani hanya bisa menundukkan kepalanya dia sama sekali tidak menatap wajah tuan besar nya.
Alex pun langsung keluar Mansion nya, dia langsung mendatangi tempat dimana putrinya bermain. Lalu dia meminta rekaman sisi TV di tempat itu, karena status sosial nya itu adalah hal yang mudah untuk Alex.
Betapa marahnya Alex ketika melihat putrinya di perlakukan seperti itu oleh anak-anak seusianya, yang lebih tidak masuk akal adalah perlakuan dari ibu-ibu anak itu yang memperlakukan putrinya seperti itu.
Rahang Alex mulai mengeras tangan nya pun mulai terkepal apa lagi kala melihat putrinya di dorong sampe jatuh tersungkur ke lantai.
__ADS_1
" Cari masing-masing ibu-ibu dan anak-anak itu, buat mereka bangkrut dan tidak memiliki apapun di dunia ini, pastikan mereka merasakan apa yang putriku rasakan. ucap Alex dengan penuh amarah, Pak Afan hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menurut permintaan tuannya.
" Pak tolong carikan dokter psikolog terbaik untuk putriku. ucap Alex lagi pada pak Afan.
" Baik tuan. jawab pak Afan, lalu beliau pun mengantarkan tuannya kemudian ke Mansion. Lalu setelah itu beliau pun mengerjakan semua perintah dari tuannya.
Sesampainya di rumah, Alex pun semakin terkejut karena mendengar teriakkan histeris dari pelayan nya sambil memanggil nama putrinya.
Alex langsung berlari masuk ke dalam rumah nya, untuk mengecek keadaan putri semata wayangnya. Mata membelalak kala melihat putrinya membentur kepala ke dinding, semua pelayan pun berusaha menghentikannya.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐